Musi Online https://musionline.co.id 20 May 2026 @18:34 32 x dibaca 
Diduga Sopir Ambil Jalur Terlalu Pinggir, Mobil Pengantar MBG Nyungsep ke Anak Sungai di Muratara, Kerugian Ditaksir Rp8 Juta.
Musionline.co.id, Muratara – Mobil operasional pengantar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling ke anak sungai di wilayah Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Peristiwa ini terjadi saat kendaraan operasional yang digunakan untuk mendistribusikan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis baru saja menyelesaikan pengantaran dan tengah kembali menuju kantor operasional MBG di Desa Ketapat Bening.
Kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi akibat pengemudi mengambil jalur terlalu ke pinggir saat melintasi jembatan desa sehingga kendaraan kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling ke anak sungai di bawah jembatan.
Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Andri Firmansyah, menjelaskan bahwa kendaraan operasional program MBG yang dikendarai Hepsa (26) mengalami kecelakaan ketika melintas di jembatan Desa Ketapat Bening. Dugaan sementara, pengemudi kurang fokus saat berkendara sehingga posisi kendaraan terlalu ke sisi jalan.
“Kendaraan diduga terlalu ke pinggir saat melintas di atas jembatan, sehingga hilang keseimbangan dan menyebabkan mobil terguling ke anak sungai di bawah jembatan,” ujar Kapolsek.
Kronologi Mobil Pengantar MBG Nyungsep ke Anak Sungai
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut sebelumnya menjalankan tugas distribusi makanan bergizi gratis dari Desa Pauh menuju sejumlah titik pelayanan.
Setelah proses distribusi selesai, mobil operasional SPPG Ketapat Bening kembali menuju kantor MBG di Desa Ketapat Bening.
Namun ketika melintas di akses jembatan desa yang relatif sempit, kendaraan diduga kehilangan keseimbangan akibat posisi roda terlalu ke sisi jalan. Dalam hitungan detik, mobil kemudian terguling hingga masuk ke anak sungai yang berada di bawah jembatan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan sekaligus memastikan kondisi sopir. Beruntung, pengemudi diketahui dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka sedikit pun meskipun kendaraan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Insiden ini sempat menarik perhatian masyarakat sekitar karena kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan armada pendukung program distribusi Makanan Bergizi Gratis yang selama ini aktif melayani kebutuhan pangan siswa di wilayah tersebut.
Tidak Ada Korban Jiwa, Sopir Selamat Tanpa Luka
Meski kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup serius pada beberapa bagian, termasuk kaca depan yang pecah akibat benturan, pengemudi dipastikan selamat tanpa cedera.
Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut menjadi kabar melegakan mengingat posisi kendaraan terjatuh ke aliran anak sungai di bawah jembatan yang berpotensi menyebabkan risiko lebih besar.
Pihak kepolisian menyebut kondisi pengemudi stabil dan tidak membutuhkan penanganan medis serius setelah kejadian berlangsung.
Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp8 juta. Estimasi tersebut mencakup kerusakan pada bagian kaca depan kendaraan serta beberapa bagian bodi mobil yang terdampak saat terguling.
Walaupun demikian, aktivitas distribusi program Makanan Bergizi Gratis diharapkan tetap berjalan normal setelah dilakukan evaluasi operasional kendaraan dan prosedur keselamatan di lapangan.
Dugaan Penyebab Kecelakaan: Kurang Fokus Saat Melintas Jembatan Sempit
Menurut keterangan Kapolsek Rawas Ilir, dugaan awal penyebab kecelakaan mengarah pada faktor kelalaian atau kurang fokus saat berkendara di jalur yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Jembatan desa yang menjadi lokasi kejadian memiliki akses terbatas sehingga pengendara dituntut menjaga posisi kendaraan tetap stabil dan tidak terlalu mengambil sisi pinggir jalan.
Situasi jalan desa dan jembatan sempit memang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, terutama kendaraan roda empat yang membawa muatan atau melintas dalam mobilitas tinggi.
Karena itu, aparat kepolisian mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra, khususnya ketika berkendara di area yang memiliki ruang manuver terbatas.
“Diduga sopir kurang fokus dan terlalu ke pinggir saat melintas di atas jembatan sehingga hilang keseimbangan,” jelas Kapolsek.
Pihak kepolisian juga memastikan kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain.
Polisi Imbau Pengendara Lebih Waspada Saat Melintas Jalan dan Jembatan Desa
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, Kapolsek Rawas Ilir mengimbau masyarakat, baik pengendara roda dua maupun roda empat, untuk meningkatkan kehati-hatian saat berkendara.
Pengemudi diminta menjaga fokus, memperhatikan kondisi jalan, serta memastikan kendaraan tetap berada di jalur aman, khususnya ketika melintasi jalan desa dan jembatan sempit.
Imbauan ini dinilai penting mengingat banyak jalur penghubung antardesa di wilayah Muratara masih memiliki akses terbatas, tikungan sempit, maupun jembatan yang membutuhkan kehati-hatian ekstra.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tetap fokus terutama saat melintas di jalur sempit seperti jalan desa maupun jembatan,” tegas Kapolsek.
Peristiwa mobil pengantar MBG nyungsep ke anak sungai di Desa Ketapat Bening ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, termasuk dalam aktivitas pelayanan masyarakat seperti distribusi program Makanan Bergizi Gratis.
Kewaspadaan pengemudi, kondisi kendaraan yang layak jalan, serta kepatuhan terhadap prinsip keselamatan diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan, khususnya di wilayah pedesaan dengan infrastruktur jalan yang menuntut konsentrasi lebih tinggi. (***)
0 Komentar