Musi Online https://musionline.co.id 15 March 2026 @14:38 96 x dibaca 
Kebakaran Asrama Putra Ponpes Al Furqon Prabumulih, Puluhan Lemari dan Kasur Hangus Terbakar.
Musionline.co.id, Prabumulih - Peristiwa kebakaran terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Furqon yang berada di Jalan Raya Baturaja, Kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kebakaran tersebut melanda salah satu bangunan asrama putra bernama Gedung Utsman bin Affan dan sempat membuat panik para santri serta pengasuh pesantren.
Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba membuat suasana pondok pesantren mendadak geger. Para santri yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar dari asrama untuk menyelamatkan diri setelah melihat asap tebal membumbung tinggi dari dalam bangunan.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kebakaran menyebabkan sejumlah fasilitas asrama mengalami kerusakan cukup parah dan menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Api Pertama Kali Dilihat Pengasuh Pesantren
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali diketahui oleh dua pengasuh pondok pesantren, yakni Sangkot Saputra dan Ismunandar. Saat itu keduanya melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang berasal dari bagian dalam Gedung Utsman bin Affan.
Menyadari adanya kebakaran, keduanya langsung berteriak meminta pertolongan kepada para santri dan warga sekitar. Teriakan tersebut sontak membuat santri yang berada di lingkungan pesantren panik dan berusaha keluar dari asrama.
Tidak hanya menyelamatkan diri, para santri bersama pengasuh dan warga sekitar juga berupaya membantu proses pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. Mereka mencoba menyiram api dengan air agar kobaran tidak semakin membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Namun karena api dengan cepat membesar dan menyebar ke sejumlah bagian bangunan, upaya pemadaman secara manual tidak mampu menghentikan kobaran si jago merah.
Dua Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Tak lama setelah kejadian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat melakukan proses pemadaman dibantu warga dan para santri.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena api sempat membesar di bagian dalam bangunan asrama. Berkat kerja sama antara petugas damkar, warga, serta santri, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lainnya di kompleks pondok pesantren.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa yang dapat memicu kebakaran susulan.
Puluhan Lemari dan Kasur Hangus Terbakar
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah fasilitas yang berada di dalam asrama putra mengalami kerusakan parah. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 24 unit lemari milik santri hangus terbakar.
Selain itu, sekitar 24 kasur serta 10 unit kipas angin yang berada di dalam ruangan asrama juga ikut dilalap api. Banyak barang milik santri yang tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat membesar di dalam bangunan.
Kerusakan fasilitas tersebut membuat pihak pondok pesantren harus menanggung kerugian yang cukup besar. Pihak pesantren memperkirakan total kerugian material akibat kebakaran mencapai ratusan juta rupiah.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi melalui Kasi Humas AKP Bratanata SH membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Al Furqon tersebut.
Menurutnya, setelah menerima laporan, petugas dari kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Benar, petugas dari Polsek dan Polres sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan awal,” ujar Bratanata saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Meski demikian, kerugian material yang dialami pihak pondok pesantren diperkirakan cukup besar.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan asrama.
Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas di lapangan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Kapusdalops PB) BPBD Kota Prabumulih, Huswandi. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.30 WIB.
“Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman,” ujarnya.
Huswandi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah fasilitas asrama milik santri mengalami kerusakan cukup parah.
“Korban jiwa tidak ada. Namun banyak kasur dan lemari santri yang terbakar. Untuk kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya. (***)
0 Komentar