Musi Online https://musionline.co.id 09 December 2025 @18:44 206 x dibaca 
Kasus Perundungan Pelajar SMP di Muratara Viral, Korban Alami Luka di Kepala dan Punggung.
Musionline.co.id, Musi Rawas Utara – Aksi perundungan terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali menggegerkan masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Video kejadian tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari warganet.
Peristiwa memilukan itu terjadi di teras sebuah rumah warga di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, pada Sabtu, 6 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang beredar luas, terlihat korban yang masih mengenakan seragam olahraga tampak tidak berdaya saat mendapat perlakuan kekerasan dari sesama pelajar.
Seorang remaja perempuan berbaju hitam terlihat memukul, menginjak, bahkan hampir membenturkan kepala korban ke lantai.
Yang lebih memprihatinkan, beberapa teman pelaku justru hanya menonton peristiwa tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.
Tidak tampak adanya upaya serius untuk menghentikan aksi tersebut, meski salah satu di antara mereka terlihat khawatir akan ikut disalahkan.
Para pelaku baru menghentikan aksi perundungan setelah korban tersungkur dan tidak lagi melakukan perlawanan.
Rekaman tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan dengan cepat menyebar ke berbagai grup percakapan warga Muratara, hingga akhirnya viral.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di Musi Rawas Utara. Sebelumnya, kasus serupa juga sempat viral dan terjadi di sebuah lahan kosong saat jam pulang sekolah.
Masyarakat pun semakin resah dan mendesak aparat penegak hukum serta pihak sekolah untuk mengambil tindakan tegas.
Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kasi Humas Polres Muratara, Ipda Darussalam Saputra, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan resmi dari orang tua korban pada Minggu, 7 Desember 2025. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka bengkak di bagian kepala, luka lecet di punggung kaki, serta memar di bagian punggung dan leher belakang.
Korban sudah mendapatkan penanganan awal, sementara kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian serius.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya perundungan.
Polisi juga meminta warga agar tidak menyebarkan ulang video tersebut demi melindungi privasi korban.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa perundungan bukan hanya masalah individu, melainkan masalah sosial yang harus ditangani secara bersama-sama. (***)
0 Komentar