Musi Online https://musionline.co.id 14 May 2026 @15:28 28 x dibaca 
Lagi, Tongkang Batu Bara Hantam Struktur Jembatan Lalan di Muba Meski Sudah Ikuti Arahan Pandu.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Insiden tabrakan kapal tongkang kembali terjadi di kawasan Jembatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (13/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebuah tongkang bermuatan batu bara dilaporkan menghantam tiang shoring Jembatan Lalan di Desa Sukajadi P6, Kecamatan Lalan, akibat derasnya arus sungai yang membuat tongkang sulit dikendalikan.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan lalu lintas sungai di kawasan Jembatan Lalan yang sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan cukup serius akibat ditabrak kapal tongkang.
Meski dalam kejadian kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan infrastruktur jembatan serta aktivitas angkutan batu bara di Sungai Lalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula saat Tugboat Marina 2241 melakukan connect assist terhadap BG PS 8703 pada pukul 09.54 WIB.
Selanjutnya pada pukul 09.58 WIB, pandu JKA diketahui sudah berada di atas kapal untuk memandu proses pelayaran menuju lintasan jembatan.
Saat tongkang bergerak turun mendekati Jembatan Lalan, kapten kapal disebut telah mengikuti arahan dari pandu. Namun kondisi arus sungai yang saat itu sedang deras dan kencang membuat posisi tongkang sulit dikendalikan.
Akibat kuatnya dorongan arus, tongkang bermuatan batu bara tersebut terus bergerak hingga akhirnya menghantam tiang shoring sebelah kiri bagian hilir Jembatan JKA atau Jembatan Lalan.
Kapal yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui adalah Tongkang Pacific Star 8703 yang ditarik Tugboat Marina 2241. Tongkang itu mengangkut batu bara milik PT Gorby.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin, Yus Farizal, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, faktor utama penyebab tabrakan sementara diduga akibat kondisi arus sungai yang sangat deras sehingga tongkang kehilangan kendali saat mendekati area jembatan.
“Benar, kejadian terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Tongkang menabrak tiang shoring Jembatan Lalan. Informasi sementara akibat arus sungai yang deras sehingga tongkang tidak bisa lagi dikendalikan,” ujar Yus Farizal.
Menurutnya, pemerintah daerah akan segera mengambil langkah cepat dengan memanggil seluruh pihak terkait untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga menegaskan pentingnya upaya pemulihan kondisi jembatan agar tetap aman digunakan masyarakat.
“Scepatnyo pihak-pihak terkait akan kita panggil untuk pertanggungjawaban dan pemulihan ke kondisi awal,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti besaran kerugian akibat tabrakan tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dan perhitungan dari tim ahli untuk mengetahui tingkat kerusakan pada struktur jembatan maupun nilai kerugian material yang ditimbulkan.
Meski demikian, pihak terkait memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Awak kapal maupun petugas yang berada di lokasi dilaporkan selamat.
Insiden ini langsung menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga Kecamatan Lalan yang selama ini sangat bergantung pada akses Jembatan Lalan sebagai penghubung utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah warga mengaku khawatir apabila insiden serupa terus berulang karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jembatan dan mengganggu aktivitas transportasi di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak perusahaan angkutan batu bara dapat lebih memperketat pengawasan terhadap lalu lintas sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras.
Selain itu, evaluasi terhadap standar operasional pelayaran tongkang di kawasan Jembatan Lalan juga dinilai perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Jembatan Lalan sendiri merupakan salah satu infrastruktur vital di Kabupaten Musi Banyuasin yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Lalan dan sekitarnya. Karena itu, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting bagi distribusi barang, aktivitas masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas lalu lintas tongkang batu bara di Sungai Lalan memang cukup padat. Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri, terutama ketika debit air sungai meningkat dan arus menjadi lebih kuat.
Pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan operator kapal, perusahaan tambang, serta petugas pandu untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
Pengamat transportasi sungai menilai bahwa jalur perairan yang dilalui tongkang batu bara memang memiliki risiko tinggi apabila tidak diimbangi dengan sistem pengendalian yang ketat dan kesiapan teknis kapal yang memadai.
Karena itu, diperlukan pengawasan intensif terhadap kapasitas muatan, kondisi cuaca, arus sungai, hingga kesiapan tugboat pendamping sebelum kapal melintas di area jembatan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kondisi Jembatan Lalan masih dalam tahap pengecekan oleh pihak terkait guna memastikan tingkat keamanan struktur pasca-insiden.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah lanjutan sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan transportasi sungai harus menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas angkutan batu bara cukup tinggi seperti di Kabupaten Musi Banyuasin.
Dengan adanya evaluasi menyeluruh dan penegakan aturan yang lebih ketat, diharapkan kejadian tabrakan tongkang terhadap Jembatan Lalan tidak kembali terulang sehingga keselamatan masyarakat dan keberlangsungan infrastruktur daerah tetap terjaga. (***)
0 Komentar