Musi Online https://musionline.co.id 27 November 2025 @14:40 92 x dibaca 
Selamatkan Anak Sedang Tertidur, Tamimi Nekat Terobos Kobaran Api untuk Evakuasi di Rumahnya.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah dua lantai di Dusun IV, Desa Gunung Tiga, Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Selasa sore, 25 November 2025 sekitar pukul 16.45 WIB.
Insiden tersebut tidak hanya memusnahkan rumah beserta seluruh isinya, tetapi juga nyaris merenggut nyawa seorang anak kecil yang tertidur lelap di lantai atas.
Rumah tersebut diketahui milik Tamimi (44), seorang petani setempat.
Dalam peristiwa ini, Tamimi menunjukkan keberanian luar biasa dengan menerobos kobaran api demi menyelamatkan anaknya.
Meski kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tragis tersebut.
Dari Asap Tipis hingga Api Mengamuk
Menurut keterangan sejumlah saksi, kebakaran bermula sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, Tamimi sedang mengaduk semen di bagian belakang rumah.
Tiba-tiba, suasana berubah mencekam ketika sang istri berteriak panik setelah melihat kepulan asap dan percikan api muncul dari ruang TV.
Terkejut mendengar teriakan tersebut, Tamimi langsung berlari menuju rumah dan mendapati api sudah membesar.
Dalam keadaan panik, naluri pertamanya adalah menyelamatkan mobil Kijang Super miliknya yang terparkir di garasi.
Namun ketika membuka pintu mobil, ia tersadar bahwa anaknya sedang tidur di lantai dua.
“Begitu ingat anak, saya langsung tinggalkan mobil. Api sudah besar, asap penuh. Saya takut terlambat,” ungkap Tamimi kepada warga setempat.
Aksi Heroik di Tengah Kepungan Api
Dengan kondisi rumah yang mulai gelap karena asap, Tamimi memaksa diri menerobos masuk. Bara api dari ruang TV kian membesar dan menjalar ke dinding-dinding kayu rumah, namun hal itu tidak menghalanginya.
Ia bergegas menaiki tangga yang mulai dipenuhi asap tebal. Meski sesak dan penglihatan terbatas, Tamimi akhirnya berhasil menemukan anaknya yang masih terlelap.
Tanpa pikir panjang, ia menggendong sang buah hati dan berlari keluar rumah sebelum api melahap seluruh bangunan.
Beberapa warga yang melihat aksi tersebut menyebut Tamimi sebagai pahlawan. “Kalau dia telat sedikit saja, anaknya bisa tidak terselamatkan,” ujar salah satu saksi mata.
Penyebab Kebakaran dan Kerugian
Berdasarkan pemeriksaan awal, titik api diduga berasal dari korsleting listrik di ruang TV. Material bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Tak hanya rumah dua lantai tersebut yang ludes terbakar, tetapi juga satu unit mobil Kijang Super, surat-surat berharga, peralatan elektronik, pakaian, dan seluruh perabotan rumah tangga. Hampir tidak ada barang yang dapat diselamatkan karena api begitu cepat membesar.
Pihak Kepolisian: Tidak Ada Korban Jiwa
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, melalui Kasi Humas AKP Ibnu Holdon, membenarkan musibah kebakaran itu.
“Meskipun harta benda korban ludes terbakar, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Saat ini penyelidikan awal mengarah pada dugaan konsleting listrik,” ujar Ibnu Holdon, Rabu (26/11).
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih mewaspadai instalasi listrik rumah dan memastikan jalur kelistrikan aman, terutama pada bagian ruangan yang dipenuhi perangkat elektronik.
Sementara itu, Tamimi dan keluarganya kini mengungsi di rumah kerabat terdekat sambil menunggu bantuan dari pemerintah desa serta pihak terkait.
Kebakaran hebat ini meninggalkan duka mendalam, namun aksi heroik seorang ayah yang mempertaruhkan nyawa demi anaknya menjadi sisi lain yang mengharukan dari tragedi tersebut. (***)
0 Komentar