Musi Online | 33 Siswa SD di Muara Enim Adu Kreativitas Storytelling Bahasa Merinem, Sampaikan Pesan Anti-Bullying
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

33 Siswa SD di Muara Enim Adu Kreativitas Storytelling Bahasa Merinem, Sampaikan Pesan Anti-Bullying

Musi Online
https://musionline.co.id 23 July 2026 @08:56
33 Siswa SD di Muara Enim Adu Kreativitas Storytelling Bahasa Merinem, Sampaikan Pesan Anti-Bullying
33 Siswa SD di Muara Enim Adu Kreativitas Storytelling Bahasa Merinem, Sampaikan Pesan Anti-Bullying.

Musionline.co.id, Muara Enim – Sebanyak 33 siswa Sekolah Dasar (SD) dan sederajat di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, unjuk kreativitas dalam Lomba Storytelling Bahasa Daerah Kabupaten Muara Enim atau Bahasa Merinem. 
Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.
Lomba storytelling tersebut berlangsung di Aula Kabupaten Layak Anak (KLA) DPPPA Kabupaten Muara Enim, Rabu, 22 Juli 2026.
Para peserta yang berasal dari berbagai sekolah menampilkan kemampuan bercerita menggunakan bahasa daerah dengan gaya dan kreativitas masing-masing.
Tidak hanya sekadar menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. 
Salah satu pesan yang ditekankan dalam penampilan para peserta adalah pentingnya menolak segala bentuk perundungan atau bullying di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menggunakan Bahasa Merinem, para siswa berusaha menghidupkan cerita melalui ekspresi, intonasi, penghayatan, serta kemampuan berbicara di depan publik. 
Penampilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan bahasa daerah kepada generasi muda di Kabupaten Muara Enim.
Kepala DPPPA Kabupaten Muara Enim, H Husin Aswadi SE MM, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli merupakan momentum penting untuk kembali mengingatkan seluruh pihak mengenai kewajiban memenuhi hak-hak anak.
Menurutnya, anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta mendapatkan perlindungan secara optimal. 
Karena itu, berbagai kegiatan yang melibatkan anak perlu diarahkan tidak hanya untuk memberikan ruang hiburan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan potensi dan pembentukan karakter.
"Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak akan pentingnya memenuhi hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan secara optimal," ujar Husin.
Ia menjelaskan, peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Muara Enim diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan dan perlombaan yang melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Lomba Storytelling bagi siswa SD kelas IV hingga VI, Lomba Vokal Solo tingkat SMP, Lomba Mewarnai bagi anak TK dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta Lomba Video Pencegahan Perkawinan Anak tingkat SMA.
Beragam perlombaan tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar dapat mengekspresikan kemampuan dan bakat yang mereka miliki. 
Selain itu, kegiatan juga diharapkan dapat membangun rasa percaya diri sekaligus memberikan pengalaman positif bagi tumbuh kembang anak.
"Melalui berbagai kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, serta berani berekspresi secara positif sesuai bakat dan minat yang dimiliki," kata Husin.
Storytelling Bahasa Merinem Jadi Wadah Pengembangan Bakat Anak
Husin menilai, Lomba Storytelling Bahasa Daerah Kabupaten Muara Enim memiliki sejumlah manfaat bagi perkembangan anak. Salah satunya adalah melatih kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan umum.
Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan diri anak sejak usia dini. Dengan tampil di hadapan juri dan peserta lainnya, anak-anak belajar mengatasi rasa gugup sekaligus menyampaikan cerita secara terstruktur dan menarik.
Selain kemampuan berbicara, kegiatan storytelling juga dapat membantu mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak. Peserta dituntut memahami cerita yang dibawakan, mengolah ekspresi, menggunakan intonasi yang sesuai, serta menyampaikan pesan kepada para penonton.
"Selain itu, mengembangkan imajinasi, kreativitas dan menumbuhkan minat baca serta budaya literasi sejak dini," beber Husin.
Menurutnya, budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga dapat dikembangkan melalui kemampuan memahami cerita, mengolah informasi, kemudian menyampaikannya kembali dalam bentuk komunikasi yang menarik.
Dalam konteks tersebut, penggunaan Bahasa Merinem dalam lomba storytelling juga memberikan nilai tambah tersendiri. Anak-anak tidak hanya belajar tampil dan bercerita, tetapi juga berkesempatan mengenal serta menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Kabupaten Muara Enim.
Pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan yang menyenangkan diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga anak-anak terhadap identitas budaya daerahnya. 
Dengan demikian, bahasa daerah tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat terus dikenal dan digunakan oleh generasi penerus.
Peserta Diminta Junjung Sportivitas
