Musi Online https://musionline.co.id 01 December 2025 @18:51 144 x dibaca 
Muba Dapat Amanah 6.100 Hektare Cetak Sawah, Bupati Toha: Ini Langkah Awal Menuju Kemandirian Pangan.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin — Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, menjadi pusat perhatian pada Minggu (30/11/2025) saat kegiatan Tanam Perdana Cetak Sawah Rakyat secara resmi dimulai.
Kegiatan besar ini menandai langkah konkret Kabupaten Musi Banyuasin dalam mendukung program strategis nasional perluasan sawah baru sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, Bupati Muba H. M. Toha Tohet SH, serta Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen.
Selain itu, tampak hadir sejumlah jajaran TNI, pejabat Kementerian Pertanian, anggota DPRD, dan tokoh masyarakat.
Program tanam perdana ini digelar di bawah komando Korem 044/GAPO yang mengoordinasikan cetak sawah baru di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan.
Lahan Tantangan, TNI Kerja Cepat
Komandan Korem 044/GAPO, Brigjen TNI Adri Koesdyanto, menyampaikan bahwa kondisi lahan di Desa Lumpatan II cukup menantang, terutama dari sisi kontur dan akses.
Namun, berkat kerja keras tim di lapangan, pembukaan lahan dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan.
“Alhamdulillah, lahan yang sudah siap tanam mencapai 109 hektare,” jelasnya.
Tak hanya di Muba, Korem 044/GAPO juga mengoordinasikan kegiatan cetak sawah di Kabupaten OKI, PALI, Lubuk Linggau, Lahat, Muara Enim, dan Banyuasin. Total pada hari yang sama dilakukan penanaman serentak di 323 hektare lahan se-Sumatera Selatan.
Untuk Kabupaten Muba sendiri, pemerintah dan TNI mengerjakan kontrak tahap pertama seluas 3.000 hektare, dengan 2.750 hektare telah siap dikerjakan. Sisanya tertunda akibat tingginya curah hujan dan beberapa kendala sosial di lapangan.
Mengusung semboyan “Pantang Tolak Tugas, Pantang Tugas Tak Tuntas”, jajaran Korem menegaskan komitmen penuh mereka menyukseskan program strategis ini.
Adapun bibit yang digunakan pada tanam perdana ini adalah varietas padi Inpari 32, yang dikenal tahan penyakit, memiliki masa tanam 120 hari, dan mampu menghasilkan 5–6 ton gabah per hektare.
Muba Dapat Alokasi 6.100 Hektare: Amanah Besar, Harapan Besar
Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet SH, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dipilihnya Muba sebagai salah satu daerah yang mendapat amanah besar dalam Program Cetak Sawah Rakyat (CSR).
“Muba mendapat total alokasi 6.100 hektare. Ini amanah besar dan sekaligus peluang besar menuju kemandirian pangan,” tegas Bupati Toha dalam sambutannya.
Alokasi tersebut terbagi menjadi:
Kontrak 1: 3.000 hektare
Kontrak 2: 3.100 hektare
Sebaran lokasi cetak sawah berada terutama di Kecamatan Sekayu dan Lais. Pada kegiatan hari ini saja, total 1.420,66 hektare lahan ikut dalam agenda tanam perdana dan pengerjaan lapangan.
Dari jumlah tersebut, 393 hektare sudah memasuki tahap land clearing dan land leveling, sementara 100 hektare telah dinyatakan siap tanam.
Bagi Bupati Toha, program ini bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi juga melibatkan peningkatan fasilitas pertanian, mulai dari irigasi, akses benih unggul, mekanisasi, hingga pendampingan teknis.
“Kegiatan tabur benih hari ini bukan hanya seremonial. Ini langkah awal menuju kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani Muba,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan hadir mendampingi petani mulai dari persiapan lahan hingga proses panen.
Ia mengajak kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani (gapoktan), serta petani untuk menjaga dan memanfaatkan lahan yang sudah dicetak ini dengan sebaik-baiknya.
Pangdam II Sriwijaya: Pertanian adalah Pertahanan Negara
Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang siap sedia meski kondisi cuaca kurang mendukung. Ia berharap masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga merawat sawah yang dibuka agar produktivitasnya terus meningkat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan TNI adalah kunci keberhasilan kita menjadi produsen beras terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Pangdam, pertanian bukan hanya sektor ekonomi, tetapi juga salah satu unsur penting dalam ketahanan nasional, terutama menghadapi gejolak ekonomi global.
Gubernur Herman Deru: Sumsel Menuju Tiga Besar Produksi Pangan Nasional
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menegaskan bahwa Sumsel terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam kontribusi produksi pangan nasional.
“Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan peningkatan produksi pangan tertinggi secara nasional. Tahun depan kita target masuk tiga besar,” ungkapnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah alih fungsi lahan pertanian. Ia menegaskan bahwa pertanian merupakan salah satu aspek penting dalam pertahanan negara selain alutsista.
Selain itu, Gubernur kembali menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat, yang akan menjadi pintu ekspor komoditas pangan dan hasil pertanian Sumsel.
“Ini semua kita siapkan untuk generasi berikutnya,” tegasnya.
Tabur Benih Manual dan Drone, Sapa Petani Se-Sumsel Secara Virtual
Usai rangkaian sambutan, Gubernur Sumsel bersama Pangdam II Sriwijaya dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian melakukan tabur benih serentak, baik secara manual di lahan maupun melalui drone.
Melalui sambungan virtual, Gubernur juga menyapa sejumlah kabupaten/kota dan Kodim yang turut melaksanakan tabur benih serentak pada hari yang sama, menunjukkan bahwa program ini adalah gerakan besar lintas daerah yang terkoordinasi.
Program cetak sawah rakyat ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian di Musi Banyuasin serta membawa Sumsel semakin dekat menjadi lumbung pangan nasional.
Dengan kerja sama erat antara pemerintah daerah, TNI, petani, dan masyarakat, cita-cita kemandirian pangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi langkah nyata yang mulai digarap serius dari desa-desa. (***)
0 Komentar