Musi Online https://musionline.co.id 18 October 2025 @19:34 205 x dibaca 
Diduga Akibat Kompor Gas Bocor, Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Prabumulih: Warga Panik, BPBD Gerak Cepat Padamkan Api.
Musionline.co.id, Prabumulih - Kota Prabumulih kembali digemparkan oleh peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah warga pada Sabtu pagi, 18 Oktober 2025.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Raya Sungai Medang RT 03 RW 07, Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, dan menimpa rumah semi permanen milik Paiton Alipandi.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari kebocoran kompor gas di dapur rumah korban, yang kemudian dengan cepat memicu kobaran api besar dan membakar hampir seluruh bagian rumah.
Warga Panik, Asap Tebal Terlihat dari Jarak Ratusan Meter
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang tengah bersiap-siap beraktivitas di pagi hari.
Saat itu, ia melihat asap hitam pekat membumbung tinggi dari arah belakang rumah korban, disertai dengan suara letupan kecil yang diduga berasal dari dapur.
“Saya lagi siap-siap mau ke pasar, tiba-tiba lihat asap tebal di belakang rumah Pak Paiton. Tidak lama kemudian api langsung membesar. Saya langsung teriak minta tolong ke warga,” ujar salah satu saksi mata, Siti Aminah (43), warga sekitar.
Teriakan Siti langsung membuat warga lain berhamburan keluar rumah.
Dalam waktu singkat, puluhan warga bahu-membahu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti ember, gayung, dan selang air.
Namun, karena struktur rumah sebagian besar terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar, api dengan cepat melalap seluruh bangunan.
“Api sangat cepat membesar karena dinding dan atap rumahnya dari kayu. Dalam waktu kurang dari 10 menit, bagian atap sudah runtuh semua,” tutur warga lain, Andi (35), yang turut membantu proses pemadaman.
Kepulan asap pekat dari kebakaran tersebut bahkan terlihat hingga radius ratusan meter dan menarik perhatian warga dari berbagai penjuru Kelurahan Sungai Medang.
Situasi sempat panik karena jarak antar rumah di kawasan itu cukup berdekatan, sehingga warga khawatir api akan menjalar ke rumah-rumah tetangga.
Tiga Unit Mobil Damkar Diterjunkan
Beruntung, petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Sekitar tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta sejumlah personel langsung dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang sudah menjalar ke seluruh bagian rumah.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Prabumulih, Sriyono, SH, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Ia mengatakan, laporan pertama diterima pihaknya sekitar pukul 05.30 WIB, dan tim langsung meluncur ke lokasi kejadian.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak cepat ke lokasi dengan membawa tiga unit mobil damkar. Api sudah cukup besar saat kami tiba, tapi Alhamdulillah dalam waktu relatif singkat berhasil kami padamkan dan tidak sampai menjalar ke rumah lain,” jelas Sriyono.
Sriyono juga menyampaikan apresiasinya kepada warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan awal sebelum petugas tiba.
Menurutnya, kolaborasi antara warga dan petugas pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam menekan dampak kebakaran agar tidak semakin luas.
“Kesigapan warga dalam membantu sangat kami apresiasi. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran rumah tangga,” tambahnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Olah TKP
Pihak kepolisian juga langsung turun tangan menindaklanjuti kejadian tersebut.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, SH, SIK, MSi, melalui Kasi Humas Polres Prabumulih, AKP Bratanata, membenarkan bahwa satu unit rumah semi permanen di Kelurahan Sungai Medang hangus terbakar pada Sabtu pagi.
“Iya benar, telah terjadi kebakaran di wilayah Cambai. Rumah milik warga atas nama Paiton Alipandi ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ungkap AKP Bratanata.
Lebih lanjut, Bratanata menjelaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kebocoran tabung gas elpiji di dapur rumah korban.
“Dugaan sementara api berasal dari kebocoran gas elpiji yang kemudian menyambar kompor. Namun kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pastinya,” jelasnya.
Selain itu, tim dari Polres Prabumulih juga melakukan pendataan terhadap barang-barang milik korban yang terbakar serta memperkirakan total kerugian yang ditaksir mencapai antara Rp40 juta hingga Rp50 juta.
Imbauan Kepolisian: Waspada Kebocoran Gas dan Listrik
Melalui kesempatan itu, AKP Bratanata juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama yang berasal dari instalasi gas LPG dan kelistrikan.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi selang dan regulator gas secara berkala. Pastikan tidak ada kebocoran, dan jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan agar masyarakat selalu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dan memahami cara penggunaannya.
“Kebakaran sering kali terjadi karena kelalaian kecil yang bisa dicegah dengan langkah antisipasi sederhana,” ujarnya.
Warga Harapkan Bantuan Pemerintah
Sementara itu, korban kebakaran, Paiton Alipandi, yang masih tampak shock atas kejadian tersebut, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya.
“Semuanya habis, cuma baju di badan yang tersisa. Api cepat sekali membesar, saya hanya bisa keluar menyelamatkan diri,” ungkap Paiton dengan mata berkaca-kaca.
Warga sekitar berharap agar pemerintah kota dapat memberikan bantuan darurat kepada korban.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak pemerintah, karena Pak Paiton ini sekarang tidak punya tempat tinggal lagi,” ujar salah seorang tetangga.
Hingga berita ini diterbitkan, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi, sementara petugas masih terus melakukan penyelidikan dan pendataan kerugian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Prabumulih dan sekitarnya bahwa kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran harus terus ditingkatkan, terutama menjelang musim kemarau dan pada kawasan pemukiman padat penduduk yang banyak memiliki rumah semi permanen. (***)
0 Komentar