Musi Online | Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar Tutup Usia, Sosok Dermawan dan Dekat dengan Rakyat
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar Tutup Usia, Sosok Dermawan dan Dekat dengan Rakyat

Musi Online
https://musionline.co.id 03 September 2025 @19:35
Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar Tutup Usia, Sosok Dermawan dan Dekat dengan Rakyat
Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar Tutup Usia, Sosok Dermawan dan Dekat dengan Rakyat.

Musionline.co.id, Muara Enim – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. 
Mantan Bupati dua periode, Ir. H. Muzakir Sai Sohar, berpulang ke rahmatullah. 
Sosok yang dikenal ramah, dermawan, dan dekat dengan masyarakat itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta seluruh lapisan masyarakat Muara Enim.
Muzakir Sai Sohar bukan hanya seorang pemimpin daerah, melainkan juga tokoh berpengaruh yang membaktikan hidupnya untuk kemajuan Kabupaten Muara Enim. 
Jejaknya di dunia politik, organisasi sosial, dan pemerintahan meninggalkan warisan yang akan terus dikenang.
Jejak Keluarga Pemimpin
Lahir dari keluarga militer, Muzakir merupakan putra almarhum Kolonel Inf. Muhammad Sai Sohar, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Muara Enim selama dua periode, yakni 1975–1980 dan 1980–1985. 
Tradisi kepemimpinan yang melekat pada sang ayah tampaknya turut membentuk karakter Muzakir yang tegas, disiplin, namun tetap merakyat.
Popularitasnya di tengah masyarakat Muara Enim sudah terbangun sejak lama. Ia dikenal dengan sapaan akrab “Cakok”, sosok yang ramah, mudah diajak berbicara, dan tidak segan membantu siapapun tanpa memandang status sosial.
Karier Politik dan Organisasi
Sebelum meniti karier di kursi kepala daerah, Muzakir aktif di dunia politik. Ia sempat menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim serta dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim.
Selain itu, ia juga memimpin berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. 
Muzakir pernah menjabat sebagai Ketua FKPPI (Forum Komunikasi Putra/I Purnawirawan Indonesia) baik di tingkat Sumatera Selatan maupun Kabupaten Muara Enim. Dari sini, namanya semakin dikenal luas dan dihormati lintas generasi.
Perjalanan Kepemimpinan
Karier pemerintahan Muzakir dimulai saat ia dipercaya mendampingi almarhum H. Kalamudin Djinab sebagai Wakil Bupati Muara Enim periode 2008–2013. Namun, takdir berkata lain. Belum genap setahun menjabat, Kalamudin wafat, sehingga Muzakir diangkat menjadi Bupati Muara Enim.
Kekosongan jabatan Wakil Bupati kemudian diisi oleh H. Nurul Aman, SH, melalui pemilihan di DPRD Muara Enim. Duet ini berjalan harmonis hingga akhir masa jabatan, bahkan berlanjut ke periode kedua 2013–2018.
Kepemimpinan Muzakir bersama Nurul Aman dikenal penuh kekompakan. Banyak pembangunan infrastruktur, program sosial, serta peningkatan layanan publik yang diinisiasi selama periode tersebut.
Sosok Dermawan yang Dicintai Masyarakat
Di luar jabatan formalnya, Muzakir dikenang sebagai sosok yang dermawan. Kepala Dinas Pendidikan Muara Enim, Drs. H. Rusdi Khairullah, menceritakan bagaimana almarhum sering menggunakan dana pribadi untuk membantu pembangunan rumah ibadah lintas agama, mulai dari masjid, gereja, hingga pura dan vihara.
Bahkan, ia tak segan mengumrohkan para tokoh agama, imam masjid, veteran, tokoh masyarakat, hingga insan pers dengan biaya pribadi. Pondok pesantren yang diberi nama Al Muzakir juga menjadi bukti nyata kedermawanannya.
“Selama menjadi pimpinan, beliau dikenal sangat mengayomi serta dekat dengan semua elemen masyarakat. Semoga amal dan perbuatannya menjadi amal jariah,” ujar Rusdi.
