Musi Online https://musionline.co.id 14 October 2025 @18:34 195 x dibaca 
SMKN 3 OKU Berinovasi Buat Motor Listrik, Bupati Teddy: Kebanggaan di Level Nasional dan Internasional.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Sebuah terobosan luar biasa datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Siswa dan guru di SMK Negeri 3 OKU berhasil menciptakan motor listrik hasil modifikasi dari motor konvensional berbahan bakar minyak (BBM).
Inovasi ini lahir dari gagasan Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, yang mendorong sekolah-sekolah kejuruan di daerahnya untuk ikut berperan aktif dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan energi terbarukan.
Gagasan tersebut bermula saat Teddy masih menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati OKU.
Ia menantang sekolah-sekolah kejuruan agar tak hanya fokus pada teori, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.
Tantangan itu disambut antusias oleh SMK Negeri 3 OKU yang langsung bergerak melakukan transformasi motor BBM menjadi motor listrik berteknologi modern.
Keberhasilan tersebut kemudian diperlihatkan secara langsung dalam kegiatan demo konversi motor konvensional menjadi motor listrik yang digelar di halaman Citimal Baturaja.
Dalam kesempatan itu, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah hadir didampingi Asisten III Setda OKU Romson Fikri serta sejumlah kepala dinas terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Teddy menyampaikan rasa bangganya terhadap kreativitas dan semangat para siswa SMK Negeri 3 OKU.
Ia menyebut keberhasilan ini bukan hanya bukti kemampuan teknis siswa SMK, tetapi juga bentuk perubahan persepsi masyarakat terhadap pelajar SMK yang selama ini sering mendapat stigma negatif.
“Selama ini banyak yang memandang siswa SMK hanya bisa ugal-ugalan di jalan atau ikut tawuran. Tapi hari ini, mereka membuktikan bahwa siswa SMK mampu berinovasi dan melahirkan karya yang membanggakan,” tegas Teddy dengan penuh rasa bangga.
Bupati juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung penuh inovasi berbasis energi bersih dan ramah lingkungan di kalangan pelajar.
Ia menilai langkah ini sangat sejalan dengan visi nasional dalam pengembangan kendaraan listrik dan pengurangan emisi karbon.
“Kami siap memberikan pendampingan, dukungan teknis, dan kemudahan agar inovasi seperti ini bisa terus berkembang. Kalau ini terus berlanjut, saya yakin karya anak-anak SMK OKU akan menjadi kebanggaan bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” ujar Teddy, Selasa (14/10/2025).
Produksi Masih Terbatas, Kendala pada Biaya Komponen
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 3 OKU Berkat Hanafi, didampingi Idil Adham selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya baru berhasil memproduksi tiga unit motor listrik.
Menurut Idil, produksi masih terbatas karena terkendala pada biaya bahan baku, terutama komponen baterai litium-ion yang menjadi sumber tenaga utama motor listrik.
“Untuk satu unit motor listrik, total biaya produksinya sekitar Rp20 juta. Dari jumlah itu, sekitar Rp8 juta habis untuk membeli baterai litium-ion. Harga komponennya memang masih cukup tinggi,” ungkap Idil.
Meski begitu, spesifikasi motor listrik buatan siswa SMK ini tidak kalah dengan produk komersial di pasaran.
Motor tersebut mampu melaju dengan kecepatan hingga 80 kilometer per jam, serta menempuh jarak antara 40 hingga 50 kilometer per pengisian daya, tergantung pada bobot penumpang dan medan yang dilalui.
Menariknya, motor ini juga telah lulus uji ketahanan air (water resistant test) sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, sehingga aman digunakan di berbagai kondisi cuaca.
“Kami menggunakan motor bekas yang tidak terpakai untuk diubah menjadi motor listrik. Selain menghemat biaya, cara ini juga mendukung program daur ulang dan pengurangan limbah logam,” tambah Idil.
Harapan untuk Produksi Massal
Pihak sekolah berharap inovasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lebih luas antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor industri.
Dengan dukungan yang memadai, SMK Negeri 3 OKU optimistis bisa memproduksi motor listrik dalam skala lebih besar.
“Kami berharap Pemkab OKU bisa membantu mencarikan solusi jangka panjang, misalnya dengan menggandeng investor atau memberikan bantuan alat dan bahan agar produksi motor listrik bisa dilakukan secara massal,” ujar Idil penuh harap.
Menurutnya, proyek ini bukan hanya mengajarkan siswa tentang teknologi otomotif masa depan, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya energi bersih, efisiensi, dan inovasi berkelanjutan.
Inovasi dari SMK Negeri 3 OKU ini menjadi bukti nyata bahwa potensi sumber daya manusia lokal di daerah mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi jika diberi kesempatan dan dukungan.
Langkah mereka selaras dengan program nasional menuju transisi energi hijau dan net zero emission 2060.
Dengan semangat dan kerja keras yang ditunjukkan para siswa dan guru, bukan tidak mungkin di masa mendatang, OKU akan dikenal sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik buatan pelajar Indonesia. (***)
0 Komentar