Musi Online | Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Harga Daging Sapi Ditekan Jelang Idul Fitri 1447 H
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Harga Daging Sapi Ditekan Jelang Idul Fitri 1447 H

Musi Online
https://musionline.co.id 20 March 2026 @16:55
Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Harga Daging Sapi Ditekan Jelang Idul Fitri 1447 H
Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Harga Daging Sapi Ditekan Jelang Idul Fitri 1447 H.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) terus menggencarkan operasi pasar guna menekan lonjakan harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 
Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan.
Kegiatan operasi pasar murah tersebut dipusatkan di sejumlah titik, salah satunya di Pasar Kayuagung. 
Dalam operasi ini, daging sapi dijual dengan harga Rp150.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang saat ini berkisar antara Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas daging.
Selain daging sapi, pemerintah daerah juga menyediakan sejumlah komoditas pangan lainnya seperti ayam potong dan telur dengan harga yang lebih terjangkau. 
Upaya ini diharapkan mampu menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran, sekaligus menyeimbangkan harga di pasar tradisional.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedy Kurniawan, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons dinamika harga yang terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Operasi pasar ini diharapkan dapat menahan laju kenaikan harga serta memberikan pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan daging dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Sadi saat ditemui di Pasar Kayuagung, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, peningkatan harga daging sapi saat ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang Idul Fitri, serta terbatasnya pasokan sapi dari luar daerah. 
Salah satu daerah pemasok utama, yakni Lampung, saat ini juga mengalami peningkatan kebutuhan sehingga sebagian distribusi dialihkan ke wilayah lain.
“Kondisi ini menyebabkan pasokan ke OKI sedikit berkurang, sementara permintaan terus meningkat. Inilah yang memicu kenaikan harga, meskipun masih dalam batas yang wajar,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten OKI tidak hanya menggelar operasi pasar, tetapi juga rutin melakukan monitoring harga di lapangan.
Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa kenaikan harga masih tergolong normal dan dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti peningkatan permintaan serta biaya distribusi yang ikut naik.
Sementara itu, para pedagang daging di Pasar Kayuagung menilai kenaikan harga yang terjadi menjelang Lebaran tahun ini masih tergolong terkendali. 
Haji Yanto, salah satu pedagang yang telah berjualan selama puluhan tahun, menyebut harga daging di wilayah tersebut masih relatif kompetitif dibandingkan daerah lain.
“Kenaikan harga memang terjadi setiap menjelang Lebaran, tapi tahun ini masih dalam batas wajar. Harga beli dari peternak juga naik, jadi kami menyesuaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan pasokan dari luar daerah, khususnya dari Lampung, membuat pedagang harus mengeluarkan biaya lebih besar, termasuk untuk transportasi. Hal ini secara otomatis berdampak pada harga jual daging di pasar.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh pedagang lainnya, Haji Jahri. Ia menekankan bahwa perbedaan harga daging di pasaran tidak bisa disamaratakan karena sangat bergantung pada jenis dan kualitas daging yang dijual.
“Setiap bagian daging memiliki harga yang berbeda. Misalnya daging has dalam tentu lebih mahal dibandingkan bagian lainnya. Jadi harus jelas dulu jenis daging yang dibandingkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kualitas daging sapi sangat dipengaruhi oleh pola pemeliharaan dan jenis pakan yang diberikan. 
Pakan konsentrat seperti ampas tahu, dedak, bungkil kelapa, dan onggok, serta pakan hijauan berupa rumput, menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas daging yang dihasilkan.
Selain itu, faktor lain seperti jenis sapi, lokasi pembelian, hingga biaya distribusi juga turut memengaruhi perbedaan harga antarwilayah. Bahkan, kebutuhan konsumen yang berbeda turut memengaruhi permintaan jenis daging tertentu.
“Kalau untuk rumah tangga biasanya mencari daging yang bersih, sedangkan pedagang bakso lebih memilih daging yang ada lemaknya,” tambahnya.
Meski harga daging mengalami kenaikan, aktivitas jual beli di Pasar Kayuagung tetap terlihat ramai. Antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu faktor pendorong tingginya transaksi di pasar tradisional.
Dengan kombinasi kebijakan operasi pasar, pengawasan harga secara berkala, serta keterlibatan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten OKI optimistis mampu meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan bahan pangan strategis menjelang Lebaran.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top