Musi Online https://musionline.co.id 11 October 2025 @15:08 168 x dibaca 
Penumpang LRT Sumsel Tembus 3,38 Juta Orang hingga Triwulan III 2025, Aida: Transportasi yang Efisien dan Ramah Lingkungan.
Musionline.co.id, Palembang – Kinerja angkutan Lintas Raya Terpadu (LRT) Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Hingga triwulan III tahun ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) mencatat jumlah penumpang telah mencapai 3.386.357 orang.
Angka tersebut menjadi bukti bahwa LRT Sumsel semakin menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di wilayah perkotaan Palembang dan sekitarnya, yang membutuhkan moda transportasi cepat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa jumlah penumpang pada Triwulan III 2025 saja mencapai 1.159.205 orang, meningkat 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
“Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan transportasi publik yang efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan,” ujar Aida di Palembang, Jumat (10/10/2025).
Transportasi Ramah Lingkungan dan Efisien
Aida menegaskan, penggunaan LRT bukan hanya solusi untuk mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi berkelanjutan.
“Menggunakan LRT tidak hanya menghemat waktu dan biaya perjalanan, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kelestarian lingkungan. Ini sejalan dengan misi kami bersama BPKARSS dalam menghadirkan transportasi publik yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan,” jelasnya.
LRT Sumsel yang telah beroperasi sejak tahun 2018 itu memang dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Dengan sistem berbasis listrik, moda transportasi ini menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.
Selain itu, kehadiran LRT juga menjadi bagian dari transformasi transportasi perkotaan di Palembang, yang sebelumnya hanya mengandalkan angkutan kota, bus, dan kendaraan pribadi.
Digitalisasi Pembayaran: Kurangi Limbah Kertas
Tak hanya dari sisi jumlah penumpang, tren positif juga terlihat pada aspek digitalisasi pembayaran tiket.
Pada Triwulan III 2025, tercatat 48.638 penumpang telah menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) dari berbagai bank, baik Himbara, swasta, maupun bank daerah.
Menurut Aida, langkah ini tidak hanya mempermudah transaksi bagi penumpang, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket kertas.
“Penggunaan KUE membantu mengurangi limbah kertas secara signifikan. Dengan beralih ke sistem digital, kita turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan dan mengurangi emisi karbon dari produksi serta distribusi kertas,” katanya.
Selain efisien, penggunaan KUE juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih cepat dan praktis.
Penumpang tidak perlu lagi mengantre panjang di loket pembelian tiket karena dapat langsung melakukan tap di gate elektronik di setiap stasiun.
Komitmen KAI dan BPKARSS terhadap Layanan Publik
PT KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain adalah peningkatan kenyamanan di stasiun, perawatan armada secara berkala, hingga optimalisasi jadwal keberangkatan agar lebih efisien.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang bukan hanya modern, tetapi juga berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dukungan masyarakat sangat penting, terutama dalam mematuhi aturan dan memanfaatkan teknologi pembayaran digital,” ujar Aida menambahkan.
Ke depan, KAI Divre III juga berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan kawasan transit-oriented development (TOD) di sekitar jalur LRT.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Selatan.
Dengan peningkatan jumlah penumpang dan dukungan masyarakat yang semakin besar, LRT Sumsel diharapkan terus menjadi ikon transportasi hijau di Indonesia bagian barat, sekaligus menjadi model bagi pengembangan moda serupa di berbagai kota lain di Tanah Air. (***)
0 Komentar