Musi Online | PAD L3S Lempuing Jaya untuk Kabupaten OKI Turun Tajam, Diduga Dipengaruhi Percetakan Sawah dan Penanggulangan Karhutla
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

PAD L3S Lempuing Jaya untuk Kabupaten OKI Turun Tajam, Diduga Dipengaruhi Percetakan Sawah dan Penanggulangan Karhutla

Musi Online
https://musionline.co.id 20 November 2025 @18:10
PAD L3S Lempuing Jaya untuk Kabupaten OKI Turun Tajam, Diduga Dipengaruhi Percetakan Sawah dan Penanggulangan Karhutla
PAD L3S Lempuing Jaya untuk Kabupaten OKI Turun Tajam, Diduga Dipengaruhi Percetakan Sawah dan Penanggulangan Karhutla.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari sektor Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) di wilayah Kecamatan Lempuing Jaya pada Tahun Anggaran 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 
Penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh perubahan kondisi wilayah akibat program percetakan sawah serta upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan intensif sepanjang tahun.
Camat Lempuing Jaya, Roni Santosa, menjelaskan bahwa pada tahun 2024 sektor L3S mampu menyumbang PAD sekitar Rp1,2 miliar.
Namun pada tahun 2025, angkanya merosot menjadi hanya Rp855 juta, atau turun hampir 30 persen. Turunnya nilai ini terlihat dari hasil lelang yang digelar pada Rabu, 19 November 2025.
“Total hasil lelang hari ini sebesar Rp870.600.000. Itu pun termasuk tambahan satu objek dari Kecamatan Lempuing senilai Rp20.100.000,” kata Roni.
Menurutnya, jumlah peserta lelang atau pengemin juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya. 
Penurunan tersebut disinyalir berkaitan dengan berkurangnya potensi lebak lebung akibat sebagian kawasan dialihfungsikan sebagai percetakan sawah dan sebagian lagi terdampak aktivitas penanggulangan karhutla.
Selain itu, dua objek lelang tidak laku pada tahap pertama, yakni Batang Hari Sipin dan Lebak Penangguhan. Keduanya akan kembali dilelang pada tahap kedua oleh Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Perikanan.
“Terjadi penurunan peserta dan nilai lelang, namun kami akan terus mengupayakan agar kontribusi PAD dari L3S bisa kembali meningkat di tahun mendatang,” ujarnya.
Satu Objek Tidak Dilelang Demi Pengembangan Desa Wisata
Menariknya, dari sejumlah objek yang direncanakan dilelang, ada satu objek yang tidak diikutsertakan, yaitu Lebak Lebung Sungai Bancet di Desa Mukti Sari. Objek tersebut disiapkan menjadi kawasan wisata air sebagai bagian dari pengembangan desa wisata setempat.
“Rencana menjadikan Sungai Bancet sebagai destinasi wisata sudah kami ajukan dan mendapatkan dukungan dari Dinas Perikanan maupun pemerintah daerah,” jelas Roni. Ia berharap desa wisata tersebut nantinya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memaksimalkan potensi lebak lebung secara berkelanjutan, tidak hanya melalui lelang tetapi juga pariwisata.
Dinas Perikanan: L3S Sumber PAD Strategis
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan OKI, Romico Iswandy, menegaskan bahwa sektor L3S selama ini memberikan kontribusi cukup besar terhadap PAD OKI. Pengelolaannya mengacu pada Perda Nomor 18 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Lebak Lebung dan Sungai (L2S) yang kemudian diperbarui melalui Perda Nomor 14 Tahun 2015.
“Setiap objek L2S di Kabupaten OKI termasuk dalam kategori objek lelang yang hasilnya masuk PAD. Karena itu proses lelang harus berjalan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Romico.
Romico juga mengingatkan para pengemin untuk lebih cermat dalam melakukan penawaran. Ia meminta agar peserta tidak terjebak pada gengsi atau emosi saat bersaing dalam proses lelang.
“Silakan menawar sesuai kemampuan hitungan masing-masing. Jangan sampai ada yang memaksakan diri,” tegasnya.
Untuk objek yang tidak laku, Dinas Perikanan menjadwalkan tahap lelang kedua pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di Kantor Bupati OKI.
Polsek Lempuing Jaya: Situasi Kondusif, Keamanan Tetap Diprioritaskan
Kapolsek Lempuing Jaya, Iptu Al Hafiz, memastikan bahwa pelaksanaan L3S berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia mengapresiasi peserta lelang yang mengikuti proses secara profesional.
“Kami mengimbau para pengemin agar menjaga dan memelihara lokasi lebak lebung yang menjadi objek lelang. Jangan sampai muncul konflik dengan masyarakat pemilik lahan di sekitar area tersebut,” pesannya.
Iptu Al Hafiz menambahkan bahwa pihak kepolisian siap membantu menyelesaikan setiap permasalahan yang mungkin timbul selama pengelolaan lebak lebung berlangsung.
“Jika ada persoalan keamanan atau hal-hal lain yang perlu dikoordinasikan, silakan datang langsung ke Polsek Lempuing Jaya,” ujarnya.
Pemkab OKI Diingatkan Siapkan Strategi Pemulihan PAD
Penurunan PAD dari sektor L3S di Lempuing Jaya menjadi perhatian serius, mengingat sektor ini selama bertahun-tahun menjadi penopang pendapatan daerah, terutama dari hasil perikanan tradisional. Dengan adanya perubahan karakteristik kawasan akibat percetakan sawah dan penanganan karhutla, pemerintah daerah dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh.
Sejumlah pihak menilai bahwa diversifikasi pengelolaan lebak lebung, seperti pengembangan desa wisata di Mukti Sari, bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas PAD sambil tetap melestarikan ekosistem perairan.
Dengan adanya lelang tahap kedua pada awal Desember, pemerintah daerah berharap pendapatan dari sektor L3S dapat terdongkrak walaupun tidak mencapai angka seperti tahun sebelumnya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top