Musi Online https://musionline.co.id 24 April 2026 @18:08 19 x dibaca 
Penemuan Mayat Lansia di Kebun Karet Gegerkan Warga Gelumbang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian.
Musionline.co.id, Muara Enim – Warga Lingkungan 1, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan lanjut usia di area kebun karet pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Penemuan ini sontak memicu perhatian masyarakat setempat karena korban sebelumnya diketahui sempat dilaporkan hilang selama beberapa hari.
Korban diketahui bernama Palahia (87), seorang warga RT 05 RW 01 Kelurahan Gelumbang. Ia ditemukan dalam kondisi tergeletak di tanah dengan posisi terlentang di tengah area kebun karet oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya telah dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak pertengahan April 2026.
Upaya pencarian pun sempat dilakukan secara mandiri oleh keluarga dibantu warga sekitar selama lebih dari satu pekan, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut.
Saat dikonfirmasi pada Kamis, 23 April 2026, ia menjelaskan bahwa korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 18.30 WIB.
“Dari keterangan saksi-saksi, korban diketahui keluar rumah pada sore hari dan sejak saat itu tidak kembali. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan melakukan pencarian bersama warga,” ujar AKP RTM Situmorang.
Selama kurang lebih 11 hari pencarian, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menyisir area sekitar pemukiman hingga kebun-kebun milik warga.
Hingga akhirnya, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah meninggal dunia di area kebun karet yang berjarak tidak terlalu jauh dari permukiman.
Menindaklanjuti penemuan tersebut, warga segera melaporkan kepada pihak berwenang. Petugas dari Polsek Gelumbang langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung ke TKP untuk melakukan pengecekan dan olah TKP. Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas terakhir korban,” jelasnya.
Dari hasil olah TKP sementara, petugas menemukan barang bukti berupa satu buah tas selempang berwarna hitam yang diduga milik korban. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
AKP RTM Situmorang menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan secara kasat mata di lokasi kejadian, proses penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana.
“Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Kami juga terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban secara pasti,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak keluarga korban diketahui telah membuat pernyataan resmi menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Keputusan tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan keluarga, termasuk faktor usia korban yang sudah lanjut.
Kendati demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan kejadian alami dan tidak berkaitan dengan tindakan kriminal.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan menimbulkan rasa duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban. Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau berisiko tersesat saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, aparat kepolisian juga mengingatkan pentingnya koordinasi cepat antara keluarga dan pihak berwenang apabila terjadi kejadian orang hilang, guna mempercepat proses pencarian dan meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.
Kasus ini hingga kini masih dalam penanganan pihak kepolisian Polres Muara Enim untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara jelas dan transparan. (***)
0 Komentar