Musi Online https://musionline.co.id 12 May 2026 @15:07 13 x dibaca 
Pantomim, Seni Gerak Tanpa Suara Antarkan Siswa SDN 113 Palembang Raih Juara FLS3N.
Musionline.co.id, Palembang – Seni pantomim yang mengandalkan gerakan tubuh, mimik wajah, dan ekspresi tanpa suara berhasil mengantarkan dua siswa SDN 113 Palembang meraih prestasi membanggakan di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Palembang.
Meski baru mengenal dunia pantomim sekitar satu bulan sebelum perlombaan, semangat dan kerja keras keduanya mampu membawa pulang Juara Harapan 1 cabang pantomim.
Dua siswa berprestasi tersebut adalah Kenando Ibnu Akbar dan Muhammad Fattan Asraflillah.
Keduanya sukses mencuri perhatian dewan juri melalui penampilan penuh ekspresi dan percaya diri di atas panggung.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi SDN 113 Palembang karena mampu bersaing dengan berbagai sekolah lain yang telah lebih dulu aktif dalam seni pertunjukan.
Kepala SDN 113 Palembang, Mukmin S.Pd, M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan anak didiknya yang dinilai tampil maksimal di tengah persaingan ketat antarsekolah.
“Apa yang didapat anak-anak kami itu sudah luar biasa. Teruslah mengembangkan diri melalui latihan,” ujar Mukmin.
Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa siswa SDN 113 Palembang memiliki potensi besar tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni dan olahraga.
Pihak sekolah, kata dia, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bakat dan minat siswa melalui berbagai kegiatan positif.
“Kami akan memfasilitasi siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan, baik bidang olahraga, seni, ataupun bidang lainnya,” tegasnya.
Prestasi Kenando dan Fattan juga menjadi bukti bahwa kesempatan mencoba hal baru dapat membuka jalan menuju keberhasilan.
Meski sebelumnya lebih dikenal aktif di bidang futsal, keduanya mampu menunjukkan kemampuan luar biasa dalam seni pantomim yang membutuhkan penghayatan dan pengendalian ekspresi.
Hanya Lima Hari Latihan Intensif
Wali Kelas 5 SDN 113 Palembang, Astri Rahma Widya atau yang akrab disapa Buk Aci, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberanian kedua siswa tersebut yang mau keluar dari zona nyaman dan mencoba dunia seni pertunjukan.
“Sebagai wali kelas, ananda Kenando dan Fattan sudah berani mencoba hal baru selain bakat futsal yang mereka miliki, itu merupakan hal yang sangat luar biasa,” katanya.
Buk Aci menjelaskan, proses latihan yang dijalani kedua siswa terbilang sangat singkat.
Mereka hanya menjalani latihan intensif selama lima hari sebelum tampil di ajang FLS3N.
Namun, keterbatasan waktu tidak menjadi penghalang untuk memberikan penampilan terbaik.
“Mereka berani menampilkan mimik yang ekspresif, disiplin saat latihan, dan berani tampil di depan banyak orang adalah kebanggaan tersendiri buat saya sebagai wali kelas,” jelasnya.
Menurutnya, kemampuan Kenando dan Fattan dalam mengolah gerakan tubuh serta ekspresi wajah tanpa suara sudah cukup baik untuk ukuran pemula.
Pesan yang ingin disampaikan dalam penampilan mereka dinilai mampu diterima penonton dengan jelas.
“Hal itu sangat terlihat dari cara mereka mengolah mimik wajah dan gerak tubuh tanpa suara, tapi pesannya sampai ke penonton,” ungkap Buk Aci.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi kedua siswa untuk terus berkembang di dunia seni, khususnya pantomim.
“Saya bangga sekali karena ananda tidak hanya mengharumkan nama kelas, tapi juga sekolah. Semoga prestasi ini jadi langkah awal ananda untuk terus berkembang di dunia seni,” paparnya.
Pantomim Jadi Sarana Melatih Kepercayaan Diri
Lebih lanjut, Buk Aci juga mengajak seluruh siswa untuk tidak takut mencoba hal-hal baru yang dapat mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, bakat tidak akan terlihat jika seseorang tidak berani memulai.
“Jangan ragu untuk mencoba. Bakat itu muncul kalau kita berani mulai. Ibu guru akan selalu mendukung,” katanya.
Ia menilai seni pantomim bukan sekadar pertunjukan tanpa suara, tetapi juga sarana efektif untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri anak-anak.
Melalui seni gerak, siswa dapat belajar mengekspresikan emosi dan menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif.
“Jadikan pantomim ini sebagai cara melatih kepercayaan diri dan menyampaikan kebaikan,” ujarnya.
Buk Aci berharap Kenando dan Fattan tetap rendah hati dan terus rajin berlatih agar mampu meraih prestasi lebih tinggi di masa mendatang.
Ia optimistis keduanya dapat kembali mengikuti perlombaan pantomim di jenjang pendidikan berikutnya.
Sempat Gugup Saat Tampil di Panggung
Di balik keberhasilan tersebut, Kenando dan Fattan mengaku sempat merasa grogi ketika tampil di panggung FLS3N.
Apalagi, keduanya baru mengenal pantomim sekitar satu bulan sebelum lomba berlangsung.
Meski demikian, rasa gugup itu perlahan hilang setelah mereka mulai menampilkan gerakan dan ekspresi di depan penonton.
Kepercayaan diri yang dibangun selama latihan akhirnya membantu mereka menyelesaikan penampilan dengan baik.
“Walaupun kami baru, namun sudah ada target juara satu,” ujar keduanya.
Target tersebut memang belum berhasil diraih.
Namun, Kenando dan Fattan tetap bersyukur atas pencapaian Juara Harapan 1 yang mereka dapatkan di tengah ketatnya persaingan peserta dari berbagai sekolah di Kota Palembang.
“Alhamdulillah walaupun belum juara satu, kami bisa dapat Juara Harapan 1 karena memang persaingannya sangat ketat dan sekolah lain juga bagus semua,” tuturnya.
Ke depan, kedua siswa ini bertekad untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan di bidang pantomim.
Mereka berharap dapat kembali mengikuti perlombaan serupa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP nanti.
Prestasi yang diraih Kenando dan Fattan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berani mengeksplorasi bakat dan kemampuan diri.
Dukungan sekolah dan guru juga menjadi faktor penting dalam mendorong siswa tampil percaya diri dan berprestasi di berbagai bidang.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni pantomim masih memiliki daya tarik kuat sebagai media kreativitas dan pembentukan karakter anak.
Melalui gerakan sederhana tanpa suara, pesan positif tetap dapat tersampaikan dengan kuat kepada penonton.
Dengan semangat latihan dan dukungan dari sekolah, SDN 113 Palembang berharap dapat terus melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat kota maupun yang lebih tinggi lagi. (***)
0 Komentar