Musi Online | 1.321 Hektare Sawah Tadah Hujan Terendam Banjir, Petani di OKI Terancam Alami Kerugian Besar
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

1.321 Hektare Sawah Tadah Hujan Terendam Banjir, Petani di OKI Terancam Alami Kerugian Besar

Musi Online
https://musionline.co.id 12 December 2025 @14:34
1.321 Hektare Sawah Tadah Hujan Terendam Banjir, Petani di OKI Terancam Alami Kerugian Besar
1.321 Hektare Sawah Tadah Hujan Terendam Banjir, Petani di OKI Terancam Alami Kerugian Besar.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian. 
Sebanyak 1.321 hektare lahan padi dan 265 hektare lahan pesemaian di Kecamatan Lempuing dilaporkan terendam air sejak dua hari terakhir, akibat tingginya curah hujan yang memicu luapan sungai di daerah tersebut.
Kondisi ini membuat para petani di wilayah terdampak berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. 
Jika air tidak segera surut, bukan hanya proses tanam yang terganggu, namun juga terancam gagal panen. 
Situasi tersebut dinilai akan memberikan kerugian besar bagi kelompok tani yang selama ini mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghidupan utama.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura OKI, Alexsander Bustomi, melalui Pengawas Benih Tanaman, Lindawati SP MSi, mengonfirmasi bahwa seluruh lahan yang terendam merupakan sawah tadah hujan, yang sangat bergantung pada cuaca.
“Berdasarkan laporan dari Koordinator Penyuluh (Korluh) kami, Pak Cecep, lahan yang terendam sudah dua hari. Curah hujan tinggi menjadi penyebab utama naiknya debit air sungai,” ujar Lindawati pada Rabu, 10 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa potensi kerugian petani bisa mencapai jumlah yang sangat besar. Dalam satu hektare, setidaknya terdapat potensi kehilangan hasil panen hingga 6 ton gabah. 
“Kalikan saja. Jika satu hektare menghasilkan 6 ton dan harga gabah di tingkat petani berkisar Rp6.500 per kilogram, maka kerugiannya bisa mencapai puluhan juta rupiah per hektare,” jelasnya.
Rincian Lahan Padi yang Terendam
Dari total 1.321 hektare sawah padi, berikut wilayah yang terdampak banjir beserta usia tanaman:
Desa Tugu Jaya: 350 ha (1–12 HST)
Desa Tugu Agung: 300 ha (1–10 HST)
Desa Tugu Mulyo: 450 ha (1–12 HST)
Desa Mekar Jaya: 70 ha (1–10 HST)
Desa Bumi Agung: 101 ha (1–7 HST)
Desa Tulung Harapan: 50 ha (1–10 HST)
Sebagian besar tanaman masih berusia sangat muda, berkisar 1–12 hari setelah tanam (HST), sehingga sangat rentan terhadap kerusakan akibat genangan.
Rincian Lahan Pesemaian Terendam
Selain lahan padi siap tanam, terdapat pula 265 hektare pesemaian padi yang ikut terdampak:
Desa Sindang Sari: 25 ha (20 HSS)
Desa Tebing Suluh: 215 ha (10 HSS)
Desa Cahya Maju: 25 ha (1–5 HSS)
“Persemaian berada di tiga desa. Yang lainnya adalah tanaman padi yang baru ditanam, rata-rata masih berusia 1–12 HST. Ini sudah terjadi dua hari berturut-turut,” jelas Lindawati.
Upaya Pemerintah: Bantuan Benih untuk Meringankan Beban Petani
Untuk membantu petani menghadapi ancaman kerugian, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura OKI menyiapkan bantuan penggantian benih. Bantuan tersebut biasanya diberikan kepada kelompok tani yang mengalami gagal tanam akibat bencana alam.
Meski demikian, pemerintah daerah masih memantau perkembangan kondisi banjir sembari berkoordinasi dengan penyuluh lapangan. Langkah-langkah mitigasi juga disiapkan untuk mencegah kerusakan lebih luas apabila hujan kembali turun dalam intensitas tinggi.
Situasi ini menunjukkan betapa rentannya sektor pertanian terhadap perubahan cuaca ekstrem. Para petani berharap cuaca segera membaik agar mereka dapat melanjutkan proses tanam dengan normal dan tidak mengalami kerugian besar yang bisa mengganggu keberlanjutan ekonomi keluarga dan desa mereka. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top