Kepala DPPPA Kabupaten Muara Enim H Husin Aswadi juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Ia meminta anak-anak untuk menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, kemenangan dalam sebuah perlombaan memang menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun, pengalaman mengikuti kompetisi juga merupakan bagian penting dari proses belajar dan perkembangan anak.
"Bagi yang berhasil meraih prestasi, jadikan keberhasilan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkarya. Sedangkan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena setiap pengalaman adalah proses belajar menuju keberhasilan di masa depan," pesannya.
Pesan tersebut menjadi penting agar anak-anak tidak hanya berorientasi pada hasil akhir perlombaan. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat menikmati proses, belajar dari pengalaman, berani tampil, serta membangun hubungan positif dengan teman-teman dari sekolah dan wilayah lain.
Peserta Datang dari Berbagai Kecamatan
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kabupaten Muara Enim, Hj Reni Anggraini SE MM, mengatakan sosialisasi perlombaan telah dilakukan di seluruh 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Sosialisasi dilakukan melalui surat resmi maupun media sosial. Setiap sekolah diberikan kesempatan untuk mengirimkan satu orang peserta dalam perlombaan tersebut.
Reni menyebutkan, antusiasme sekolah dan peserta terhadap rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional tahun ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari keikutsertaan siswa yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Muara Enim.
Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Muara Enim sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga datang dari sejumlah kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Beberapa di antaranya berasal dari wilayah Semende, Rambang, Lubai, hingga Empat Petulai Dangku.
"Jadi tidak hanya peserta dari Kecamatan Muara Enim, tetapi juga banyak yang datang dari kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari sekolah-sekolah," ungkap Reni.
Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan Hari Anak Nasional mendapatkan perhatian positif dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang dan wilayah untuk saling mengenal serta berbagi pengalaman.
Reni menambahkan, seluruh peserta yang mengikuti rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional nantinya akan diundang untuk menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Muara Enim.
Tidak hanya itu, para juara dari setiap cabang lomba juga akan diberikan kesempatan untuk tampil di acara puncak. Mereka dapat menunjukkan kembali bakat dan kemampuan yang telah ditampilkan selama mengikuti perlombaan.
"Para juara dari setiap cabang lomba juga akan diberi kesempatan untuk tampil dan menunjukkan bakatnya pada acara puncak tersebut," pungkasnya.
Dewan Juri Kompeten
Untuk memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif, Lomba Storytelling Bahasa Daerah Kabupaten Muara Enim melibatkan dewan juri dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Dewan juri terdiri dari Rosmalena SE MM dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muara Enim, Yulia Suryadini SPd dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, serta Ryan Putra Purnama dari unsur seniman.
Kehadiran dewan juri dari unsur perpustakaan, pendidikan dan kebudayaan, serta seniman diharapkan dapat memberikan penilaian secara menyeluruh terhadap kemampuan peserta. 
Aspek yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghafal atau menyampaikan cerita, tetapi juga kreativitas, ekspresi, penghayatan, kemampuan berkomunikasi, serta pesan yang disampaikan.
Melalui Lomba Storytelling Bahasa Merinem ini, DPPPA Kabupaten Muara Enim menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang yang aman dan positif bagi anak untuk berekspresi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat pemenuhan hak anak melalui aktivitas yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.
Di tengah tantangan perkembangan zaman, anak-anak membutuhkan lingkungan yang mampu mendukung tumbuh kembang mereka. Karena itu, kegiatan seperti lomba storytelling, vokal solo, mewarnai, hingga video pencegahan perkawinan anak diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif.
Semangat 33 siswa SD yang tampil dalam Lomba Storytelling Bahasa Merinem menjadi bagian dari perayaan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Muara Enim. 
Dari panggung sederhana tersebut, anak-anak tidak hanya belajar bercerita, tetapi juga belajar percaya diri, menghargai budaya daerah, mengembangkan kreativitas, dan menyuarakan pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying.
Dengan demikian, peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti pada seremoni semata. Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh perlindungan, serta memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mengekspresikan bakatnya secara positif. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top