Musi Online https://musionline.co.id 09 October 2025 @14:51 121 x dibaca 
Resmi Beroperasi, Dapur SPPG Muntang Tapus Siapkan 2.750 Porsi Makanan Bergizi untuk Pelajar di Prabumulih Barat.
Musionline.co.id, Prabumulih - Kabar baik datang dari dunia pendidikan dan kesehatan di Kota Prabumulih, Sumatra Selatan.
Sejak Selasa, 7 Oktober 2025, satu lagi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi beroperasi di Kelurahan Muntang Tapus, Kecamatan Prabumulih Barat.
Dapur yang dikelola oleh Intan Mayang Sari ini siap menyiapkan dan mendistribusikan sebanyak 2.750 porsi makanan bergizi setiap hari untuk para pelajar di 15 sekolah yang tersebar di wilayah tersebut.
Keberadaan dapur SPPG ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Prabumulih dalam mendukung peningkatan gizi anak sekolah, sekaligus memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan tepat sasaran.
Operasional Perdana Berjalan Lancar
Pengelola Dapur SPPG Muntang Tapus, Intan Mayang Sari, mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas kelancaran operasional perdana dapurnya.
Menurutnya, seluruh proses mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan berjalan tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, mulai Selasa 7 Oktober dapur SPPG kami sudah beroperasi. Ada 15 sekolah yang kami layani setiap harinya dengan total 2.750 porsi makanan bergizi. Hari pertama sempat deg-degan karena ini tanggung jawab besar, tapi semua berjalan lancar,” ujarnya dengan senyum lega saat diwawancarai awak media.
Intan mengaku sempat sulit tidur pada malam sebelum dapur mulai beroperasi karena khawatir ada kendala di lapangan. Namun, rasa cemas itu berubah menjadi kebahagiaan ketika melihat para siswa menikmati makanan bergizi hasil olahan dapurnya.
“Rasanya lega dan terharu melihat anak-anak makan dengan lahap. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik,” ungkap Intan dengan mata berbinar.
Ucapan Terima Kasih dari Para Siswa
Kebahagiaan Intan semakin lengkap ketika menerima berbagai surat ucapan terima kasih dari para siswa penerima program MBG.
Banyak anak yang menuliskan rasa senang mereka terhadap menu yang disajikan, bahkan sebagian memberikan usulan menu favorit untuk hari-hari berikutnya.
“Saya benar-benar terharu karena anak-anak menulis pesan kecil di kertas. Ada yang bilang makanannya enak dan bikin semangat belajar, ada juga yang minta menu ayam goreng sama sop sayur untuk besok,” tutur Intan sambil tersenyum haru.
Bagi Intan, apresiasi sederhana dari anak-anak itu menjadi bentuk penghargaan yang luar biasa. Ia menilai, selain memenuhi kebutuhan gizi, program SPPG juga membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi para pelajar di wilayah Prabumulih Barat.
Menjaga Kualitas dan Standar Gizi
Sebagai seorang pengusaha kuliner dan pemilik Rumah Makan Sederhana Lintau, Intan mengaku memiliki komitmen kuat untuk menjaga kualitas cita rasa sekaligus kandungan gizi dari setiap porsi makanan yang diproduksi. Ia turun langsung ke dapur setiap hari untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.
“Saya punya tanggung jawab besar terhadap amanah ini. Setiap proses mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga pengepakan harus higienis dan sesuai standar gizi. Saya ingin setiap anak yang menerima makanan dari dapur kami bisa sehat dan semangat belajar,” tegasnya.
Dapur SPPG Muntang Tapus sendiri menerapkan prosedur ketat dalam pengolahan makanan. Pemilihan bahan baku dilakukan dari pemasok lokal berkualitas, peralatan dapur dibersihkan secara berkala, dan proses distribusi dilakukan dengan kendaraan tertutup khusus agar makanan tetap higienis hingga tiba di sekolah masing-masing.
Setiap menu yang disajikan pun telah dirancang oleh tim ahli gizi agar memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak-anak sekolah. Dalam satu porsi makanan, terdapat kombinasi karbohidrat, protein, sayuran, serta buah-buahan yang menyehatkan.
“Bukan hanya kenyang, tapi juga harus sehat dan bergizi seimbang,” jelas Intan.
Enam Dapur Aktif Layani Ribuan Pelajar di Prabumulih
Dengan beroperasinya Dapur SPPG Muntang Tapus, kini total ada enam dapur SPPG yang aktif di Kota Prabumulih.
Keberadaan dapur-dapur tersebut tersebar di berbagai kecamatan dengan kapasitas pelayanan ribuan siswa setiap harinya.
Berikut rincian dapur SPPG yang saat ini telah beroperasi di Prabumulih:
Dapur Flores, melayani 26 sekolah dengan total 3.845 siswa.
Dapur Sukajadi, melayani 11 sekolah dengan 2.866 siswa.
Dapur Arimbi, melayani 14 sekolah dengan 2.997 siswa.
Dapur RKT, melayani 10 sekolah dengan 3.000 siswa.
Dapur Majasari, melayani 24 sekolah dengan 3.860 siswa.
Dapur Muntang Tapus, melayani 15 sekolah dengan 2.750 siswa.
Dengan demikian, ribuan pelajar di berbagai wilayah Kota Prabumulih kini mendapatkan makanan bergizi setiap hari melalui program yang diinisiasi oleh pemerintah daerah ini.
Upaya Pemerintah Tingkatkan Gizi dan Kualitas Pendidikan
Program dapur SPPG merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui asupan makanan bergizi yang teratur, diharapkan para siswa dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi di sekolah.
Selain itu, keberadaan dapur SPPG juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Banyak warga yang terlibat sebagai tenaga dapur, sopir distribusi, hingga pemasok bahan makanan segar. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi pelajar, tetapi juga memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Ke depan, Pemerintah Kota Prabumulih berkomitmen untuk memperluas jangkauan dapur SPPG agar seluruh pelajar di wilayah ini dapat menikmati manfaat program Makanan Bergizi Gratis.
Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi dari para pengelola seperti Intan Mayang Sari, program ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap gizi anak-anak bangsa bisa diwujudkan secara nyata. Karena, seperti kata Intan, “Memberi makan bergizi kepada anak-anak bukan hanya soal tanggung jawab, tapi juga bentuk kasih dan investasi masa depan”. (***)
0 Komentar