Musi Online | Wamendikdasmen Prof Atif Tekankan Pentingnya Bijak Gunakan AI di Wisuda ke-183 Unsri
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Wamendikdasmen Prof Atif Tekankan Pentingnya Bijak Gunakan AI di Wisuda ke-183 Unsri

Musi Online
https://musionline.co.id 16 April 2026 @18:15
Wamendikdasmen Prof Atif Tekankan Pentingnya Bijak Gunakan AI di Wisuda ke-183 Unsri
Wamendikdasmen Prof Atif Tekankan Pentingnya Bijak Gunakan AI di Wisuda ke-183 Unsri.

Musionline.co.id, Ogan Ilir - Universitas Sriwijaya kembali mencatat momen penting dalam perjalanan akademiknya dengan menggelar wisuda ke-183 yang berlangsung khidmat di Aula Kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (15/4/2026). 
Sebanyak 1.190 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi resmi dikukuhkan, menandai pencapaian mereka setelah menempuh proses pendidikan tinggi.
Dari total lulusan tersebut, sebanyak 619 mahasiswa berhasil meraih predikat cumlaude. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas akademik mahasiswa Unsri sekaligus menunjukkan daya saing lulusan yang semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Acara wisuda kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atif Latifulhayat, yang memberikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan. 
Dalam pidatonya, ia menyoroti perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan.
Menurut Atif, kemajuan AI memang membawa kemudahan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pengolahan data hingga proses pembelajaran. 
Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi ini juga memiliki potensi risiko jika tidak dimanfaatkan secara bijak, khususnya dalam lingkungan akademik.
“Perkembangan AI saat ini tidak hanya membantu, tetapi juga bisa menimbulkan distraksi bahkan ketidakpercayaan jika tidak digunakan secara tepat,” ujarnya dalam orasi tersebut.
Ia menekankan bahwa peran dosen menjadi sangat krusial dalam menghadapi era digital ini. Para tenaga pengajar diharapkan tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga tetap mengedepankan pemahaman mendalam terhadap materi ajar serta mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis.
Lebih lanjut, Atif menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan peran utama manusia dalam proses pembelajaran. Ia mengingatkan bahwa esensi pendidikan terletak pada kemampuan berpikir, analisis, dan kreativitas manusia.
“Super komputer yang sesungguhnya adalah akal pikiran manusia, bukan komputer yang kita ciptakan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan penting bagi para lulusan agar tidak terjebak pada ketergantungan teknologi. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi.
Sementara itu, Rektor Unsri, Taufiq Marwa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kelulusan 1.190 mahasiswa pada periode ini. 
Ia menilai kehadiran Wakil Menteri menjadi dorongan positif bagi Unsri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring kerja sama.
Menurut Taufiq, Unsri terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan berbagai kebutuhan perguruan tinggi dapat diakomodasi secara optimal.
Selain itu, Unsri juga aktif menjalin kerja sama internasional, terutama dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN seperti Malaysia dan Singapura. 
Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, hingga pertukaran mahasiswa yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.
Tidak hanya itu, peran Unsri dalam pembangunan daerah juga terus diperkuat. Taufiq menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata melalui kajian akademik dan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan hibah untuk pembangunan fasilitas kampus, termasuk gedung bagi pegawai dan dosen. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Wisuda ke-183 Unsri ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga momentum refleksi bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama AI, lulusan diharapkan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai insan intelektual.
Melalui pesan yang disampaikan Wamendikdasmen, para wisudawan diingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara keberhasilan sejati tetap bergantung pada kemampuan berpikir, integritas, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top