Musi Online https://musionline.co.id 08 June 2026 @19:27 12 x dibaca 
OKU Timur Luncurkan Empat Inovasi Literasi Daerah dan Gelar Lomba Bertutur, Perkuat Budaya Membaca Sejak Dini.
Musionline.co.id, OKU Timur – Pemerintah Kabupaten OKU Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten OKU Timur yang dirangkaikan dengan peluncuran empat inovasi literasi daerah di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca di kalangan pelajar, program tersebut juga menyasar keluarga, sekolah, hingga masyarakat desa agar budaya membaca dapat tumbuh dan berkembang secara merata.
Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Di balik itu, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan jangka panjang.
Salah satu pondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul adalah budaya membaca dan literasi yang kuat sejak usia dini.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur menyadari bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan literasi. Di antaranya masih adanya sekolah yang belum memiliki perpustakaan yang memadai, terbatasnya akses masyarakat desa terhadap bahan bacaan, serta perlunya membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.
Sebagai bentuk solusi atas berbagai tantangan tersebut, Pemkab OKU Timur meluncurkan empat inovasi literasi daerah yang dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Keempat inovasi tersebut meliputi SEHATI SEPUSTAKA (Satu Sekolah Satu Perpustakaan), GERBANG LITERASI DESA, GERISA (Gerakan Literasi untuk Semua), dan PELITA KELUARGA (Penguatan Literasi Keluarga).
Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., mengatakan bahwa gerakan literasi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata. Menurutnya, penguatan literasi harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan keluarga, lingkungan masyarakat, hingga pemerintah desa.
“Literasi adalah investasi masa depan. Ketika anak-anak terbiasa membaca, mereka akan memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan berpikir yang lebih baik, serta karakter yang kuat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam membangun budaya literasi,” ujarnya.
Melalui program SEHATI SEPUSTAKA, pemerintah daerah mendorong setiap sekolah di Kabupaten OKU Timur memiliki perpustakaan yang layak dan mudah diakses oleh peserta didik. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat belajar, pusat informasi, dan ruang pengembangan kreativitas siswa.
Sementara itu, program GERBANG LITERASI DESA hadir sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Program ini mengembangkan pojok baca yang selama ini ada di sejumlah desa menjadi perpustakaan desa yang lebih representatif dan mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.
Keberadaan perpustakaan desa diharapkan dapat menjadi sarana belajar sepanjang hayat bagi warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Dengan semakin mudahnya akses terhadap buku dan informasi, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
Tidak hanya berfokus pada sekolah dan desa, Pemkab OKU Timur juga menghadirkan program PELITA KELUARGA yang menempatkan keluarga sebagai pusat penguatan budaya literasi. Program ini mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak dalam kegiatan membaca sejak dini.
Melalui PELITA KELUARGA, orang tua didorong untuk menyediakan ruang baca sederhana di rumah, meluangkan waktu membaca bersama anak, membiasakan kegiatan mendongeng, serta membangun penggunaan teknologi digital yang sehat dan produktif.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan kebiasaan anak. Dengan dukungan keluarga, budaya membaca akan lebih mudah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain peluncuran inovasi literasi, kegiatan ini juga diramaikan dengan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang diikuti oleh 100 siswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Lomba bertutur bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang. Kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum.
Melalui lomba tersebut, para peserta juga diajak untuk mengenal dan melestarikan cerita rakyat daerah yang mengandung banyak nilai moral, budaya, serta kearifan lokal. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memahami identitas budaya daerahnya sendiri.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur, Dr. H. Sopiyan Hadi, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa penguatan literasi merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan sangat menentukan masa depan daerah.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki budaya membaca yang baik akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman, lebih kreatif dalam mencari solusi, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi.
“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, dan menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program literasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, sekolah, desa, keluarga, komunitas, dan masyarakat luas. Dengan sinergi tersebut, berbagai program yang telah diluncurkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata.
Melalui peluncuran empat inovasi literasi daerah serta penyelenggaraan Lomba Bertutur, Pemerintah Kabupaten OKU Timur menunjukkan keseriusannya dalam membangun generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Literasi kini tidak lagi dipandang sebagai program sesaat atau kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, literasi telah menjadi gerakan bersama yang bertujuan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempercepat kemajuan daerah.
Dengan fondasi literasi yang semakin kuat, Kabupaten OKU Timur optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan. (***)
0 Komentar