Musi Online https://musionline.co.id 01 June 2026 @15:10 26 x dibaca 
Balita Jadi Korban Gigitan Anjing di Talang Sako Prabumulih, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak.
Musionline.co.id, Prabumulih – Peristiwa memilukan menimpa seorang balita di kawasan Talang Sako, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.
Balita tersebut mengalami luka serius setelah diduga digigit seekor anjing hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan mendapatkan tindakan medis berupa operasi.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat setelah unggahan mengenai kondisi korban viral di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, pihak keluarga mengungkapkan rasa sedih sekaligus kekhawatiran atas insiden yang menimpa anak mereka.
Luka yang dialami korban disebut cukup serius karena tidak hanya menyebabkan robekan pada kulit, tetapi juga mengakibatkan hilangnya sebagian jaringan daging sehingga korban harus menjalani penanganan medis lanjutan.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Talang Sako, Kelurahan Sukajadi, yang selama ini menurut sejumlah warga diketahui memiliki cukup banyak anjing berkeliaran di area permukiman.
Insiden ini memunculkan kembali kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan lingkungan, khususnya bagi anak-anak yang bermain di sekitar kawasan tersebut.
Dalam unggahan media sosial yang menjadi perhatian publik, keluarga korban meminta masyarakat lebih peduli terhadap persoalan keberadaan anjing yang berkeliaran tanpa pengawasan di lingkungan sekitar.
Mereka juga mempertanyakan tanggung jawab pihak yang dianggap lalai apabila anjing tersebut ternyata memiliki pemilik.
Keluarga korban menuliskan bahwa anak mereka mengalami luka cukup berat hingga membutuhkan operasi. Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada warga lain.
“Untuk masyarakat Talang Sako, stoplah memelihara anjing. Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab? Anak kami jadi korban dan harus dioperasi karena lukanya cukup dalam dan ada daging yang hilang,” tulis keluarga korban dalam unggahan yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Unggahan itu langsung menuai perhatian publik. Berbagai komentar memenuhi media sosial, mulai dari ungkapan simpati, doa kesembuhan bagi korban, hingga tuntutan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret terhadap persoalan anjing yang dianggap meresahkan warga.
Sebagian masyarakat menilai kejadian tersebut tidak boleh dipandang sebagai kasus biasa, mengingat korbannya masih balita dan mengalami luka cukup serius.
Mereka berharap adanya tindakan cepat untuk memastikan keamanan lingkungan sehingga warga tidak lagi merasa khawatir ketika beraktivitas di sekitar permukiman.
Selain menyampaikan kondisi korban, keluarga juga meminta perhatian aparat lingkungan serta pemerintah agar melakukan langkah penanganan terhadap anjing yang berkeliaran di kawasan tersebut.
“Tolong Babinsa, RT, RW dan dinas terkait. Tangkap anjing-anjing yang meresahkan masyarakat sebelum ada korban berikutnya. Tolong doakan kesembuhan anak kami,” tulis pihak keluarga dalam unggahan tersebut.
Permintaan itu mendapat dukungan dari sejumlah warga yang mengaku selama ini merasa terganggu dengan keberadaan anjing di sekitar Talang Sako dan Sukajadi.
Sebagian warga menyebut jumlah anjing yang berkeliaran cukup banyak dan kerap memasuki area permukiman tanpa diketahui siapa pemiliknya.
Di kolom komentar media sosial, beberapa warga bahkan menyampaikan pengalaman pribadi terkait gangguan serupa. Ada yang mengaku pernah dikejar anjing ketika melintas di kawasan tertentu, sementara sebagian lainnya menyebut hewan tersebut sering merusak atau membawa barang-barang milik warga.
“Bukan satu dua anjing itu, banyak sekali berkeliaran. Sandal saja sering hilang digigit dan dibawa anjing. Tidak tahu siapa pemiliknya karena tidak ada yang mengaku,” tulis salah satu akun media sosial.
Komentar lain juga menyebut bahwa persoalan anjing berkeliaran sebenarnya sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Namun, menurut warga, belum terlihat adanya penanganan yang benar-benar menyelesaikan masalah tersebut.
“Apa harus menunggu korban lagi? Beberapa tahun lalu saya pernah meminta agar persoalan ini diperhatikan karena banyak anjing berkeliaran di Sukajadi. Saya dan anak saya pernah dikejar anjing di daerah ini,” tulis warga lainnya.
Meski demikian, sebagian masyarakat juga menilai persoalan ini tidak serta-merta dapat dikaitkan hanya dengan keberadaan anjing liar.
Sejumlah warganet menyoroti pentingnya tanggung jawab pemilik hewan peliharaan agar tidak membiarkan anjing berkeliaran bebas di lingkungan padat penduduk tanpa pengawasan.
Menurut mereka, pemeliharaan hewan harus dilakukan secara bertanggung jawab, termasuk memastikan keamanan masyarakat sekitar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menanggapi viralnya kasus tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kota Prabumulih bergerak melakukan penelusuran langsung di lapangan guna memastikan informasi dan kondisi sebenarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Alpian SP, melalui Kepala Bidang Peternakan, Dwi Ema Ayu Rosnita SP MSi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kasus gigitan anjing yang menyebabkan seorang balita mengalami luka serius.
Menurut Ayu, tim gabungan dari Bidang Peternakan bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesehatan Masyarakat Veteriner (UPTD Kesmawet) telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian.
“Tim kami yang terdiri dari Bidang Peternakan dan UPTD Kesmawet sedang turun ke lapangan untuk melakukan kroscek terkait informasi tersebut. Nantinya tim akan berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan RT setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, proses penelusuran masih berlangsung untuk mengetahui apakah anjing yang diduga menggigit korban merupakan anjing liar atau hewan peliharaan yang memiliki pemilik.
Menurutnya, hasil identifikasi lapangan akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk upaya penanganan yang tepat sesuai kondisi di lokasi.
“Kami masih melihat hasil di lapangan terlebih dahulu. Apakah anjing tersebut merupakan anjing liar atau ada pemiliknya. Langkah selanjutnya akan ditentukan setelah proses identifikasi selesai dilakukan,” pungkasnya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap hewan peliharaan di lingkungan permukiman padat penduduk.
Selain faktor keamanan, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat gigitan hewan, termasuk pentingnya penanganan medis cepat untuk mencegah infeksi dan risiko penyakit tertentu.
Masyarakat kini berharap adanya solusi nyata dari pemerintah daerah bersama aparat lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terlebih ketika korban yang terdampak adalah anak-anak yang masih rentan terhadap risiko keselamatan di lingkungan tempat tinggal mereka. (***)
0 Komentar