Musi Online | Kecelakaan Maut di Jalan Hauling Muratara, Truk Batu Bara Tabrak Truk di Depannya, Sopir Tewas Terjepit Kabin
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Kecelakaan Maut di Jalan Hauling Muratara, Truk Batu Bara Tabrak Truk di Depannya, Sopir Tewas Terjepit Kabin

Musi Online
https://musionline.co.id 15 July 2026 @13:29
Kecelakaan Maut di Jalan Hauling Muratara, Truk Batu Bara Tabrak Truk di Depannya, Sopir Tewas Terjepit Kabin
Kecelakaan Maut di Jalan Hauling Muratara, Truk Batu Bara Tabrak Truk di Depannya, Sopir Tewas Terjepit Kabin.

Musionline.co.id, Muratara – Kecelakaan maut yang melibatkan dua unit truk pengangkut batu bara terjadi di jalan hauling atau jalur operasional khusus angkutan batu bara di kawasan Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Selasa (14/7/2026). 
Insiden tragis tersebut mengakibatkan seorang sopir truk bernama Dodi meninggal dunia setelah terjepit di dalam kabin kendaraan yang ringsek akibat benturan keras.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian karena kecelakaan di jalur hauling batu bara masih menjadi salah satu risiko tinggi bagi para pekerja sektor transportasi tambang. 
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan korban.
Truk Batu Bara Tabrak Kendaraan di Depannya
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat truk batu bara yang dikemudikan korban melaju di jalan hauling kawasan Rawas Ilir. 
Diduga, truk yang dikendarai korban menabrak bagian belakang truk batu bara lain yang berada tepat di depannya.
Benturan yang terjadi berlangsung sangat keras hingga membuat bagian depan truk korban mengalami kerusakan parah. 
Kabin kendaraan remuk dan menghimpit tubuh korban sehingga ia tidak sempat menyelamatkan diri.
Rekan-rekan korban bersama warga sekitar berupaya memberikan pertolongan. 
Namun kondisi kabin yang rusak berat membuat proses penyelamatan tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat dan terjepit di dalam kabin kendaraan.
Proses Evakuasi Berlangsung Sulit
Petugas yang datang ke lokasi harus bekerja ekstra untuk mengevakuasi korban dari dalam kabin truk yang ringsek. 
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena besarnya kerusakan pada bagian depan kendaraan.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju rumah duka di Kecamatan Rawas Ulu untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Suasana duka menyelimuti keluarga korban yang tidak menyangka musibah tersebut merenggut nyawa Dodi saat menjalankan pekerjaannya sebagai sopir angkutan batu bara.
Polisi Sebut Masuk Kategori Kecelakaan Kerja
Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Abdul Karim menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tidak ditangani sebagai perkara kecelakaan lalu lintas karena lokasi kejadian berada di jalan hauling atau jalur operasional khusus perusahaan.
Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang berlaku, insiden yang terjadi di jalur operasional tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan kerja sehingga penanganannya dilakukan oleh jajaran Reserse Kriminal Polsek Rawas Ilir.
"Untuk kecelakaan itu tidak masuk penanganan Unit Laka Lantas karena lokasinya berada di jalan hauling. Penanganannya masuk ke Reskrim Polsek Rawas Ilir sebagai kategori kecelakaan kerja. Meski demikian, kami tetap mencari informasi dan membantu melakukan penyelidikan. Informasi sementara, satu orang meninggal dunia," ujar AKP M Abdul Karim, Selasa (14/7/2026).
Meski bukan merupakan kewenangan Unit Laka Lantas, pihak kepolisian tetap memberikan dukungan dalam proses penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Polisi Lakukan Olah TKP
Sementara itu, Kapolsek Rawas Ilir Iptu Andri Firmansyah membenarkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan seorang sopir meninggal dunia tersebut.
Ia mengatakan personel kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti-bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Menurutnya, proses penanganan sempat mengalami kendala karena lokasi kecelakaan berada di kawasan hauling yang cukup jauh dari permukiman dan memiliki keterbatasan jaringan komunikasi.
"Benar, anggota masih berada di TKP. Kami sedikit mengalami kendala karena lokasi kejadian sulit mendapatkan sinyal komunikasi. Anggota berangkat ke lokasi sekitar pukul 11.00 WIB," jelas Iptu Andri Firmansyah.
Kondisi geografis lokasi yang cukup terpencil membuat koordinasi di lapangan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan penanganan kecelakaan di jalan umum.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan faktor utama penyebab kecelakaan tersebut.
Beberapa kemungkinan masih menjadi bahan penyelidikan, mulai dari dugaan kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan, jarak aman antartruk, hingga faktor teknis lainnya yang mungkin memengaruhi terjadinya tabrakan.
Seluruh hasil pemeriksaan di lokasi akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan sekaligus memastikan apakah terdapat unsur kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Polisi juga akan mengumpulkan dokumen pendukung serta memeriksa kendaraan yang terlibat guna memperoleh gambaran lengkap mengenai insiden tersebut.
Jalan Hauling Memiliki Risiko Tinggi
Jalan hauling merupakan jalur operasional khusus yang digunakan untuk mengangkut hasil tambang, termasuk batu bara. Jalur ini berbeda dengan jalan umum karena hanya diperuntukkan bagi kendaraan operasional perusahaan.
Meski demikian, aktivitas kendaraan berat yang beroperasi hampir tanpa henti membuat potensi kecelakaan tetap tinggi apabila pengemudi tidak menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak.
Kecelakaan di jalur hauling juga sering kali memiliki dampak fatal mengingat kendaraan yang digunakan memiliki ukuran besar dengan muatan yang sangat berat.
Karena itu, aspek keselamatan kerja menjadi perhatian utama bagi seluruh perusahaan yang mengoperasikan armada angkutan batu bara, termasuk memastikan pengemudi memperoleh waktu istirahat yang cukup, kendaraan menjalani perawatan berkala, serta penerapan standar operasional keselamatan dilakukan secara konsisten.
Polisi Imbau Prioritaskan Keselamatan
Peristiwa yang merenggut nyawa Dodi menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku usaha pertambangan dan operator angkutan batu bara agar terus meningkatkan budaya keselamatan kerja.
Penerapan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi, pengawasan terhadap kondisi fisik pengemudi, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko kecelakaan di jalur hauling.
Sementara itu, aparat kepolisian memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab pasti kecelakaan dapat diketahui.
Hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum maupun rekomendasi yang diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi duka bagi dunia transportasi tambang di Kabupaten Musi Rawas Utara, mengingat satu nyawa melayang saat menjalankan aktivitas pekerjaan di jalur operasional angkutan batu bara. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top