Musi Online https://musionline.co.id 03 December 2025 @10:43 124 x dibaca 
Potensi Cuaca Ekstrem, BPBD Ingatkan Warga Kabupaten OKU Tidak Hidupkan TV Saat Hujan Lebat.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD OKU, Januar Efendi, melalui Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, pada Senin (01/12/2025).
Berdasarkan hasil monitoring cuaca menggunakan citra satelit, beberapa kecamatan di Kabupaten OKU masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori rawan meliputi Kecamatan Semidang Aji, Lengkiti, Lubuk Batang, Peninjauan, dan Lubuk Raja.
Di wilayah-wilayah tersebut, dinamika awan hujan terus terbentuk sehingga meningkatkan potensi terjadinya cuaca buruk dalam durasi yang bervariasi.
“Potensi hujan disertai angin kencang dan petir masih terpantau dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Gunalfi.
Imbauan untuk Masyarakat: Jangan Nyalakan TV dan Ponsel Saat Petir
Selain memperingatkan soal kemungkinan hujan lebat dan angin kencang, BPBD OKU juga secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak mengaktifkan televisi maupun ponsel ketika badai petir terjadi, baik dalam skala ringan maupun sedang.
Menurut Gunalfi, penggunaan perangkat elektronik saat cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko tersambar petir, terutama jika perangkat tersebut terhubung dengan sumber listrik atau antena luar.
“Hal tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan risiko tersambar petir. Untuk keamanan, lebih baik matikan sementara peralatan elektronik saat petir menyambar,” tegasnya.
Imbauan ini juga berlaku bagi warga yang tinggal di wilayah pedesaan dengan instalasi listrik yang masih sederhana, di mana potensi arus kejut akibat petir lebih besar.
Masyarakat diminta mencabut kabel listrik dari stopkontak untuk menghindari kerusakan peralatan elektronik sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan listrik.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
BPBD OKU juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat memicu sejumlah bencana hidrometeorologi tipe basah, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat hembusan angin kencang.
Daerah dengan kontur tanah labil, wilayah dekat tebing, serta pemukiman di bantaran sungai diminta memperketat kesiapsiagaan dengan memeriksa saluran air, membersihkan drainase, hingga menyiapkan jalur evakuasi mandiri jika diperlukan.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan longsor diminta segera melapor apabila terlihat retakan tanah, muncul rembesan air, atau mendengar suara gemeretak dari arah tebing.
Sementara itu, warga yang tinggal di dekat aliran sungai diimbau untuk waspada terhadap peningkatan debit air secara tiba-tiba.
BPBD Terus Pantau Perkembangan Cuaca
BPBD OKU memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan memberikan informasi terbaru jika terjadi perubahan signifikan.
Komunikasi dengan kecamatan dan desa-desa rawan bencana juga terus ditingkatkan untuk mempercepat proses penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang namun tetap waspada. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal pemerintah daerah dan BPBD OKU,” tambah Gunalfi.
Dengan meningkatnya intensitas hujan di penghujung tahun, BPBD meminta seluruh warga OKU untuk memprioritaskan keselamatan, mengurangi aktivitas luar ruang saat hujan deras, dan mengikuti seluruh arahan petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (***)
0 Komentar