Musi Online https://musionline.co.id 04 March 2026 @17:12 126 x dibaca 
Bupati OKI Muchendi Lantik 115 Pejabat, Tegaskan Penataan Organisasi Berbasis Merit dan Kinerja.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan membangun soliditas tim kerja, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, resmi melantik dan mengambil sumpah 115 pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Pejabat Administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.
Pelantikan tersebut digelar di Kantor Bupati OKI pada Selasa, 3 Maret 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan organisasi dan penguatan sistem merit di tubuh birokrasi Pemkab OKI.
Dalam sambutannya, Bupati Muchendi menegaskan bahwa jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional dan moral.
“Penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penilaian kinerja, bukan karena kedekatan personal. Saya tidak mengenal Saudara satu per satu, sehingga rotasi dan penempatan ini murni berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi,” tegasnya.
Komposisi 115 Pejabat yang Dilantik
Dari total 115 pejabat yang dilantik, komposisinya terdiri atas satu JPT Pratama hasil evaluasi kinerja, tiga JPT Pratama hasil uji kompetensi, serta 108 pejabat administrasi yang mengisi berbagai jabatan strategis seperti sekretaris, kepala bagian, kepala bidang, lurah, kepala seksi, dan kepala subbagian di sejumlah perangkat daerah.
Selain itu, terdapat tiga pejabat yang diangkat melalui perpindahan dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional.
Ketiganya masing-masing dipercaya mengemban tugas sebagai Asesor SDM Aparatur Ahli Madya pada BKPSDM, Perencana Ahli Madya pada Bappeda, serta Auditor pada Inspektorat Daerah.
Kepala BKPSDM OKI, Antonius Leonardo, menjelaskan bahwa seluruh proses pengangkatan, rotasi, dan perpindahan jabatan telah melalui tahapan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Bahkan, untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, mekanisme dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi berbasis sistem merit.
“Semua tahapan sudah sesuai prosedur dan telah memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara sebelum ditetapkan,” ujarnya.
Rotasi Birokrasi untuk Respons Dinamika Pelayanan Publik
Bupati Muchendi menekankan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam birokrasi modern. Rotasi dilakukan sebagai respons atas dinamika beban kerja, kebutuhan pelayanan publik, serta penyesuaian strategi pembangunan daerah.
Ia memastikan bahwa dalam perombakan tersebut tidak ada pejabat yang dinonjobkan. Seluruh aparatur tetap memiliki peran dalam struktur pemerintahan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.
“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati menjalankan roda pemerintahan selama masa jabatan kami. Semua ada tempat. Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid dan profesional,” katanya.
Penataan organisasi ini juga diharapkan mampu mempercepat realisasi program prioritas daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menciptakan birokrasi yang adaptif terhadap perubahan.
Tinggalkan Patronase, Perkuat Sistem Merit
Dalam kesempatan tersebut, Bupati OKI juga menyinggung praktik patronase politik yang menurutnya harus ditinggalkan.
Ia menegaskan bahwa era birokrasi saat ini harus mengedepankan manajemen talenta, kompetensi, serta sistem merit yang transparan dan akuntabel.
Penempatan jabatan, lanjutnya, tidak lagi didasarkan pada faktor kedekatan, melainkan pada kapasitas, integritas, dan rekam jejak kinerja. Dengan demikian, diharapkan tercipta birokrasi yang profesional dan berdaya saing.
“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik. Integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan amanah jabatan,” tegas Muchendi.
Dorongan Inovasi dan Digitalisasi
Selain integritas, Bupati Muchendi juga mendorong seluruh pejabat yang baru dilantik untuk berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan publik.
Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadirkan gagasan baru yang konstruktif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan yang jelas bagi peningkatan pelayanan masyarakat. Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara, serta membangun kultur kerja yang sehat dan produktif melalui kepemimpinan yang terbuka dan kolaboratif.
Pelantikan 115 pejabat ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas kinerja perangkat daerah.
Dengan sistem penataan berbasis merit dan manajemen talenta, diharapkan roda pemerintahan berjalan lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah strategis ini sekaligus menegaskan komitmen Bupati Muchendi dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Dengan soliditas tim kerja yang semakin kuat, Pemkab OKI optimistis mampu menghadapi tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (***)
0 Komentar