Musi Online https://musionline.co.id 12 May 2026 @15:12 10 x dibaca 
Ribuan Jamaah Sumsel Terancam Gagal Berangkat Umrah Juni 2026 Akibat Lonjakan Harga Tiket Pesawat.
Musionline.co.id, Palembang – Ribuan calon jamaah umrah asal Sumatera Selatan terancam gagal berangkat pada musim Umrah 1448 Hijriah atau Juni 2026 akibat lonjakan harga tiket pesawat yang dinilai sangat tinggi dan memberatkan.
Kondisi ini memicu keprihatinan serius dari gabungan asosiasi travel umrah dan haji khusus di Sumsel yang tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Umrah & Haji Khusus Sumsel.
Forum yang terdiri dari AMPUH Sumsel, SAPUHI Sumsel, ASPHIRASI Sumsel, HIMPUH Sumsel, dan AMPHURI Sumsel tersebut menyampaikan keberatan atas kenaikan harga tiket penerbangan umrah yang dinilai berpotensi mengganggu keberangkatan jamaah secara massal.
Forum menyebutkan bahwa tiket pesawat merupakan komponen biaya terbesar dalam paket perjalanan umrah.
Ketika harga tiket mengalami kenaikan drastis, otomatis biaya paket umrah ikut melonjak dan berdampak langsung terhadap kemampuan jamaah untuk melunasi biaya keberangkatan.
Kondisi tersebut diperkirakan akan sangat dirasakan oleh jamaah yang telah menjadwalkan keberangkatan pada Juni 2026.
Banyak di antara mereka yang sebelumnya sudah melakukan pembayaran uang muka, cicilan, hingga persiapan administrasi keberangkatan sejak jauh hari.
Ketua dan perwakilan asosiasi menilai situasi ini cukup krusial karena travel penyelenggara umrah juga berada dalam posisi sulit.
Di satu sisi mereka harus menjaga komitmen keberangkatan jamaah, namun di sisi lain harga tiket yang terus meningkat membuat biaya operasional menjadi tidak stabil.
“Kami sangat mengkhawatirkan dampak dari kenaikan harga tiket tersebut terhadap antusiasme ibadah umrah 1448 H. Tanpa adanya intervensi dan kebijakan khusus, biaya paket umrah akan melonjak tajam,” demikian isi pernyataan resmi Forum Lintas Asosiasi Umrah & Haji Khusus Sumsel.
Menurut forum tersebut, lonjakan harga tiket pesawat bukan hanya menjadi persoalan bagi biro travel, tetapi juga dapat memengaruhi minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah.
Apalagi sebagian besar jamaah berasal dari kalangan masyarakat menengah yang selama ini menabung dalam jangka panjang demi bisa berangkat ke Tanah Suci.
Forum asosiasi berharap maskapai penerbangan yang melayani rute umrah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan harga tiket.
Mereka meminta adanya langkah konkret agar harga penerbangan menuju Arab Saudi kembali stabil sehingga tidak membebani jamaah.
Selain maskapai, forum juga meminta perhatian pemerintah dan regulator penerbangan untuk segera turun tangan mencari solusi terbaik.
Menurut mereka, stabilitas harga tiket sangat penting demi menjaga keberlangsungan penyelenggaraan ibadah umrah bagi masyarakat Indonesia, khususnya jamaah asal Sumatera Selatan.
Mereka menilai jika kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi, maka tidak hanya jamaah yang dirugikan, tetapi juga travel penyelenggara umrah yang harus menghadapi tekanan finansial cukup besar.
Banyak travel disebut harus melakukan penyesuaian biaya mendadak di tengah paket yang sudah lebih dulu dipasarkan kepada masyarakat.
“Kami tetap berkomitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Umrah 1448 H, namun efisiensi biaya menjadi kunci utama agar niat suci para jamaah tidak terhambat oleh kendala finansial yang bersifat teknis,” tulis forum tersebut dalam pernyataannya.
Forum lintas asosiasi juga menegaskan bahwa keberangkatan jamaah umrah tidak hanya menyangkut bisnis perjalanan semata, melainkan menyangkut pelayanan ibadah umat.
Karena itu, mereka berharap seluruh pihak dapat duduk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik.
Sementara itu, Manager YK Madira, Irawan Imro, turut menyampaikan pandangannya terkait lonjakan harga tiket penerbangan umrah yang terjadi menjelang musim keberangkatan tahun ini.
Ia meminta seluruh pihak, baik travel maupun jamaah, untuk saling memahami kondisi yang sedang terjadi.
Menurut Irawan, kenaikan harga tiket saat ini memang sulit dihindari karena dipengaruhi berbagai faktor global yang tidak bisa ditawar lagi.
Oleh sebab itu, pihak travel diminta mencari langkah penyesuaian agar keberangkatan jamaah tetap bisa berjalan.
“Kita harus memahami karena tidak bisa ditawar-menawar lagi, dengan memberikan penyesuaian fasilitas dengan kenaikan harga tiket ini. Jadi jangan memberikan kesalahpahaman antara travel dan jamaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang kemungkinan dilakukan travel adalah melakukan penyesuaian fasilitas dalam paket umrah.
Penyesuaian itu dilakukan agar biaya perjalanan tidak mengalami kenaikan terlalu tinggi yang justru memberatkan jamaah.
Adapun bentuk penyesuaian yang dimaksud bisa berupa pengurangan fasilitas tertentu yang sebelumnya telah disepakati dalam paket perjalanan.
Meski demikian, Irawan berharap jamaah dapat memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari dampak situasi global yang sedang terjadi.
“Mengurangi fasilitas dari yang sudah disepakati sebelumnya harus dimaklumi karena ini merupakan permasalahan dunia yang memang harus kita maklumi,” tutup Irawan.
Kenaikan harga tiket pesawat umrah sendiri menjadi perhatian serius di berbagai daerah di Indonesia.
Selain faktor tingginya permintaan penerbangan menuju Arab Saudi, keterbatasan kursi penerbangan dan biaya operasional maskapai juga disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket.
Bagi masyarakat Sumsel, kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri.
Banyak calon jamaah yang sudah mempersiapkan keberangkatan sejak lama kini harus menghadapi kemungkinan biaya tambahan yang tidak sedikit.
Meski demikian, forum asosiasi travel umrah dan haji khusus di Sumatera Selatan tetap berharap ada solusi terbaik dalam waktu dekat.
Mereka optimistis jika pemerintah, regulator penerbangan, maskapai, dan penyelenggara travel dapat bersinergi, maka keberangkatan jamaah umrah 1448 H tetap dapat berjalan sesuai rencana.
Dengan adanya komunikasi yang baik antar seluruh pihak, diharapkan ribuan jamaah asal Sumatera Selatan tidak kehilangan kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci pada Juni 2026 mendatang. (***)
0 Komentar