Musi Online https://musionline.co.id 14 October 2025 @18:37 250 x dibaca 
Warga BTS Ulu Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Usai Cekcok dengan Istri, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan.
Musionline.co.id, Musi Rawas — Warga Desa Sadu, Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria bernama Dadang Abdulrahman (39) di area kebunnya sendiri, Senin (13/10/2025) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban ditemukan oleh sang istri, Cik Noni, dalam kondisi terlentang di samping pondok kebun, tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek berwarna biru tua.
Saat ditemukan, Dadang sudah tidak bernyawa dan tubuhnya tampak kaku. Temuan ini sontak membuat warga setempat heboh dan berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.
Menurut keterangan yang dihimpun, pagi itu Cik Noni bermaksud menyusul suaminya ke kebun karena sejak sore hari sebelumnya korban tidak pulang ke rumah.
Namun, sesampainya di lokasi, perempuan itu justru mendapati sang suami telah terbaring tak bernyawa.
“Melihat kondisi suaminya sudah meninggal, Cik Noni langsung meminta pertolongan warga dan melapor ke Ketua RT serta pihak kepolisian,” ungkap salah satu warga Desa Sadu yang enggan disebut namanya.
Mendapat laporan sekitar pukul 09.40 WIB, Kapolsek STL Ulu AKP Fauzan Aziman langsung memerintahkan jajarannya turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak ke lokasi. Kami pastikan area aman dan segera melakukan pemeriksaan awal bersama petugas medis,” terang AKP Fauzan saat dikonfirmasi wartawan.
Tim kepolisian yang dipimpin Kanit Samapta Aipda Erwan Supriyadi melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk istri korban.
Jenazah Dadang kemudian dievakuasi ke Puskesmas BTS Ulu di Kelurahan Bangun Jaya untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Diduga Meninggal Akibat Sakit
Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru menahun.
Beberapa hari terakhir, kondisinya dikabarkan melemah, namun korban tetap memaksakan diri untuk bekerja di kebun dan bahkan masih merokok meski tengah menjalani pengobatan.
Sang istri, Cik Noni, mengaku sempat cekcok mulut dengan korban pada Minggu sore (12/10/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pertengkaran itu dipicu oleh kebiasaan Dadang yang enggan berhenti merokok meski sudah diingatkan berkali-kali karena kondisi kesehatannya.
“Setelah cekcok, sekitar pukul 17.00 WIB korban pergi ke kebun. Saya pikir nanti malam pulang, tapi sampai larut tidak kembali,” kata Cik Noni kepada petugas.
Keesokan paginya, ia memutuskan menyusul suaminya ke kebun dan mendapati kenyataan pahit bahwa sang suami sudah tak bernyawa.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolsek STL Ulu memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan di Puskesmas.
Pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tubuh korban tidak menunjukkan adanya luka atau tanda kekerasan. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban memang mengidap penyakit paru-paru kronis. Jadi dugaan kuat korban meninggal karena sakitnya kambuh saat berada di kebun,” ujar AKP Fauzan.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Sadu pada hari yang sama.
Warga Diminta Waspada dan Peduli
Atas kejadian ini, Kapolsek STL Ulu juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan anggota keluarga serta tidak menyepelekan penyakit kronis.
Ia juga meminta agar warga segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kasus ini memang murni karena sakit, namun kami tetap mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis bila ada anggota keluarga yang sakit berat. Jangan memaksakan diri bekerja apalagi sendirian di lokasi sepi seperti kebun,” tutupnya. (***)
0 Komentar