Musi Online https://musionline.co.id 20 March 2026 @16:51 83 x dibaca 
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Ogan Ilir Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp75 Juta.
Musionline.co.id, Ogan Ilir - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik warga di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Kotadaro II, Kecamatan Rantau Panjang, pada Kamis (19/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari instalasi lampu di dalam rumah.
Rumah yang terbakar diketahui milik Basmawi (60), seorang petani setempat.
Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap tidur, sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah beserta isinya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta.
Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh korban sendiri.
Saat itu, Basmawi terbangun dari tidurnya dan melihat percikan api yang muncul dari bagian instalasi listrik di dalam rumahnya.
Menyadari bahaya yang mengancam, ia dengan sigap membangunkan istri dan anaknya untuk segera keluar menyelamatkan diri.
“Korban melihat adanya percikan api dari instalasi lampu di dalam rumah. Ia langsung membangunkan keluarga dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar AKP Zahirin saat dikonfirmasi.
Setelah berhasil mengevakuasi keluarganya ke tempat aman, Basmawi kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan tersebut langsung mengundang perhatian warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tanpa menunggu lama, warga berbondong-bondong datang untuk membantu memadamkan api.
Dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan kobaran api secara manual. Beruntung, lokasi rumah yang berada tidak jauh dari anak sungai menjadi keuntungan tersendiri karena memudahkan warga mendapatkan sumber air untuk memadamkan api.
“Warga bersama-sama melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. Akses air yang dekat dari sungai sangat membantu proses pemadaman,” jelas Zahirin.
Berkat kerja sama dan semangat gotong royong masyarakat, api akhirnya berhasil dijinakkan sebelum merembet ke rumah warga lainnya. Hal ini mencegah potensi kebakaran yang lebih besar di kawasan permukiman tersebut.
Tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian dari Polsek Tanjung Raja langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata korban serta saksi, dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Selain itu, garis polisi juga dipasang di area rumah yang terbakar guna kepentingan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan awal dari korban dan sejumlah saksi, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber api secara pasti, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak terawat.
Kapolsek Tanjung Raja mengimbau warga untuk lebih waspada dan rutin melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar serta menghindari penggunaan kabel atau sambungan listrik yang sudah usang dan berpotensi menimbulkan percikan api.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan semuanya dalam kondisi aman. Kewaspadaan sangat penting, terutama saat malam hari ketika aktivitas pengawasan berkurang,” tutup Zahirin.
Kejadian kebakaran di Ogan Ilir ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap aspek keselamatan di lingkungan tempat tinggal, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (***)
0 Komentar