Musi Online https://musionline.co.id 18 May 2025 @21:02 1985 x dibaca 
ST Burhanuddin Dikabarkan Bakal Diganti, Ini Calon Kuat Pengganti Jaksa Agung.
Musionline.co.id, Jakarta - Jagat hukum tanah air kembali diwarnai kabar mengejutkan.
Sanitiar Burhanuddin atau yang lebih dikenal dengan ST Burhanuddin, Jaksa Agung Republik Indonesia, dikabarkan akan segera pensiun dan digantikan oleh sosok baru dalam waktu dekat.
Isu ini mencuat di tengah suasana politik dan hukum nasional yang tengah panas, dan menarik perhatian publik serta berbagai kalangan profesional hukum.
Menurut sumber yang beredar di sejumlah media, sosok yang disebut-sebut bakal menggantikan posisi strategis tersebut adalah Leonard Eben Ezer Simanjuntak, seorang jaksa senior yang memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman bertugas di berbagai daerah strategis.
Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana Negara maupun Kejaksaan Agung terkait kebenaran kabar tersebut.
Situs resmi Kejaksaan Agung RI juga belum memuat pengumuman atau rilis apapun mengenai rencana pergantian pimpinan tersebut.
Namun, informasi ini sudah menyebar luas di kalangan wartawan dan komunitas hukum sejak Minggu, 18 Mei 2025.
Redaksi berbagai media nasional pun mulai menggali informasi dari berbagai narasumber untuk memastikan validitas kabar tersebut.
Profil Lengkap ST Burhanuddin: Jaksa Agung dari Majalengka
Sanitiar Burhanuddin lahir di Majalengka, Jawa Barat, pada 17 Juli 1954.
Ia adalah lulusan Fakultas Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang dan dikenal sebagai sosok yang tegas dan konsisten dalam penegakan hukum.
Kariernya dimulai pada 1989 sebagai staf Kejaksaan Tinggi di Jambi.
Dari sana, ia perlahan tapi pasti meniti tangga karier di institusi Kejaksaan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Bangko (Jambi) dan Cilacap.
Puncak kariernya mulai terlihat ketika ia menjabat sebagai Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung pada tahun 2007.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (2008–2009), lalu Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada 2010.
Selama bertugas di Sulselbar, ia dikenal sebagai jaksa yang berani mengusut kasus-kasus besar, khususnya terkait korupsi.
Salah satu pernyataannya yang paling dikenal publik saat itu adalah analogi tentang korupsi: "Korupsi itu seperti kentut. Baunya ada, tapi bentuknya tidak kelihatan. Dan tugas kejaksaan adalah membuktikan bentuk itu."
Burhanuddin juga mendapat sorotan besar karena keberhasilan timnya mengungkap kasus dugaan suap dalam perkara peradilan yang menyeret nama kontroversial Ronald Tannur, di mana ada indikasi kuat bahwa hakim dalam kasus tersebut menerima suap demi memutus vonis bebas bagi terdakwa.
Setelah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dari 2011 hingga 2014, ia kemudian menjabat sebagai Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) pada 2015 berdasarkan keputusan Menteri BUMN.
Burhanuddin lalu ditunjuk sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 dan mengisi posisi itu hingga sekarang.
Isu Penggantian: Siapa Leonard Eben Ezer Simanjuntak?
Nama Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjadi perbincangan hangat setelah dikabarkan menjadi calon kuat pengganti ST Burhanuddin.
Sosok Leonard bukanlah orang baru di dunia kejaksaan. Ia adalah jaksa karier dengan pengabdian lebih dari tiga dekade.
Leonard lahir di kawasan Tapanuli, Sumatra Utara. Ia berasal dari suku Batak, namun besar dan tumbuh di beberapa kota lain seperti Tarakan (Kalimantan Utara), Sukabumi, dan Karawang.
Selama 31 tahun berkarier di kejaksaan, Leonard telah bertugas di berbagai wilayah strategis di Indonesia, mulai dari Papua Induk, Papua Barat, Banten, hingga Sulawesi Selatan.
Ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Kejati Papua Barat, Kepala Kejati Banten, serta pernah dipercaya sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) — posisi yang membuatnya menjadi juru bicara utama institusi Kejaksaan RI.
Yang menarik, ketika pertama kali menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Leonard secara terbuka menyampaikan bahwa ia belum pernah bertugas di wilayah itu, selain hanya singgah untuk menyantap Coto Makassar saat transit.
"Saya memang belum pernah bertugas di Makassar, hanya pernah singgah dan makan Coto Makassar ketika bertugas di Papua," ungkapnya dalam pernyataan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Leonard juga menunjukkan sikap terbuka terhadap adat dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, ia meminta kepada tokoh masyarakat dan pemimpin daerah di Sulsel untuk memberikan arahan agar ia tidak salah langkah dalam menjalankan tugas, terutama terkait penghormatan terhadap kearifan lokal.
Kini, Leonard Eben Ezer bertugas sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kejaksaan, posisi penting dalam pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan korps adhyaksa.
Menanti Kepastian: Masihkah Isu Ini Spekulasi?
Kabar pergantian ST Burhanuddin masih belum dapat dipastikan hingga saat ini.
Di satu sisi, usia Burhanuddin yang sudah memasuki hampir 71 tahun memang memungkinkan adanya regenerasi.
Di sisi lain, tidak ada rilis resmi dari Presiden maupun Kejaksaan Agung yang memastikan hal tersebut.
Pengamat hukum menyebutkan bahwa jika benar pergantian ini akan terjadi dalam waktu dekat, maka prosesnya kemungkinan akan dilakukan menjelang akhir masa jabatan Presiden Jokowi atau dijadikan bagian dari transisi menuju pemerintahan baru setelah Pilpres 2024.
Namun, patut dicatat bahwa posisi Jaksa Agung adalah jabatan strategis yang bisa diisi oleh jaksa karier maupun tokoh dari luar kejaksaan, sesuai pilihan Presiden. Maka dari itu, segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Akankah Leonard Gantikan Burhanuddin?
Publik kini menantikan keputusan resmi dari Presiden Joko Widodo dan Istana Negara mengenai apakah akan benar-benar ada pergantian Jaksa Agung dalam waktu dekat.
Jika benar Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang akan mengisi kursi tersebut, maka ia akan menjadi Jaksa Agung dari suku Batak setelah sekian lama posisi ini didominasi oleh figur dari suku lain.
Apakah benar ST Burhanuddin akan pensiun dan digantikan Leonard? Atau ini hanya bagian dari spekulasi politik menjelang transisi kekuasaan nasional? Waktu yang akan menjawab. (***)
0 Komentar