Musi Online https://musionline.co.id 19 June 2026 @19:26 8 x dibaca 
Hujan Deras Guyur Lubuklinggau, Puluhan Rumah Warga di Kelurahan Muara Enim Terendam Banjir.
Musionline.co.id, Lubuklinggau – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Lubuklinggau selama beberapa jam pada Kamis dini hari, 18 Juni 2026, menyebabkan banjir di sejumlah titik permukiman warga.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, di mana luapan sungai merendam puluhan rumah dan mengakibatkan kerugian materiil bagi masyarakat setempat.
Peristiwa banjir tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Lubuklinggau sejak pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB.
Curah hujan yang tinggi dalam waktu relatif singkat menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya meluap ke kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, sedikitnya 31 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir tersebut. Warga yang terdampak tersebar di tiga wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 02 sebanyak 18 KK, RT 06 sebanyak 10 KK, dan RT 07 sebanyak 3 KK yang seluruhnya berada di Kelurahan Muara Enim.
Luapan air yang datang secara tiba-tiba membuat warga harus bergerak cepat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Beberapa perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, hingga dokumen penting terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat genangan air.
Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Lubuklinggau Barat bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi terdampak banjir. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak sekaligus memastikan kondisi keamanan dan keselamatan masyarakat.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Adithita Bagus Arjunadi melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Zendra Kurniawan menjelaskan bahwa banjir yang terjadi dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam pada dini hari.
"Hujan lebat menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan hingga meluap ke kawasan permukiman warga di Kelurahan Muara Enim," ujar Iptu Zendra Kurniawan saat memberikan keterangan terkait kondisi banjir yang terjadi.
Menurutnya, meskipun puluhan rumah warga sempat terendam, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, sejumlah warga mengalami kerugian materiil akibat genangan air yang masuk ke dalam rumah dan merendam berbagai barang milik mereka.
Sebagai langkah cepat penanganan situasi, personel Polsek Lubuklinggau Barat bersama anggota Unit Intelkam langsung melakukan pengecekan ke rumah-rumah warga yang terdampak. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, mendata jumlah korban terdampak, serta memastikan tidak ada warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah sewaktu-waktu, kewaspadaan warga dinilai sangat penting terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Banjir yang melanda Kelurahan Muara Enim ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan yang berada di sekitar aliran sungai memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi ketika curah hujan meningkat.
Kondisi geografis tersebut membuat wilayah bantaran sungai menjadi salah satu daerah yang paling cepat terdampak ketika debit air mengalami kenaikan secara signifikan.
Warga setempat berharap adanya langkah antisipasi jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Beberapa warga menilai perlunya normalisasi sungai, peningkatan sistem drainase, serta upaya mitigasi bencana yang melibatkan berbagai pihak agar dampak banjir dapat diminimalkan.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan terakhir yang dilakukan petugas di lapangan, kondisi banjir mulai berangsur surut. Ketinggian air yang sebelumnya sempat menggenangi rumah warga perlahan mengalami penurunan seiring berhentinya hujan dan kembali normalnya aliran sungai.
Meski situasi mulai membaik, aparat kepolisian tetap mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca. Apabila terjadi hujan deras dalam durasi yang cukup lama, warga yang tinggal di dekat bantaran sungai diminta segera meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah evakuasi mandiri apabila debit air kembali naik secara mendadak.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah rawan banjir di Kota Lubuklinggau. Langkah ini penting guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat respons apabila terjadi bencana hidrometeorologi yang serupa di kemudian hari.
Dengan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa ini, masyarakat bersyukur kondisi dapat segera terkendali. Namun demikian, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan, baik oleh pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat secara umum. (***)
0 Komentar