Musi Online https://musionline.co.id 03 July 2026 @18:43 20 x dibaca 
Rumah Petani Lansia di Rantau Alai Ogan Ilir Roboh Akibat Lapuk Dimakan Usia, Korban Mengungsi ke Masjid.
Musionline.co.id, Ogan Ilir – Sebuah rumah milik seorang petani lanjut usia di Dusun I, Desa Kelampaian, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (01/07/2026) tersebut mengakibatkan bagian dapur rumah ambruk, sementara bagian depan bangunan kini dalam kondisi miring dan berpotensi ikut roboh.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Korban diketahui bernama Masinah (61), seorang petani yang telah lama menempati rumah tersebut bersama keluarganya. Setelah kejadian, Masinah bersama anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke Masjid Rodatul Mutakim yang berada tidak jauh dari lokasi rumah demi menjaga keselamatan mereka.
Polisi Bergerak Cepat Setelah Menerima Laporan
Sesaat setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai robohnya rumah tersebut, personel Polsek Rantau Alai bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan serta mengamankan area di sekitar rumah agar tidak membahayakan warga sekitar. Langkah cepat tersebut dilakukan mengingat bagian depan rumah masih berdiri, namun kondisinya sudah miring dan dikhawatirkan dapat roboh sewaktu-waktu.
Selain melakukan pengecekan, aparat kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan demi menghindari risiko kecelakaan.
Bangunan Sudah Tua dan Tidak Layak Huni
Kapolsek Rantau Alai, IPTU Muhammad Ibnu Irfan, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan penyebab utama robohnya rumah diduga akibat kondisi bangunan yang sudah sangat tua dan material kayu yang telah lapuk dimakan usia.
Menurutnya, rumah tersebut memang sudah tidak layak dihuni karena kekuatan struktur bangunan terus menurun seiring bertambahnya usia bangunan.
"Dari hasil pengecekan di lokasi, penyebab robohnya rumah diduga karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta," ujar IPTU Muhammad Ibnu Irfan.
Ia menambahkan bahwa bagian dapur menjadi lokasi kerusakan paling parah hingga ambruk seluruhnya. Sementara bagian depan rumah masih bertahan, tetapi posisinya sudah mengalami kemiringan sehingga memiliki risiko tinggi mengalami keruntuhan susulan apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Korban Mengungsi Demi Keselamatan
Sebagai langkah antisipasi, keluarga Masinah tidak lagi menempati rumah tersebut. Mereka untuk sementara waktu mengungsi ke Masjid Rodatul Mutakim yang berada di sekitar desa.
Keputusan mengungsi diambil demi menghindari kemungkinan terjadinya roboh susulan pada bagian depan rumah yang hingga kini masih berdiri namun dalam kondisi tidak stabil.
Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian dan masyarakat sekitar yang turut membantu proses evakuasi barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan.
Warga berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait agar korban dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.
Polisi Imbau Warga Tetap Waspada
Polsek Rantau Alai juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian agar meningkatkan kewaspadaan.
Rumah-rumah yang berada berdampingan dengan bangunan milik Masinah diminta untuk tidak berada terlalu dekat dengan sisi bangunan yang berpotensi roboh.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan guna menghindari kemungkinan adanya korban apabila sisa bangunan mengalami keruntuhan.
Petugas juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun kepolisian apabila menemukan bangunan lain yang sudah tua dan berpotensi membahayakan penghuni maupun lingkungan sekitar.
Pentingnya Pemeriksaan Kondisi Rumah Secara Berkala
Peristiwa robohnya rumah di Desa Kelampaian menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal, khususnya rumah-rumah yang telah berusia puluhan tahun.
Bangunan yang menggunakan material kayu umumnya mengalami penurunan kekuatan apabila tidak mendapatkan perawatan secara berkala. Kondisi cuaca, kelembapan, rayap, hingga usia material dapat mempercepat proses pelapukan sehingga meningkatkan risiko roboh.
Pemeriksaan terhadap tiang penyangga, rangka atap, lantai, maupun dinding perlu dilakukan secara rutin agar kerusakan dapat diketahui lebih awal sebelum menimbulkan kejadian yang membahayakan penghuni.
Warga Berharap Ada Bantuan Perbaikan Rumah
Musibah yang dialami Masinah juga mengetuk kepedulian masyarakat sekitar. Sejumlah warga berharap korban mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, instansi terkait maupun para dermawan agar dapat kembali memiliki rumah yang layak huni.
Sebagai seorang petani lansia, kemampuan ekonomi korban dinilai cukup terbatas sehingga proses pembangunan kembali rumah diperkirakan akan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Semangat gotong royong masyarakat Desa Kelampaian diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban sembari menunggu adanya bantuan dari pemerintah maupun lembaga sosial.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penghuni harus menjadi prioritas utama.
Pemeriksaan kondisi rumah secara berkala, terutama pada bangunan yang telah berusia tua, sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan struktur.
Dengan adanya kepedulian masyarakat, aparat, dan pemerintah, diharapkan keluarga Masinah dapat segera memperoleh bantuan sehingga dapat kembali menempati rumah yang aman, nyaman, dan layak huni. (***)
0 Komentar