Musi Online https://musionline.co.id 22 May 2026 @14:07 20 x dibaca 
Kanwil Kemenkum Sumsel Pantau Mutu Kopi Robusta Lahat, Jaga Reputasi Produk Indikasi Geografis dan Dukung Ekonomi Petani.
Musionline.co.id, Lahat - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Divisi Pelayanan Hukum melakukan pengawasan lapangan terhadap mutu produk Indikasi Geografis (IG) Kopi Robusta Lahat di Kabupaten Lahat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kualitas, reputasi, serta karakteristik khas kopi unggulan daerah tersebut tetap terjaga sesuai dokumen yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Pengawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan produk unggulan daerah yang memiliki identitas khas sekaligus nilai ekonomi tinggi.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sumsel ingin memastikan bahwa sertifikasi Indikasi Geografis tidak hanya menjadi pengakuan administratif, tetapi juga berdampak nyata terhadap kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan monitoring dilakukan langsung di wilayah sentra produksi kopi robusta Kabupaten Lahat dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Tim dari Kanwil Kemenkum Sumsel dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Yenni, bersama jajaran melakukan koordinasi bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat dan memberikan pembinaan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Robusta Lahat.
Dalam pelaksanaan pengawasan, pemerintah daerah menyampaikan bahwa keberadaan sertifikat Indikasi Geografis telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor kopi di Kabupaten Lahat. Produksi kopi robusta dinilai meningkat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk yang telah memperoleh pengakuan resmi.
Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat menjelaskan bahwa sertifikasi Indikasi Geografis menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing kopi robusta lokal.
Tidak hanya memberikan pengakuan terhadap asal-usul dan karakteristik produk, sertifikasi tersebut juga dinilai berdampak pada peningkatan pendapatan petani kopi di wilayah tersebut.
Selain fokus pada kualitas hasil produksi, MPIG Kopi Robusta Lahat saat ini juga tengah mengembangkan berbagai inovasi untuk memperluas manfaat ekonomi dari sektor kopi.
Salah satu program yang sedang dipersiapkan yakni pengembangan kawasan agrowisata dan kebun edukasi kopi yang akan dikerjakan bersama pemerintah daerah.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi mengenai budidaya kopi robusta khas Lahat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor wisata berbasis pertanian. Kehadiran agrowisata kopi diyakini dapat memperkenalkan lebih luas identitas kopi khas Lahat kepada masyarakat nasional maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Pengawasan lapangan selanjutnya dilakukan dengan meninjau langsung kawasan perkebunan kopi di wilayah Gumay Ulu, Kabupaten Lahat. Dalam kesempatan tersebut, tim Kanwil Kemenkum Sumsel berdialog langsung bersama kelompok tani untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi para petani di lapangan.
Gumay Ulu sebagai salah satu wilayah penghasil kopi robusta menjadi lokasi penting dalam pengawasan tersebut. Para petani menyampaikan sejumlah tantangan yang masih menjadi hambatan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Beberapa kendala yang disampaikan antara lain serangan penyakit tanaman kopi yang dapat menurunkan hasil produksi, keterbatasan fasilitas roasting atau pengolahan pascapanen, hingga masih terbatasnya akses pasar untuk memperluas distribusi produk kopi robusta khas Lahat.
Persoalan fasilitas roasting menjadi perhatian karena proses pengolahan yang baik sangat memengaruhi kualitas cita rasa kopi sebelum dipasarkan. Sementara itu, akses pasar yang lebih luas dinilai penting agar produk kopi robusta lokal mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sumsel, Alkana Yudha menegaskan bahwa pengawasan terhadap produk Indikasi Geografis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga hak kekayaan intelektual daerah.
Menurutnya, produk berbasis Indikasi Geografis tidak hanya berkaitan dengan identitas daerah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar apabila kualitasnya dijaga secara konsisten. Karena itu, pengawasan berkala diperlukan agar reputasi produk tetap terjaga di tengah persaingan pasar.
“Pengawasan ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga hak kekayaan intelektual daerah agar memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Alkana Yudha.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian menegaskan bahwa sertifikat Indikasi Geografis harus diiringi konsistensi dalam menjaga mutu produk.
Ia menilai bahwa pengakuan melalui sertifikat Indikasi Geografis akan memiliki nilai lebih apabila seluruh pemangku kepentingan, termasuk petani dan organisasi perlindungan produk, mampu mempertahankan standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Kopi Robusta Lahat merupakan aset unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kemenkum Sumsel akan terus mendampingi MPIG dan para petani agar kualitas serta reputasi kopi khas Lahat tetap terjaga dan semakin dikenal luas,” ujar Maju.
Keberadaan Kopi Robusta Lahat sebagai produk Indikasi Geografis dinilai menjadi salah satu aset strategis daerah yang tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan pengawasan yang konsisten, pembinaan kepada kelompok tani, serta penguatan ekosistem produksi hingga pemasaran, kopi khas Lahat diharapkan mampu semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Pengawasan yang dilakukan Kanwil Kemenkum Sumsel juga menunjukkan bahwa perlindungan terhadap kekayaan intelektual daerah tidak berhenti pada penerbitan sertifikat semata.
Lebih dari itu, pemerintah berupaya memastikan produk unggulan seperti Kopi Robusta Lahat tetap memiliki kualitas terjaga, reputasi yang kuat, serta manfaat ekonomi nyata bagi petani dan masyarakat sekitar. (***)
0 Komentar