Musi Online | Projo Sumsel : Pancasila Merupakan Titik Temu Perbedaan dan Keragaman
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Projo Sumsel : Pancasila Merupakan Titik Temu Perbedaan dan Keragaman

Musi Online
https://musionline.co.id 02 June 2021 @10:20
Projo Sumsel : Pancasila Merupakan Titik Temu Perbedaan dan Keragaman
Ketua DPD Projo Sumsel H. Hidayat Comsu

Musionline.co.id, Palembang – Ketua DPD Projo Sumatera Selatan (Sumsel), H. Hidayat Comsu mengajak masyarakat Sumsel untuk kembali mengikhtiarkan diri kepada Pancasila.  Sebagaimana diungkapkan Ketua Umum (Ketum) Projo Budi Arie Setiadi, bahwa Pancasila adalah sebagai pedoman, ide penuntun yang akan memperkokoh pondasi dan peradaban sebagai bangsa yang besar dan berdaulat.

Menurut Hidayat Comsu, dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka Projo Sumsel memiliki suatu keyakinan bahwa bangsa Indonesia terutama di Sumsel akan jauh berkembang dan maju, serta mampu memberikan sumbangan dalam peradaban dunia sekaligus peradaban manusia, karena Sumsel  penuh dengan keragaman.

“Marilah kita secara bersama-sama mendukung program pemerintah, khususnya program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel guna mewujudkan Sumsel Maju untuk Semua, sebagaimana visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel” tegasnya, Selasa (1/6/2021).

Pria yang akrab disapa Comsu ini menambahkan, perbedaan dan keragaman suku, ras dan budaya yang ada di Sumsel membuat keunikan tersendiri. Walau demikian perbedaan dan keraagaman tersebut, semuanya dipayungi sekaligus didasari oleh Pancasila.

Sebuah ikatan yang menyatukan semua. Sebuah keharusan bagi kemajemukan kita dalam berbangsa dalam satu ikatan Bhinneka Tunggal Ika “berbeda tetapi satu”.

“Pancasila adalah payung yang “satu” untuk mengayomi yang “beragam” atau yang bhinneka. Bhinneka ini adalah representasi dari wajah negara-bangsa yang didasarkan pada sejumlah perbedaan tata-sosial dan kultural,” tegasnya lagi.

Pancasila merupakan titik temu dari perbedaan dan keragaman. Titik temu yang memayungi dan memberi pijakan, bukan titik temu yang mensub-ordinasi.

“Relasi sub-ordinasi bukanlah relasi yang ditampilkan oleh Bhinneka dan Pancasila, melainkan relasi yang mutualis yang saling memperkaya, bukan saling meniadakan,” tutupnya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top