Musi Online | Komunitas Batanghari 9 Palembang Sajikan Teater “SMB II: Sang Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”
HDCU
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

Komunitas Batanghari 9 Palembang Sajikan Teater “SMB II: Sang Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”

Musi Online
https://musionline.co.id 23 October 2025 @18:52
Komunitas Batanghari 9 Palembang Sajikan Teater “SMB II: Sang Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”
Komunitas Batanghari 9 Palembang Sajikan Teater “SMB II: Sang Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”.

Musionline.co.id, Palembang – Komunitas Batanghari 9 kembali menegaskan eksistensinya di dunia seni pertunjukan dengan menghadirkan teater monumental berjudul “Sultan Mahmud Badaruddin II: Sang Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”. 
Pementasan yang berlangsung pada 17–21 Oktober 2025 di Graha Budaya Taman Sriwijaya Palembang ini tidak hanya menjadi tontonan yang menggugah emosi, tetapi juga menjadi medium reflektif untuk menyalakan kembali kebanggaan masyarakat terhadap sejarah dan identitas budaya Palembang.
Panitia pelaksana kegiatan, Isnayanti, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat begitu besar. Selama lima hari pementasan, lebih dari 3.200 penonton memadati gedung pertunjukan. 
Angka tersebut menjadi bukti bahwa denyut seni panggung di Palembang masih hidup, kuat, dan memiliki tempat istimewa di hati publik.
“Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Kami ingin menghadirkan semangat juang beliau dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda,” ujar Isnayanti di Palembang, Rabu (22/10/2025).
Teater “SMB II, Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan” merupakan produksi besar yang digarap dengan serius dan detail. 
Di bawah komando Fir Azwar sebagai produser dan Vebri Al Lintani sebagai penulis naskah sekaligus sutradara, pertunjukan ini melibatkan lebih dari 60 orang seniman lintas bidang — mulai dari aktor, penata musik, penata cahaya, hingga perancang kostum.
Cerita yang diangkat tidak hanya berfokus pada perlawanan SMB II terhadap penjajahan Belanda, tetapi juga menggali sisi-sisi kemanusiaan sang tokoh. 
Vebri Al Lintani menggambarkan Sultan Mahmud Badaruddin II bukan hanya sebagai simbol kekuatan dan keberanian, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki cinta, luka, dan kerinduan terhadap tanah airnya.
“Kami ingin menampilkan sisi manusiawi SMB II sebagai seorang pemimpin yang tidak hanya berani, tetapi juga punya rasa, punya kehilangan. Di pengasingannya di Ternate, api perjuangannya tidak padam — justru makin membara,” tutur Vebri.
Pementasan berdurasi dua jam ini dikemas dengan perpaduan unsur teatrikal modern dan tradisi lokal Palembang, seperti iringan musik gamelan Melayu dan penggunaan busana khas Kesultanan Palembang Darussalam. 
Nuansa visual dan tata cahaya yang megah berhasil membawa penonton larut dalam atmosfer sejarah, seolah menyaksikan langsung babak-babak penting perjuangan sang sultan yang dikenal dengan gelar “Harimau Palembang” itu.
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) M. Nasir, yang memuji totalitas seluruh kru dan pemain. Ia secara khusus menyoroti penampilan Deden Sutrisno yang memerankan peran utama SMB II dengan penuh penghayatan dan energi.
“Teater adalah ruang pembelajaran universal. Melalui dialog dan akting, ia bisa menembus batas — menjadi sarana pendidikan, hiburan, sekaligus kritik sosial. Pementasan ini menunjukkan betapa seni bisa menjadi jembatan antara sejarah dan masa kini,” kata M. Nasir.
Menurutnya, keberhasilan Komunitas Batanghari 9 menghadirkan teater sejarah dengan konsep modern membuktikan bahwa generasi muda Palembang memiliki potensi luar biasa dalam mengolah warisan budaya menjadi karya yang relevan. Ia berharap, pementasan seperti ini terus digelar untuk memperkuat identitas seni dan budaya daerah.
Lebih jauh, “Sang Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan” menjadi bukti bahwa seni panggung masih mampu menghidupkan kembali semangat nasionalisme di tengah derasnya arus hiburan digital. 
Penonton tak hanya diajak menyaksikan peristiwa sejarah, tetapi juga merenungi nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan martabat yang diperjuangkan SMB II demi kedaulatan Palembang.
Dengan suksesnya pementasan ini, Komunitas Batanghari 9 kembali meneguhkan posisi Palembang sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di Sumatera Selatan. 
Teater ini bukan sekadar penghormatan terhadap sosok Sultan Mahmud Badaruddin II, melainkan juga seruan agar generasi penerus tidak melupakan akar sejarah dan terus menjaga bara semangat “Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top