Musi Online https://musionline.co.id 19 September 2025 @19:08 127 x dibaca 
PMI Palembang Butuh 200 Kantong Darah Setiap Hari untuk Penuhi Kebutuhan Pasien Rumah Sakit.
Musionline.co.id, Palembang – Kebutuhan darah di Kota Palembang setiap harinya tergolong sangat tinggi.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang mencatat, setidaknya diperlukan sekitar 200 kantong darah per hari atau lebih dari 7.000 kantong setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit.
Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengungkapkan bahwa stok kantong darah yang tersedia saat ini masih belum sebanding dengan permintaan.
Dalam sebulan, PMI hanya mampu mengumpulkan sekitar 4.000–5.000 kantong darah, sehingga masih terdapat selisih cukup besar antara kebutuhan dan ketersediaan.
“Permintaan darah dari rumah sakit di Palembang sangat tinggi. Itu digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pasien cuci darah, operasi besar, korban kecelakaan lalu lintas, hingga pasien yang mengalami kekurangan darah akibat penyakit tertentu,” kata Dewi dalam keterangan resmi, Kamis (18/9/2025).
PMI Kecamatan Diminta Lebih Aktif
Untuk menekan kesenjangan antara kebutuhan dan stok darah, Dewi meminta pengurus PMI tingkat kecamatan yang baru dilantik agar lebih aktif menggelar kegiatan donor darah.
Ia menekankan bahwa PMI di kecamatan dan kelurahan merupakan ujung tombak dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
“Caranya bisa dengan rutin melaksanakan donor darah di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah ikut serta dan ketersediaan stok darah bisa terus terjaga,” ujarnya.
Selain donor darah, Dewi juga menekankan bahwa peran PMI tidak terbatas hanya pada urusan darah.
Lembaga ini juga memiliki tanggung jawab besar dalam berbagai situasi darurat, seperti membantu masyarakat saat terjadi kebakaran, banjir, bencana alam, hingga memberikan dukungan kemanusiaan ketika ada warga yang meninggal dunia.
Bantah Isu Kesulitan Mendapat Darah
Belakangan, muncul anggapan di masyarakat bahwa cukup sulit mendapatkan darah melalui PMI Palembang.
Menanggapi hal itu, Dewi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mempersulit proses pengambilan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ada stok darah, maka akan langsung kami berikan. Kalau memang tidak tersedia, ya kami katakan tidak ada. Karena sifat darah ini terbatas, setelah 10 hari bisa rusak atau kedaluwarsa. Jadi tidak ada gunanya kalau kami menahan stok darah,” jelasnya.
Dewi menambahkan, setiap kantong darah yang sudah rusak atau kedaluwarsa akan dibuang dan dikelola melalui pihak ketiga sesuai prosedur pengelolaan limbah medis.
Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa stok darah yang tersedia selalu harus cepat disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.
Dewi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Palembang untuk lebih peduli dengan donor darah. Menurutnya, donor darah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu menunggu ada keluarga sakit dulu baru mendonorkan darah. Kalau dilakukan secara rutin, selain menolong orang lain, tubuh pendonor juga akan menjadi lebih sehat,” ujarnya.
Ke depan, PMI Palembang menargetkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas.
Dukungan aktif dari PMI kecamatan dan kelurahan juga diharapkan bisa memperkuat gerakan donor darah sebagai kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Menjaga Stok Demi Kemanusiaan
Dengan tingginya kebutuhan darah setiap hari, PMI Palembang terus berupaya agar tidak ada pasien di rumah sakit yang terlambat mendapat transfusi.
Meski stok sering kali terbatas, semangat pengurus PMI di semua tingkatan adalah memastikan darah tersedia bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Semangat dedikasi dan profesionalisme harus selalu kita kedepankan. Karena setiap kantong darah yang kita kumpulkan bisa menyelamatkan lebih dari satu nyawa,” pungkas Dewi. (***)
0 Komentar