Musi Online | Dugaan Suap Pengadaan Disdikbud Muara Enim, KPK Geledah 4 Lokasi Selama 11 Jam dan Amankan Sejumlah Dokumen
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Dugaan Suap Pengadaan Disdikbud Muara Enim, KPK Geledah 4 Lokasi Selama 11 Jam dan Amankan Sejumlah Dokumen

Musi Online
https://musionline.co.id 14 June 2026 @15:20
Dugaan Suap Pengadaan Disdikbud Muara Enim, KPK Geledah 4 Lokasi Selama 11 Jam dan Amankan Sejumlah Dokumen
Dugaan Suap Pengadaan Disdikbud Muara Enim, KPK Geledah 4 Lokasi Selama 11 Jam dan Amankan Sejumlah Dokumen.

Musionline.co.id, Muara Enim – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim. 
Dalam rangkaian penyidikan perkara tersebut, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan secara marathon di empat lokasi berbeda di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih 11 jam itu dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga berakhir sekitar pukul 19.00 WIB. 
Selama proses berlangsung, belasan penyidik KPK yang mendapat pengawalan dari personel Polres Muara Enim menyisir sejumlah lokasi strategis yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.
Empat lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan meliputi Kantor Bupati Muara Enim, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Rumah Dinas Bupati Muara Enim, serta rumah pribadi Abi Nurwardani.
Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik terlihat membawa sejumlah koper dan kardus yang diduga berisi dokumen penting maupun barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan di lingkungan Disdikbud Muara Enim.
KPK Periksa Sejumlah Ruangan Penting di Kantor Bupati
Penggeledahan pertama dilakukan di Kantor Bupati Muara Enim. Tim penyidik KPK memeriksa beberapa ruangan yang dinilai penting dalam proses penyidikan, di antaranya Ruang Kerja Bupati Muara Enim, Ruang Tunggu Bupati, serta Ruang Kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.
Selama sekitar empat jam, penyidik melakukan pemeriksaan dan pencarian dokumen yang dianggap relevan dengan kasus yang tengah diselidiki. Aktivitas penyidik mendapat perhatian sejumlah pegawai dan masyarakat yang berada di sekitar kompleks perkantoran tersebut.
Setelah menyelesaikan proses penggeledahan, tim KPK terlihat keluar dari gedung Kantor Bupati dengan membawa dua koper berwarna biru dan hitam serta satu kardus yang diduga berisi dokumen hasil penyitaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mengumpulkan alat bukti yang dapat memperjelas konstruksi perkara dugaan suap pengadaan di lingkungan Disdikbud Kabupaten Muara Enim.
Kantor Disdikbud Muara Enim Kembali Digeledah
Sementara itu, tim penyidik lainnya secara paralel melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Beberapa ruangan yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain Ruang Sekretaris, Ruang Perencanaan, Ruang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan.
Lokasi tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian KPK setelah dilakukan penyegelan pada Senin, 8 Juni 2026 lalu. Penyegelan tersebut diduga berkaitan erat dengan proses penyidikan yang sedang berlangsung.
Dalam penggeledahan kali ini, penyidik tampak membawa satu koper berwarna hitam dan tiga kardus yang diduga berisi dokumen administrasi, berkas pengadaan, maupun dokumen pendukung lainnya yang dianggap relevan dalam pengusutan perkara.
Pengumpulan dokumen dari Kantor Disdikbud menjadi salah satu langkah penting karena dugaan suap yang sedang diselidiki KPK berkaitan dengan proses pengadaan di lingkungan dinas tersebut.
Rumah Dinas Bupati Tak Luput dari Pemeriksaan
Usai melakukan penggeledahan di Kantor Bupati, tim KPK melanjutkan kegiatan ke Rumah Dinas Bupati Muara Enim sekitar pukul 13.00 WIB.
Penggeledahan berlangsung hampir dua jam dan berakhir sekitar pukul 14.50 WIB. Sejumlah penyidik terlihat keluar dari rumah dinas dengan membawa dua koper berwarna hitam dan biru serta dua kardus yang diduga berisi dokumen maupun barang bukti lainnya.
Kegiatan penggeledahan di rumah dinas tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik untuk menelusuri berbagai kemungkinan keterkaitan dokumen dan informasi yang dapat memperkuat proses penyidikan.
Meski demikian, hingga saat ini KPK belum merinci secara resmi isi dokumen maupun barang-barang yang diamankan dari lokasi tersebut.
Rumah Pribadi Abi Nurwardani dan Dua Kendaraan Ikut Diperiksa
Penggeledahan kemudian berlanjut ke rumah pribadi Abi Nurwardani sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi ini menjadi titik terakhir dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan KPK pada hari itu.
Selain melakukan pemeriksaan di dalam rumah, penyidik juga memeriksa dua kendaraan yang terparkir di lokasi, yakni satu unit Mitsubishi Pajero Sport dan satu unit Toyota Kijang Innova.
Pemeriksaan kendaraan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat dokumen, barang bukti, atau petunjuk lain yang memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan suap yang sedang ditangani.
Aktivitas penyidik di lokasi berlangsung hingga sore hari dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
KPK Bawa Sejumlah Koper dan Kardus
Secara keseluruhan, rangkaian penggeledahan yang dilakukan KPK di Kabupaten Muara Enim berlangsung selama kurang lebih 11 jam.
Dari empat lokasi yang diperiksa, penyidik terlihat membawa sejumlah koper dan kardus yang diduga berisi berbagai dokumen penting serta barang bukti lain yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses penyidikan.
Langkah penggeledahan ini menunjukkan keseriusan KPK dalam mengusut dugaan suap pengadaan di lingkungan Disdikbud Muara Enim. Dokumen-dokumen yang berhasil diamankan diyakini akan menjadi bagian penting dalam mengungkap alur perkara serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
Hingga berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah maupun rincian barang bukti yang diamankan dari hasil penggeledahan tersebut.
Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang menjelaskan bahwa pihak kepolisian hanya memberikan dukungan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, pengawalan dilakukan atas permintaan langsung dari KPK guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
"Ada permintaan pihak KPK ke Polres Muara Enim untuk pengawalan selama kegiatan di Muara Enim," ujar AKP RTM Situmorang.
Pihak kepolisian tidak terlibat dalam proses penyidikan maupun penggeledahan yang dilakukan KPK dan hanya menjalankan tugas pengamanan sesuai prosedur.
Dengan masih berlangsungnya proses penyidikan, publik kini menantikan perkembangan lebih lanjut terkait kasus dugaan suap pengadaan di lingkungan Disdikbud Kabupaten Muara Enim. KPK diperkirakan akan terus mendalami berbagai dokumen dan barang bukti yang telah diamankan guna mengungkap secara terang pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top