
Musionline.co.id, Prabumulih -- Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar di Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, pada Senin, 8 September 2025. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang hadir untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa. Acara ini menghadirkan Anggota DPD MPR RI, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., sebagai narasumber utama.
Dalam agenda tersebut, Ratu Tenny Leriva memaparkan kembali empat pilar utama bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar ini ditekankan sebagai pondasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa pilar tersebut harus terus dijadikan pedoman dalam menghadapi dinamika sosial, politik, maupun budaya.
Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami nilai-nilai kebangsaan secara komprehensif. Menurut narasumber, pemahaman tersebut sangat penting untuk membentuk karakter bangsa yang kuat. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam Empat Pilar perlu terus dibina dan diaplikasikan untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Selain penguatan pemahaman dasar, kegiatan ini turut membahas keterkaitan antara Empat Pilar Kebangsaan dan perkembangan teknologi. Literasi digital menjadi topik penting yang disorot, mengingat semakin banyaknya aktivitas masyarakat yang berlangsung di ruang digital. Narasumber mengajak masyarakat untuk tetap menjunjung etika dan nilai kebangsaan ketika berinteraksi di dunia maya.
Ratu Tenny menegaskan bahwa menjaga keutuhan NKRI tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui perilaku masyarakat sehari-hari. Setiap individu memiliki kontribusi nyata dalam menjaga toleransi, kerukunan, serta rasa persatuan. Sosialisasi empat pilar ini, menurutnya, menjadi langkah bersama dalam memperkokoh kekuatan bangsa.
Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang menyadari bahwa pemahaman kebangsaan harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, terutama terkait maraknya informasi digital yang tidak selalu dapat dipercaya.
Dalam penyampaiannya, narasumber juga mengingatkan pentingnya memahami peran ideologi negara. Pancasila disebut sebagai kompas moral yang menjadi sumber nilai bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan berpegang pada Pancasila, masyarakat dapat membangun pola pikir yang lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan keberagaman.
Materi sosialisasi yang diberikan turut menekankan pentingnya peran generasi muda. Mahasiswa dan pemuda disebut sebagai kelompok yang memiliki potensi besar membawa perubahan positif. Dengan memperkuat literasi kebangsaan, mereka diharapkan mampu menampilkan sikap toleran, menjunjung persatuan, dan menjaga keharmonisan bangsa.
Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana peserta diberi ruang untuk bertanya dan berdiskusi mengenai penerapan nilai empat pilar dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya memahami nilai kebangsaan secara mendalam, baik dalam lingkungan sosial maupun ruang digital.
Sosialisasi ini ditutup dengan harapan agar masyarakat Muara Dua terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Penguatan empat pilar kebangsaan diharapkan menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menjaga persatuan, persaudaraan, dan keutuhan NKRI di tengah perubahan zaman.