Musi Online https://musionline.co.id 16 November 2025 @14:06 208 x dibaca 
Kenaikan Tarif PDAM Tirta Raja Didukung Aktivis hingga Akademisi, Dinilai Beri Kontribusi Positif untuk Daerah.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Rencana penyesuaian tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raja mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari aktivis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh masyarakat hingga akademisi.
Dukungan tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi tahunan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang digelar di Aula Serbaguna, Jumat (14/11), sebagaimana telah diwajibkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Sesuai aturan Kemendagri, setiap BUMD wajib melakukan evaluasi kinerja paling lambat bulan November dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
PDAM Tirta Raja pun memfasilitasi ruang dialog terbuka agar masyarakat dapat memahami dasar penyesuaian tarif serta capaian yang telah dihasilkan perusahaan setelah kebijakan tersebut diberlakukan.
Direktur Perumda Tirta Raja, Drs. Bertho Darmo Poedjo Asmanto, MBA, menjelaskan bahwa sebagai BUMD, tugas utama perusahaan bukan hanya menyediakan layanan publik, tetapi juga ikut memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Karena itu, kebijakan penyesuaian tarif air dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan operasional dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Menurut Bertho, mayoritas peserta rapat memberikan tanggapan positif terkait rencana kenaikan tarif.
Mereka menilai penyesuaian tarif diperlukan agar PDAM dapat terus berbenah, terlebih setelah peningkatan tarif sebelumnya terbukti membawa dampak signifikan terhadap kualitas pelayanan.
Ia mencontohkan sejumlah peningkatan kinerja yang berhasil dicapai. Mulai dari perbaikan kualitas air, pembaruan pompa produksi, peremajaan pipa distribusi, penggantian valve, hingga peningkatan fasilitas pelayanan seperti mobil tangki, water meter, serta sistem membaca meter berbasis digital melalui mobile meter reading.
“Dari realisasi pendapatan setelah kenaikan tarif, 72 persen digunakan untuk peningkatan pelayanan pelanggan, sementara 28 persen lainnya untuk biaya pegawai. Dengan pendapatan itu, kami telah membeli 8 unit pompa untuk wilayah kota, 1 unit pompa booster, serta beberapa peralatan pendukung lainnya,” ungkap Bertho.
Selain itu, Perumda Tirta Raja berhasil menambah 2 unit mobil tangki, 1 unit pick up operasional, dan 550 unit water meter, serta saat ini tengah memproses pembelian 500 unit water meter tambahan guna memastikan akurasi pencatatan penggunaan air pelanggan.
“Kami juga sudah bisa melakukan pengurasan Water Treatment Plant (WTP) setiap tiga bulan sekali. Hasilnya, kualitas air jauh lebih baik dan lebih bersih, serta durasi pengaliran juga meningkat,” tambahnya.
Dari sisi finansial, penyehatan kinerja perusahaan juga tercermin dari estimasi laba tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai Rp 1,7 miliar.
Dengan capaian tersebut, PDAM optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten OKU.
Namun, Bertho menegaskan bahwa bila tarif diturunkan kembali, kondisi keuangan perusahaan justru berpotensi kembali merugi.
“Jika tarif diturunkan 1 persen saja, Perumda bisa mengalami kerugian Rp 300 jutaan. Bila diturunkan 2 persen, potensi kerugian bahkan bisa mencapai Rp 900 juta, berdasarkan rumus dalam Permendagri,” tegasnya.
Bertho berharap masyarakat dapat memahami bahwa penyesuaian tarif bukan sekadar kebijakan menaikkan pendapatan, namun langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih yang bermutu sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi PAD.
Dengan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, Tirta Raja berkomitmen terus meningkatkan pelayanan di masa mendatang. (***)
0 Komentar