Ungkapan Duka dan Penghormatan
Bupati Muara Enim saat ini, H. Edison, SH, M.Hum, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya Muzakir.
“Masyarakat Muara Enim tentu sangat berduka. Kita kehilangan salah satu putra terbaik yang pernah mengabdikan diri untuk memimpin daerah ini. Jejak karya beliau, baik fisik maupun non-fisik, akan terus dikenang,” ungkap Edison.
Ia menambahkan, meski belum pernah bekerja langsung bersama almarhum, dirinya banyak menemukan jejak pembangunan yang ditinggalkan. “Beliau sosok yang ramah, baik, dan dekat dengan masyarakat. Semoga amal kebaikannya diterima Allah SWT,” tambahnya.
Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si, juga menyampaikan belasungkawa. Ia menilai Muzakir sebagai sosok pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat. 
“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau telah membawa banyak kemajuan pembangunan. Kami akan melanjutkan program-program beliau untuk menjadikan Muara Enim lebih baik,” ujarnya.
Kenangan Rekan Seperjuangan
Ungkapan duka juga datang dari H. Nurul Aman, SH, yang mendampingi Muzakir selama dua periode sebagai Wakil Bupati.
“Selama mendampingi beliau, saya tidak pernah berselisih. Semua masalah selalu diselesaikan dengan musyawarah. Beliau sosok yang ramah, terbuka, dan sangat sosial. Bahkan, jika ada orang yang datang meminta bantuan, meski tidak memiliki uang, beliau rela berhutang demi membantu,” kenang Nurul Aman.
Kepala Diskominfo Muara Enim, Ardian Arifanardi, AP, M.Si, menyebut Muzakir sebagai pemimpin yang humanis. Hal senada diungkapkan Kepala Dinas PPKB Muara Enim, Dr. H. Rinaldo, SSTP, M.Si, yang menilai almarhum sebagai sosok yang selalu memperhatikan ASN dan masyarakat kecil.
“Beliau tidak pernah menempatkan diri sebagai atasan. Justru merangkul semua lapisan masyarakat. Jika ada warga kesulitan, beliau langsung turun tangan,” kata Rinaldo.
Mantan Ketua PWI Muara Enim, Nurul Hudi, juga menilai Muzakir sebagai pemimpin yang terbuka dengan media. “Beliau tidak protokoler, mudah ditemui kapan saja. Banyak masjid, mushola, hingga pondok pesantren yang dibantu beliau. Sosoknya sangat supel dan dermawan,” ujarnya.
Kehilangan Besar bagi Muara Enim
Kepergian Muzakir Sai Sohar meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar Sai Sohar, tetapi juga masyarakat luas. Sosoknya yang dikenal sederhana, peduli, serta tidak segan berbagi menjadikannya salah satu pemimpin yang sulit dilupakan.
Kini, masyarakat Muara Enim hanya bisa mengenang jasa-jasanya dan meneruskan cita-cita pembangunan yang pernah ia perjuangkan. Harapan besar agar amal ibadah dan kebaikan almarhum diterima Allah SWT terus dipanjatkan dari berbagai kalangan.
“Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga guru, orang tua, dan sahabat bagi banyak orang. Semoga husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap Bupati Edison menutup pernyataannya.
Warisan Kepemimpinan
Warisan Muzakir bukan hanya berupa pembangunan fisik, melainkan juga nilai-nilai kepemimpinan yang humanis, sosial, dan penuh pengabdian.
Bagi masyarakat Muara Enim, nama Ir. H. Muzakir Sai Sohar akan selalu tercatat dalam sejarah daerah sebagai pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar. Ia bukan hanya seorang politisi, melainkan juga seorang dermawan yang menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk membantu sesama.
Wafatnya Muzakir Sai Sohar adalah kehilangan besar bagi Kabupaten Muara Enim. Namun, nilai-nilai kebaikan yang ia tinggalkan menjadi teladan bagi generasi penerus. 
Sebagaimana pepatah mengatakan, “Seorang pemimpin boleh pergi, tapi warisan kepemimpinannya akan selalu hidup dalam ingatan rakyatnya". (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top