Musi Online | Peringatan Harkitnas ke-118, UNSRI Tegaskan Pentingnya Literasi Digital dan Perlindungan Generasi Muda
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Peringatan Harkitnas ke-118, UNSRI Tegaskan Pentingnya Literasi Digital dan Perlindungan Generasi Muda

Musi Online
https://musionline.co.id 21 May 2026 @15:12
Peringatan Harkitnas ke-118, UNSRI Tegaskan Pentingnya Literasi Digital dan Perlindungan Generasi Muda
Peringatan Harkitnas ke-118, UNSRI Tegaskan Pentingnya Literasi Digital dan Perlindungan Generasi Muda.

Musionline.co.id, Ogan Ilir - Universitas Sriwijaya menegaskan pentingnya penguatan literasi digital serta perlindungan generasi muda dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. 
Penegasan tersebut disampaikan dalam upacara bendera yang digelar di Lapangan Rektorat Kampus Indralaya, Ogan Ilir, Rabu, 20 Mei 2026, dengan mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Momentum Harkitnas tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat kebangkitan bangsa tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga keberanian menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah derasnya transformasi digital dan arus informasi yang berkembang sangat cepat.
Upacara peringatan Harkitnas ke-118 di lingkungan UNSRI berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan. 
Bertindak sebagai pembina upacara, Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid yang menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola ruang digital yang sehat.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas kebangsaan. 
Semangat kebangkitan, menurut pidato yang dibacakan Rektor UNSRI, tetap relevan dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era teknologi digital saat ini.
“Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Rektor UNSRI saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI.
Kebangkitan Nasional dan Tantangan Era Digital
Peringatan Harkitnas ke-118 di lingkungan UNSRI juga menjadi refleksi terhadap tantangan baru yang dihadapi bangsa Indonesia. 
Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan dan menjaga batas wilayah negara, kini tantangan besar hadir dalam bentuk informasi, teknologi, hingga perlindungan generasi muda di ruang digital.
Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai memiliki makna mendalam karena menempatkan generasi muda sebagai aset strategis bangsa yang harus dijaga, didampingi, dan diberikan ruang tumbuh yang sehat. 
Dalam konteks modern, perlindungan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga dengan memastikan anak-anak dan remaja memiliki lingkungan digital yang aman serta mendukung perkembangan karakter.
Menurut sambutan tersebut, semangat menjaga tunas bangsa menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan tinggi seperti UNSRI. Perguruan tinggi dipandang memiliki peran penting dalam membangun budaya berpikir kritis, meningkatkan literasi digital, dan membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai kebangsaan.
Tidak hanya itu, peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari semangat persatuan serta kemampuan masyarakatnya untuk mandiri.
Kemandirian Bangsa Jadi Fondasi Negara Berdaulat
Dalam pidato yang dibacakan Rektor UNSRI, pemerintah menegaskan bahwa kemandirian bangsa menjadi salah satu pondasi utama menuju Indonesia yang kuat dan berdaulat. 
Semangat tersebut disebut sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang meyakini bahwa kekuatan negara tidak ditentukan oleh ketergantungan terhadap pihak luar, melainkan oleh kemampuan rakyat untuk bersatu dalam visi bersama.
“Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” ujar Rektor saat membacakan sambutan.
Disebutkan pula bahwa di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong berbagai program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Program-program tersebut, menurut sambutan itu, tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki kesiapan menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Perlindungan Anak di Ruang Digital Jadi Sorotan
Salah satu poin penting dalam pidato yang disampaikan pada peringatan Harkitnas ke-118 adalah langkah pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital.
Pemerintah disebut telah menerapkan penuh kebijakan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai upaya menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan sesuai usia tumbuh kembang anak.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah secara resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial serta platform digital dengan risiko tinggi sejak 28 Maret 2026.
“Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Rektor UNSRI.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan mental, keselamatan digital, serta perkembangan sosial generasi muda di tengah meningkatnya penggunaan internet dan media sosial oleh anak-anak maupun remaja.
UNSRI menilai peningkatan literasi digital menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses perlindungan generasi muda. Sebab, pemahaman terhadap etika digital, keamanan informasi, hingga kemampuan memilah informasi yang benar menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab.
Ajakan Perkuat Solidaritas dan Literasi Digital
Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 juga digunakan untuk mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan pembangunan dilakukan secara inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, masyarakat diingatkan untuk tidak terjebak dalam disinformasi maupun polarisasi sosial yang dapat melemahkan persatuan bangsa.
Bagi dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, tantangan tersebut menjadi panggilan untuk terus menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.
Menutup sambutannya, Rektor UNSRI menyampaikan pesan bahwa Kebangkitan Nasional merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa dan harus dimulai dari kesadaran individu yang kemudian tumbuh menjadi gerakan kolektif menuju Indonesia yang maju.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Jaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” tutupnya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top