Musi Online https://musionline.co.id 30 March 2026 @15:04 116 x dibaca 
Debit Sungai Ogan Naik 134 Cm, Status Waspada Ditetapkan: BPBD OKU Imbau Warga Siaga Banjir.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Kenaikan debit air Sungai Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, kembali menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data terbaru, tinggi muka air sungai mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai level waspada.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi banjir, terutama di sejumlah wilayah rawan terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi melalui Manager Pusdalops, Gunalfi, menyampaikan bahwa peningkatan debit air terpantau melalui alat pendeteksi banjir atau level gauge di beberapa kecamatan.
Pada Minggu (29/3) sekitar pukul 08.30 WIB, ketinggian air Sungai Ogan di wilayah Kecamatan Pengandonan tercatat mencapai 134,78 sentimeter.
Selain itu, debit air di Kecamatan Ulu Ogan juga menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni 155,94 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Lengkiti, terjadi kenaikan hingga 19,67 sentimeter.
Meski demikian, Gunalfi menyebutkan bahwa pada sore harinya debit air sempat berangsur surut.
Namun, kondisi tersebut masih berpotensi berubah jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah hulu.
“Debit air memang sempat menurun, tetapi jika hujan deras berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan akan kembali meningkat,” ujarnya, Senin (30/03/2026).
BPBD OKU pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor.
Warga di daerah bantaran sungai diminta untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera melakukan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit air secara drastis.
Gunalfi juga mengingatkan masyarakat agar belajar dari peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Mei 2024 lalu.
Bencana tersebut menyebabkan kerugian besar dan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem.
“Peristiwa sebelumnya harus menjadi pelajaran. Kewaspadaan sangat penting agar tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD OKU telah memperpanjang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor.
Kebijakan ini dilakukan untuk menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret 2026.
Selain itu, kapasitas personel penanggulangan bencana juga terus ditingkatkan guna memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
Masyarakat juga didorong untuk aktif memantau informasi prakiraan cuaca melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun aplikasi InfoBMKG, yang menyediakan pembaruan kondisi cuaca hingga tingkat desa dan kelurahan.
Permukiman Warga Mulai Tergenang
Di sisi lain, dampak peningkatan debit air mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Intensitas hujan sejak dini hari menyebabkan genangan air merendam permukiman di Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.
Wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Taman Sari RT 01 dan 03 RW 03 Kelurahan Sukaraya serta RT 03 Dusun 7 Desa Air Paoh.
Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang menghuni 19 rumah dilaporkan terdampak banjir.
Air bahkan telah masuk ke dalam rumah warga, sehingga memaksa mereka untuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Tak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada fasilitas umum.
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif serta bangunan bekas Kantor KUA Baturaja Timur turut terendam.
Akibatnya, aktivitas pendidikan dan layanan publik di lokasi tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Genangan air juga meluas hingga ke Jalan Lintas Tengah Sumatera, tepatnya di sekitar bengkel mobil Enggano.
Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas antarprovinsi yang merupakan jalur vital transportasi logistik di Pulau Sumatera.
Warga Harapkan Penanganan Cepat
Hingga Senin pagi, kondisi banjir dilaporkan masih berpotensi memburuk.
Di beberapa titik, ketinggian air bahkan terus mengalami kenaikan, termasuk di depan eks Kantor KUA yang bertambah sekitar 20 sentimeter.
Hal ini diduga akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air yang terus meningkat.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Baturaja Timur telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengamanan.
Namun, sejumlah warga mengeluhkan lambatnya respons teknis dari instansi terkait, terutama dalam upaya penyedotan air menggunakan pompa.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menanggulangi banjir yang terjadi.
Penanganan cepat dinilai sangat penting guna meminimalkan kerugian material dan mencegah dampak yang lebih luas.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat, masyarakat diimbau untuk tetap siaga, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran sungai.
Kesiapsiagaan dan koordinasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman banjir di wilayah OKU. (***)
0 Komentar