Musi Online https://musionline.co.id 15 November 2025 @19:19 209 x dibaca 
Masyarakat dan PHE Gelar Festival Sekaa Nguda Makarti Jaya 2025, Dorong Pelestarian Budaya dan Kreativitas Generasi Muda.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap kearifan daerah kembali diwujudkan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering.
Bekerja sama dengan Rumah Belajar Sekaa Nguda, perusahaan menggelar Festival Budaya Sekaa Nguda Makarti Jaya 2025, sebuah ajang seni, budaya, dan kreativitas anak bangsa yang berlangsung di Balai Desa Makarti Jaya, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, pada awal November 2025.
Festival ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran kreasi pemuda, hingga ruang edukasi budaya ditampilkan secara meriah.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter dan sarana pembelajaran budaya bagi generasi muda.
Festival ini sekaligus menunjukkan komitmen PHE Ogan Komering dalam mendukung pembangunan sosial dan pelestarian budaya di wilayah operasionalnya.
Festival Budaya sebagai Ruang Kolaborasi untuk Generasi Muda
Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa Pertamina melalui PHE Ogan Komering terus mendorong hadirnya program yang memberikan nilai tambah komprehensif bagi masyarakat.
Menurutnya, penguatan identitas budaya merupakan salah satu pilar penting yang harus terus dibangun di tengah arus modernisasi.
“Pertamina melalui PHE Ogan Komering terus berupaya menghadirkan program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga secara sosial dan budaya. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah Festival Budaya Sekaa Nguda Makarti Jaya,” ujar Iwan Ridwan.
Ia menjelaskan bahwa festival budaya seperti ini mampu menjadi ruang pembelajaran nonformal yang efektif bagi anak-anak dan remaja.
Di tengah gempuran budaya global, kegiatan seni tradisional dapat berfungsi sebagai penyeimbang yang menjaga mereka tetap dekat dengan akar identitas daerah.
“Melalui Festival Sekaa Nguda, harapannya dapat menumbuhkan semangat berkarya dan memperkuat karakter generasi muda agar memiliki daya saing tanpa melupakan akar budayanya,” tambahnya.
Bagian dari Implementasi ESG PHE Ogan Komering
Selama ini, PHE Ogan Komering dikenal aktif menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berbasis nilai budaya, pendidikan, dan pembangunan sosial masyarakat.
Dukungan terhadap festival budaya ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pjs Field Manager PHE Ogan Komering, Juli Karyanto, menegaskan bahwa festival budaya memiliki manfaat besar bagi penguatan karakter masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi agen perubahan masa depan.
“Dukungan terhadap kegiatan budaya ini adalah bagian dari komitmen PHE Ogan Komering dalam menerapkan prinsip ESG. Kami memastikan setiap program dijalankan secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi lingkungan dan ekonomi, tetapi juga bagi jiwa dan karakter masyarakat yang menjaganya,” jelas Juli.
Menurut Juli, pembangunan masyarakat tidak boleh hanya berfokus pada aspek ekonomi semata. Aspek budaya, seni, dan pendidikan nonformal juga ikut menentukan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menumbuhkan semangat berkarya dan memperkuat karakter generasi muda agar mampu berdaya saing tanpa meninggalkan akar budaya daerah,” lanjutnya.
Apresiasi Pemerintah Desa: Wadah Pembinaan dan Penguatan Kebanggaan Lokal
Kepala Desa Makarti Jaya, I Wayan Suada, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas terselenggaranya festival budaya yang dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak perusahaan.
“Terima kasih kepada PHE Ogan Komering. Anak-anak kami belajar disiplin, kerja sama, dan cinta akar budayanya melalui kegiatan ini. Festival ini adalah wujud nyata gotong royong dan cinta budaya,” ujarnya.
Ia menilai festival tersebut bukan sekadar panggung seni, tetapi juga sarana pembinaan yang menanamkan nilai-nilai positif serta meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas anak-anak serta remaja desa.
Lebih jauh, I Wayan menambahkan bahwa keberadaan Rumah Belajar Sekaa Nguda selama ini telah memberikan dampak besar bagi pembangunan karakter pemuda di desanya.
Kegiatan-kegiatan yang dihadirkan mampu menjadi alternatif positif yang menjauhkan generasi muda dari pergaulan negatif serta meningkatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Membangun Masa Depan Melalui Pelestarian Budaya
Festival Budaya Sekaa Nguda Makarti Jaya 2025 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya harus dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, komunitas budaya, dan masyarakat, kegiatan ini tidak hanya menjaga warisan tradisional, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang kuat secara karakter dan berdaya saing tinggi.
PHE Ogan Komering berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan dan terus berkembang menjadi ruang inovasi bagi seniman muda serta ajang kebanggaan masyarakat OKU dalam melestarikan budaya daerah mereka.
Dengan dukungan berkelanjutan, kegiatan ini akan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan nilai tradisional di tengah era modernisasi. (***)
0 Komentar