Musi Online https://musionline.co.id 08 June 2026 @19:31 13 x dibaca 
Relima Perpusnas RI Lokus Muara Enim Luncurkan Gedebook, Satukan Pecinta Buku dari Berbagai Generasi.
Musionline.co.id, Muara Enim – Semangat literasi dan budaya membaca di Kabupaten Muara Enim terus menunjukkan geliat positif.
Hal tersebut terlihat dari peluncuran program Gedebook (Gerakan Diskusi dan Edukasi Buku) yang digagas oleh Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan perdana yang digelar di WD Coffee & Roastery Muara Enim pada Sabtu, 6 Juni 2026, berhasil mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan dalam satu ruang diskusi yang hangat, santai, dan penuh inspirasi.
Mengusung konsep membaca dan membahas buku bersama, Gedebook hadir sebagai wadah baru bagi masyarakat untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun ruang dialog yang inklusif.
Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menumbuhkan minat baca masyarakat serta memperluas akses literasi di Kabupaten Muara Enim.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang kaku dan formal, melainkan dapat dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan penuh interaksi.
Ruang Literasi yang Menyatukan Berbagai Generasi
Pelaksanaan Gedebook di lingkungan kafe memberikan nuansa berbeda dibandingkan kegiatan literasi pada umumnya. Para peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegiat literasi, pengelola taman baca dan teras baca, guru, karyawan BUMN, hingga anak-anak.
Keberagaman peserta tersebut menjadi bukti bahwa minat terhadap buku dan literasi masih tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya membaca, peserta juga diajak untuk berdiskusi, bertukar pandangan, dan berbagi pengalaman terkait buku yang dibahas.
Penggagas Gedebook, Derry Pangestu Ramadhan, S.I.Kom., selaku Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI Lokus Kabupaten Muara Enim, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan klub baca dan diskusi buku pertama yang diinisiasi secara terbuka di Kabupaten Muara Enim.
Menurutnya, Gedebook lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang literasi yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Melalui Gedebook, kami ingin menunjukkan bahwa membaca tidak harus dilakukan dalam suasana yang formal. Membaca bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, terbuka, dan membangun ruang dialog antarmasyarakat,” ujarnya.
Derry menilai tingginya antusiasme peserta menjadi indikator bahwa budaya membaca di Muara Enim masih memiliki tempat yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan media digital.
Menjadi Gerakan Literasi Berkelanjutan
Tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, Gedebook dirancang sebagai program yang akan terus dilaksanakan secara berkala. Tujuannya adalah membentuk kebiasaan positif membaca dan berdiskusi yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Derry menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan Gedebook menjadi gerakan literasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen agar Gedebook terus berjalan, berkembang, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Muara Enim. Harapannya, budaya membaca dan berdiskusi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama,” tambahnya.
Melalui kegiatan yang rutin dilaksanakan, Gedebook diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak budaya literasi di daerah. Selain meningkatkan minat baca, program ini juga dapat mendorong lahirnya komunitas pembaca aktif yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dukungan dari Pelaku Usaha dan Komunitas
Kesuksesan pelaksanaan Gedebook juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Robie Anugrah, pegiat kopi sekaligus pemilik WD Coffee Muara Enim yang menyediakan fasilitas dan ruang bagi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Robie mengaku bangga melihat tingginya semangat masyarakat Muara Enim terhadap kegiatan literasi. Menurutnya, literasi memiliki cakupan yang sangat luas dan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk edukasi yang kreatif serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan literasi berikutnya. Literasi tidak hanya soal buku, tetapi bisa juga dikembangkan menjadi literasi kopi dan berbagai bentuk edukasi lainnya. WD Coffee terbuka untuk menjadi ruang bertumbuhnya gagasan-gagasan positif bagi masyarakat,” ungkap Robie.
Dukungan dari pelaku usaha lokal ini menunjukkan bahwa pengembangan literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, tetapi dapat dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh elemen masyarakat.
Relima Perpusnas RI Perkuat Budaya Baca di Daerah
Derry Pangestu Ramadhan diketahui telah ditetapkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 98 tentang Penetapan Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026.
Sebagai Relima Lokus Kabupaten Muara Enim, ia memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan budaya baca, memperkuat gerakan literasi masyarakat, serta mendorong kemajuan perpustakaan dan taman baca masyarakat.
Secara nasional, terdapat 360 Relawan Literasi Masyarakat yang ditugaskan pada tahun 2026 untuk memperluas akses literasi dan meningkatkan kegemaran membaca di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelum menjalankan program Gedebook, Derry juga telah melakukan advokasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim, Shofyan Aripanca. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyambut baik kehadiran Relima dan menyatakan dukungan terhadap berbagai program yang bertujuan memajukan dunia literasi daerah.
Dukungan dari pemerintah daerah menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi antara komunitas, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Membuka Peluang Kolaborasi untuk Kemajuan Literasi
Ke depan, Relima Perpusnas RI Lokus Kabupaten Muara Enim membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi, maupun pelaku usaha yang ingin terlibat dalam pengembangan gerakan literasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang dapat meningkatkan minat baca, memperluas akses terhadap bahan bacaan, serta menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Melalui Gedebook, Kabupaten Muara Enim kembali membuktikan bahwa budaya membaca tidak pernah kehilangan tempatnya. Dari halaman-halaman buku yang dibaca bersama, diskusi yang berlangsung hangat, hingga secangkir kopi Semende yang dinikmati dalam suasana penuh kebersamaan, lahir harapan baru untuk membangun masyarakat yang lebih literat, kritis, kreatif, dan gemar belajar sepanjang hayat.
Peluncuran Gedebook menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi perkembangan literasi di Kabupaten Muara Enim. Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat kolaborasi yang kuat, program ini diharapkan mampu menjadi gerakan bersama yang menginspirasi masyarakat untuk terus membaca, berdiskusi, dan memperluas wawasan demi masa depan yang lebih baik. (***)
0 Komentar