Musi Online https://musionline.co.id 20 June 2026 @19:42 12 x dibaca 
KAI dan UNSRI Bahas Reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya, Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Baru Ogan Ilir.
Musionline.co.id, Palembang – Upaya menghidupkan kembali layanan Kereta Api Mahasiswa Kertalaya terus menunjukkan perkembangan positif.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Sosialisasi Rencana Reaktivasi Kereta Api Mahasiswa rute Kertapati–Indralaya (Kertalaya) di Hotel Emilia Palembang.
Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting setelah studi kelayakan atau feasibility study reaktivasi sarana dan prasarana Kereta Mahasiswa Kertalaya berhasil diselesaikan pada akhir tahun 2025.
Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga instansi terkait yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sistem transportasi publik di Sumatera Selatan.
FGD dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT KAI dan Universitas Sriwijaya yang terus mendorong hadirnya kembali layanan kereta api mahasiswa yang pernah menjadi salah satu moda transportasi andalan menuju Kampus UNSRI Indralaya.
Menurut Basyaruddin, reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya tidak hanya sekadar mengembalikan layanan transportasi yang pernah ada, tetapi harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.
"Kehadiran Kereta Mahasiswa Kertalaya akan memberikan manfaat besar bagi konektivitas antara Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir. Selain memudahkan mobilitas mahasiswa, layanan ini juga berpotensi menjadi sarana transportasi bagi masyarakat umum," ujarnya.
Tidak Hanya untuk Mahasiswa
Dalam paparannya, Basyaruddin menegaskan bahwa apabila layanan Kertalaya kembali beroperasi, penggunaannya tidak akan terbatas hanya bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya.
Menurutnya, aparatur sipil negara, pelaku usaha, pekerja, hingga masyarakat yang memiliki aktivitas rutin antara Palembang dan Ogan Ilir juga dapat memanfaatkan moda transportasi tersebut.
Keberadaan kereta api sebagai transportasi massal dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
Lebih jauh, ia menilai reaktivasi Kertalaya berpotensi mendorong percepatan pertumbuhan wilayah Ogan Ilir sebagai daerah penyangga Kota Palembang.
Konsep tersebut, menurutnya, dapat mencontoh perkembangan kawasan Depok yang tumbuh pesat sebagai penyangga Jakarta karena didukung sistem transportasi yang baik.
"Jika konektivitas semakin baik, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas, berinvestasi, dan mengembangkan usaha di wilayah Ogan Ilir," katanya.
Transportasi dan Pertumbuhan Ekonomi Harus Berjalan Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Basyaruddin juga menekankan bahwa peningkatan akses transportasi harus dibarengi dengan pengembangan kawasan ekonomi baru.
Ia menilai keberadaan kereta api akan semakin efektif apabila didukung oleh pusat perdagangan, kawasan investasi, layanan publik, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang mampu menciptakan pergerakan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, akses transportasi yang mudah dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk tinggal, bekerja, maupun membuka usaha di kawasan Indralaya.
"Kalau akses transportasinya baik dan fasilitas pendukungnya tersedia, masyarakat akan memiliki alasan untuk tinggal dan beraktivitas di Indralaya. Ini akan menjadi penggerak ekonomi baru bagi Ogan Ilir," tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proyek reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya tidak hanya memiliki nilai transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi regional.
Hasil Studi Kelayakan Telah Rampung
Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Usaha (BPU) UNSRI, Prof. Zulkipli Dahlan, DEA, menjelaskan bahwa studi kelayakan reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya telah selesai dilaksanakan pada Desember 2025.
Melalui FGD yang digelar saat ini, pihaknya ingin menyampaikan hasil kajian kepada seluruh pemangku kepentingan sekaligus menghimpun berbagai masukan guna menyempurnakan rencana implementasi proyek tersebut.
Menurut Prof. Zulkipli, forum diskusi ini menjadi wadah untuk membahas berbagai aspek penting yang berkaitan dengan operasional kereta api, termasuk potensi manfaat, tantangan, dan dampak yang mungkin muncul apabila layanan kembali dijalankan.
Selain itu, diskusi juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pihak terkait.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek telah dipertimbangkan dengan baik sehingga reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya nantinya benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat," ujarnya.
Bahas Pengembangan Jangka Panjang
Tidak hanya membahas operasional awal, FGD juga mengulas berbagai peluang pengembangan jangka panjang yang dapat mendukung keberhasilan layanan kereta api tersebut.
Salah satu pembahasan penting adalah peningkatan akses dari Stasiun Kertapati menuju Kampus UNSRI Indralaya agar perjalanan pengguna menjadi lebih efektif dan terintegrasi.
Selain itu, muncul pula pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan trase atau jalur baru yang dinilai lebih efisien dan mampu menjangkau kebutuhan mobilitas masyarakat di masa mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga dirancang untuk mendukung perkembangan kawasan dalam jangka panjang.
Diharapkan Menjadi Transportasi Modern dan Berkelanjutan
Wakil Rektor IV Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah, M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan studi kelayakan maupun pelaksanaan FGD.
Menurutnya, kajian yang dilakukan telah mempertimbangkan berbagai faktor penting, mulai dari kebutuhan pengguna, aspek keselamatan, kelayakan operasional, efisiensi layanan, hingga dukungan para pemangku kepentingan.
Ia berharap hasil diskusi yang melibatkan pemerintah, PT KAI, akademisi, dunia usaha, dan berbagai instansi terkait dapat menghasilkan rekomendasi terbaik sebagai pijakan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Prof. Joni optimistis bahwa Kereta Mahasiswa Kertalaya dapat menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik modern di Sumatera Selatan.
Selain mendukung mobilitas civitas akademika Universitas Sriwijaya, kehadiran kereta api tersebut juga diyakini mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat konektivitas regional.
Dengan selesainya studi kelayakan dan semakin intensifnya koordinasi lintas sektor, harapan untuk melihat kembali Kereta Mahasiswa Kertalaya melayani perjalanan antara Kertapati dan Indralaya kini semakin terbuka.
Jika terealisasi, layanan ini tidak hanya menjadi solusi transportasi publik, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Ogan Ilir dan kawasan sekitarnya. (***)
0 Komentar