Musi Online | Kerahkan Tiga Helikopter Padamkan Karhutla di Sumsel, BPBD Lakukan 89 Kali Water Bombing
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Kerahkan Tiga Helikopter Padamkan Karhutla di Sumsel, BPBD Lakukan 89 Kali Water Bombing

Musi Online
https://musionline.co.id 10 August 2025 @19:22
Kerahkan Tiga Helikopter Padamkan Karhutla di Sumsel, BPBD Lakukan 89 Kali Water Bombing
Kerahkan Tiga Helikopter Padamkan Karhutla di Sumsel, BPBD Lakukan 89 Kali Water Bombing.

Musionline.co.id, Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengerahkan tiga unit helikopter pembom air (water bombing) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua wilayah, yakni Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa upaya pemadaman dilakukan setelah tim udara menemukan titik api melalui patroli helikopter. Mengingat lokasi karhutla sulit dijangkau oleh tim darat, metode water bombing dinilai menjadi langkah paling efektif.
“Tiga helikopter dikerahkan untuk memadamkan karhutla di wilayah Banyuasin dan PALI. Sebanyak 89 kali pemboman air atau water bombing telah dilakukan, namun laporan terakhir menunjukkan masih terdapat asap di lokasi,” ujar Sudirman di Palembang, Sabtu (9/8/2025).
Menurut laporan BPBD, kebakaran di Kabupaten Banyuasin terjadi di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rantau Bayur. Lahan yang terbakar diduga akan dialihfungsikan untuk kegiatan pertanian. Sementara di Kabupaten PALI, titik api terdeteksi di Kecamatan Talang Ubi, yang merupakan kawasan hutan.
Sudirman mengungkapkan, luas lahan yang terbakar di Rantau Bayur diperkirakan lebih dari 5 hektare. Sedangkan di Talang Ubi, pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui total luasan area terdampak.
“Dua helikopter difokuskan memadamkan api di Rantau Bayur dengan 67 kali water bombing. Total air yang ditumpahkan mencapai 268 ribu liter. Sementara satu helikopter yang beroperasi di Talang Ubi melakukan 22 kali water bombing atau setara 88 ribu liter air,” jelasnya.
Pemadaman karhutla di Sumatera Selatan bukan tanpa kendala. Selain medan yang sulit diakses, kecepatan angin dan kondisi cuaca turut memengaruhi penyebaran api. Oleh karena itu, BPBD menggabungkan operasi udara dengan koordinasi bersama satuan tugas (satgas) darat.
“Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini, sambil menunggu informasi terbaru dari patroli udara. Satgas darat juga akan kami libatkan untuk memastikan titik-titik api benar-benar padam,” kata Sudirman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, terutama di wilayah rawan karhutla. Selain operasi pemadaman, patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk mencegah pembakaran lahan.
Sudirman menegaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan, baik disengaja maupun tidak, merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi pidana. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci pencegahan karhutla. Jika ditemukan adanya aktivitas pembakaran, segera laporkan ke aparat setempat agar bisa diantisipasi sebelum api meluas,” ujarnya.
Dengan langkah terpadu antara udara dan darat, BPBD Sumsel berharap kebakaran di Banyuasin dan PALI dapat segera dikendalikan. Namun, peran aktif masyarakat dan dukungan lintas sektor tetap menjadi faktor penentu keberhasilan penanggulangan karhutla di provinsi ini. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top