Musi Online https://musionline.co.id 18 May 2026 @13:48 53 x dibaca 
Pengemudi Motor Terpental 7 Meter dan Nyaris Tewas Ditabrak Kereta Api di Muara Enim, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan.
Musionline.co.id, Muara Enim – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan kereta api kembali terjadi di Kabupaten Muara Enim.
Seorang pengendara motor dilaporkan mengalami luka serius setelah tertabrak Kereta Api (KA) Babaranjang di perlintasan rel kawasan Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan korban terpental sejauh kurang lebih tujuh meter dan mengalami luka berat di bagian kepala hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi setengah sadar atau koma.
Korban diketahui bernama Arwadi (47), warga Jalan Rumah Tumbuh RT 002 RW 010, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.
Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul GT berwarna hitam dengan nomor polisi BG 5980 ZA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu bermula ketika korban melintas dari arah Rumah Tumbuh menuju Jalan Lintas Sumatera ruas Prabumulih–Muara Enim.
Saat itu, Arwadi mengendarai sepeda motor seorang diri dan hendak melintasi jalur perlintasan rel kereta api di kawasan Rumah Tumbuh.
Namun nahas, ketika tiba di lokasi kejadian tepat di perlintasan kereta api Jalan Ade Irma Suryani, secara bersamaan melintas Kereta Api Babaranjang dari arah Tanjung Enim menuju Palembang.
Diduga karena kurang berhati-hati serta jarak yang sudah terlalu dekat dengan laju kereta api, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.
Kondisi sekitar lokasi yang disebut warga cukup gelap pada malam hari juga diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minimnya jarak pandang pengendara.
Akibat benturan keras tersebut, korban bersama sepeda motornya terpental ke sisi kiri rel dan terseret sejauh kurang lebih tujuh meter dari titik benturan.
Warga sekitar yang mendengar suara tabrakan langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.
Sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut mendengar suara benturan keras antara kendaraan roda dua dan kereta barang tersebut.
Dalam kondisi luka serius, korban ditemukan tergeletak di dekat area rel dengan luka pada bagian kepala dan sejumlah lecet di tubuh.
Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian segera melakukan tindakan cepat dengan memberikan pertolongan awal sembari menghubungi aparat kepolisian.
Tidak lama berselang, petugas dari Polres Muara Enim tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan situasi, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr HM Rabain Muara Enim untuk menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dialaminya.
Selain mengevakuasi korban, petugas kepolisian juga mengamankan kendaraan sepeda motor milik korban yang mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan keras dengan kereta api.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP M Andrian membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor dengan Kereta Api Babaranjang tersebut.
Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan, mengingat korban hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif.
“Benar, telah terjadi kecelakaan antara pengendara sepeda motor dengan Kereta Api Babaranjang yang menyebabkan pengendara mengalami luka-luka,” ujar AKP M Andrian saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan faktor utama penyebab kecelakaan lantaran korban masih berada dalam kondisi belum stabil dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, sebab korban masih koma sehingga belum bisa dimintai keterangan,” tambahnya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di perlintasan kereta api, terutama pada malam hari dan di lokasi dengan pencahayaan terbatas.
Pengendara diminta memastikan situasi aman sebelum melintasi rel, termasuk berhenti sejenak, memperhatikan suara maupun tanda keberadaan kereta api, serta tidak memaksakan melintas jika jarak kereta sudah terlalu dekat.
Perlintasan sebidang tanpa pengamanan maksimal kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas kereta barang maupun penumpang dengan frekuensi perjalanan cukup tinggi seperti di Kabupaten Muara Enim.
Masyarakat sekitar berharap adanya peningkatan pengamanan di sejumlah titik perlintasan rel kereta api, baik melalui penambahan lampu penerangan, rambu peringatan, hingga edukasi keselamatan berkendara agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Arwadi masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr HM Rabain Muara Enim. Kondisi korban terus dipantau tim medis, sedangkan kendaraan miliknya telah diamankan di Mapolres Muara Enim sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut. (***)
0 Komentar