Musi Online https://musionline.co.id 26 October 2025 @15:04 179 x dibaca 
Marbot Masjid Diduga Cabuli Puluhan Anak, Polres Ogan Ilir Buru Pelaku yang Kabur ke Prabumulih.
Musionline.co.id, Ogan Ilir - Polsek Tanjung Batu bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ogan Ilir bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang marbot masjid di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kasus ini memicu kemarahan warga setempat dan kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Pelaku diketahui berinisial A (70), seorang marbot yang selama ini dikenal aktif mengurus kebersihan dan kegiatan keagamaan di sebuah masjid di desa tempat kejadian perkara (TKP).
Namun, di balik reputasi religiusnya, pria lanjut usia ini diduga melakukan tindakan bejat terhadap sejumlah anak di bawah umur yang kerap bermain atau belajar di sekitar masjid.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, jumlah korban sementara mencapai sekitar sepuluh anak, dengan kemungkinan jumlah sebenarnya bisa lebih banyak.
Para korban kini tengah dipersiapkan untuk melapor secara resmi ke Unit PPA Polres Ogan Ilir agar kasus ini dapat segera diproses secara hukum.
Kasus Terungkap dari Keberanian Dua Anak
Kasus ini pertama kali mencuat setelah dua anak berani melapor kepada Ketua Masjid setempat mengenai tindakan cabul yang dialami mereka. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan musyawarah di rumah Kepala Desa.
Dalam pertemuan itu, warga terkejut ketika muncul pengakuan bahwa korban tidak hanya dua orang, melainkan berpotensi mencapai puluhan anak.
Menurut keterangan sejumlah warga, bahkan pelaku sempat mengakui perbuatannya di hadapan beberapa orang, sebelum akhirnya menghilang.
Warga menduga pelaku panik karena kabar tersebut telah menyebar luas di media sosial dan grup WhatsApp warga desa.
Lebih parah lagi, berdasarkan bukti rekaman dan keterangan beberapa saksi, aksi bejat itu dilakukan di dalam area masjid, termasuk di WC masjid, tempat pelaku biasa beraktivitas membersihkan dan menjaga kebersihan fasilitas ibadah tersebut. Temuan ini membuat warga semakin geram karena pelaku dianggap mencemari tempat suci.
Pelaku Diduga Kabur ke Prabumulih
Menyadari situasi yang mulai memanas dan potensi amarah massa, pihak keluarga pelaku dikabarkan telah mengungsikan A ke wilayah Cambai, Kota Prabumulih, untuk menghindari amukan warga.
Sejumlah warga yang tidak terima bahkan sempat melakukan pencarian ke beberapa tempat, namun hingga kini keberadaan pelaku belum diketahui pasti.
Kapolsek Tanjung Batu, IPTU Iwanto Putra, memastikan pihaknya telah mengambil langkah-langkah cepat untuk meredam emosi masyarakat sekaligus mempercepat proses penegakan hukum.
“Kami bersama Unit PPA Polres Ogan Ilir langsung bergerak mengumpulkan keterangan saksi dan korban. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Polres Prabumulih untuk melacak keberadaan pelaku. Saat ini situasi sudah kondusif, namun kami tetap meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri,” tegas IPTU Iwanto, Sabtu (26/10/2025).
Selain itu, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Dinas Sosial dan lembaga perlindungan anak setempat untuk memberikan pendampingan psikologis bagi para korban, mengingat dampak traumatik yang ditimbulkan dari kasus ini cukup berat.
Komitmen Polres Ogan Ilir: Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya akan memproses pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
“Kasus ini menjadi perhatian serius Polres Ogan Ilir. Kami telah memerintahkan Satreskrim melalui Unit PPA untuk menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual, apalagi terhadap anak-anak,” ujarnya tegas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.
“Kami memahami emosi masyarakat, namun kami mohon semua pihak bersabar dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kami. Setiap pelaku yang bersalah pasti akan kami tindak tegas,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat berharap agar polisi segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya.
Mereka menilai tindakan pelaku telah mencoreng nama baik masjid dan melukai kepercayaan warga terhadap sosok yang seharusnya menjadi panutan.
“Ini sangat memalukan. Kami merasa dikhianati. Semoga polisi bisa segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan bagi anak-anak kami,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Ogan Ilir dan Unit PPA.
Polisi juga telah memanggil sejumlah saksi dan korban untuk dimintai keterangan tambahan.
Sementara itu, tim gabungan terus melacak keberadaan pelaku yang diduga bersembunyi di luar daerah.
Dengan komitmen kuat dari aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat, diharapkan kasus ini dapat segera diungkap tuntas agar para korban mendapat keadilan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. (***)
0 Komentar