Musi Online https://musionline.co.id 25 April 2026 @19:06 22 x dibaca 
Bank Indonesia Dorong Mahasiswa Unsri Melek Hilirisasi Pangan dan Energi, Perkuat Ketahanan Ekonomi Sumsel.
Musionline.co.id, Palembang – Penguatan hilirisasi sektor pangan dan energi dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong ketahanan ekonomi daerah sekaligus mempercepat pembangunan nasional.
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) disebut memiliki potensi besar untuk mengambil peran penting melalui optimalisasi sumber daya unggulan yang dimiliki.
Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Policy Talks yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dalam rangka Road to 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di Universitas Sriwijaya dengan mengusung tema “Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan & Energi Sumatera Selatan.”
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, akademisi, hingga pengamat ekonomi.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas perkembangan ekonomi terkini sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperkuat hilirisasi di Sumsel.
Ketua ISEI Cabang Palembang, Prof. Dr. Azwardi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa hilirisasi sektor pangan dan energi sejalan dengan prioritas nasional yang tertuang dalam agenda pembangunan pemerintah.
Menurutnya, Sumatera Selatan memiliki peluang besar untuk berkontribusi secara nasional melalui pengembangan industri berbasis keunggulan komparatif daerah yang berkelanjutan.
“Hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat daya saing daerah dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, memaparkan policy brief terkait kondisi ekonomi daerah, perkembangan inflasi, serta proyeksi ekonomi ke depan.
Ia menyebutkan bahwa Sumsel memiliki kekuatan utama pada sektor batu bara dan kelapa sawit, yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya transformasi dari ekspor bahan mentah menuju pengembangan produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Hilirisasi menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap komoditas mentah dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah di pasar global,” jelasnya.
Diskusi dalam Policy Talks juga menghadirkan narasumber dari berbagai sektor. Di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr., Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Dody Eko Prasetyo, S.T., M.T., serta Investor Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk, Aldy Pratama.
Para panelis sepakat bahwa percepatan hilirisasi merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dinilai sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara efektif.
Dari sisi akademisi, hilirisasi juga perlu didukung dengan riset dan inovasi berbasis kebutuhan industri.
Sementara pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan regulasi yang kondusif bagi investasi, serta memperkuat infrastruktur pendukung.
Di sisi lain, dunia usaha berperan dalam mengakselerasi implementasi hilirisasi melalui investasi dan pengembangan teknologi.
Melalui kegiatan Road to SEF 2026 ini, Bank Indonesia berharap dapat menghimpun berbagai ide, gagasan, serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Forum ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga mengajak generasi muda, termasuk mahasiswa Universitas Sriwijaya, untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. Salah satunya melalui kompetisi penulisan applicative essay SEF 2026 yang terbuka bagi masyarakat luas.
Ajakan ini menjadi bentuk nyata pelibatan generasi muda dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan ekonomi daerah. Dengan keterlibatan mahasiswa, diharapkan akan lahir ide-ide inovatif yang mampu mendorong percepatan hilirisasi sektor pangan dan energi di Sumatera Selatan.
Ke depan, hilirisasi diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan. (***)
0 Komentar