Musi Online https://musionline.co.id 07 May 2026 @14:46 23 x dibaca 
Tongkang Batubara Senggol Fender Jembatan Sungai Lilin di Muba, Diduga Akibat Arus Sungai Deras.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Sebuah tongkang bermuatan batubara milik PT Madhucon dilaporkan menyenggol bagian fender Jembatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, pada Rabu pagi 6 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.
Insiden tersebut diduga dipicu derasnya arus Sungai Lilin yang menyebabkan tali pengikat tongkang terlepas saat kapal sedang bersandar di sekitar lokasi jembatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tongkang tersebut sebelumnya sedang berhenti sementara ketika kapal penarik atau tag boat melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Namun, kondisi arus sungai yang cukup kuat membuat tongkang hanyut hingga akhirnya menyenggol fender Jembatan Sungai Lilin.
Tongkang diketahui berangkat dari kawasan tambang di Dawas dengan tujuan Simpang Tungkal.
Saat melintas di area jembatan, bagian tongkang mengenai tiang fender, yakni struktur pelindung utama jembatan yang berfungsi mengurangi risiko benturan langsung terhadap konstruksi utama jembatan.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak sampai merusak badan utama jembatan dan tidak menimbulkan korban jiwa. Aktivitas lalu lintas kendaraan maupun transportasi sungai juga dilaporkan masih berjalan normal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin, Yus Farizal, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan kerusakan hanya terjadi pada bagian fender dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Yang terdampak hanya tiang fender. Untuk sementara kondisi ini belum mengganggu arus lalu lintas, baik kendaraan di atas jembatan maupun aktivitas perairan,” ujar Yus Farizal kepada awak media.
Menurutnya, pihak terkait saat ini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi jembatan guna memastikan keamanan dan kelayakan fungsi jembatan tetap terjaga.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Satpolairud Polres Musi Banyuasin langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan informasi terkait penyebab pasti insiden.
Kasat Polairud Polres Muba, AKP Suvenfri SH, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk mengecek kondisi teknis tongkang serta faktor cuaca dan arus sungai saat kejadian berlangsung.
“Kami sudah berada di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan terkait penyebab kejadian ini,” jelas AKP Suvenfri.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga akan meminta keterangan dari operator kapal, awak tag boat, hingga pihak perusahaan guna mengetahui kronologi secara menyeluruh.
Pemerintah Kecamatan Sungai Lilin Bergerak Cepat
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Sungai Lilin bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait. Setelah rapat dilakukan, tim gabungan langsung melakukan peninjauan ke lokasi fender jembatan yang terdampak benturan tongkang.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sungai Lilin, jajaran Polsek Sungai Lilin, Satpolairud Polres Muba, Dinas Perhubungan, pihak operator tongkang PT GSM, serta perusahaan pemilik muatan batubara PT Madhucon.
Camat Sungai Lilin, Drs Yuliarto MSi, mengatakan hasil pengecekan lapangan menunjukkan memang terdapat kerusakan pada bagian fender jembatan akibat benturan tongkang.
“Dari hasil peninjauan, memang benar ada kerusakan pada fender Jembatan Sungai Lilin. PT GSM dan PT Madhucon menyatakan siap bertanggung jawab memperbaiki kerusakan tersebut,” ujar Yuliarto.
Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan pemerintah bertujuan memastikan kondisi jembatan tetap aman digunakan masyarakat serta mencegah potensi gangguan terhadap aktivitas transportasi darat dan sungai.
Ia juga mengimbau seluruh operator angkutan sungai, khususnya tongkang pengangkut batubara, agar lebih meningkatkan kewaspadaan ketika melintas maupun bersandar di wilayah perairan Sungai Lilin.
“Keselamatan dan keamanan fasilitas umum harus menjadi prioritas bersama. Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” katanya.
Arus Sungai Deras Diduga Jadi Faktor Utama
Dari informasi awal yang diperoleh di lapangan, derasnya arus sungai menjadi faktor utama penyebab tongkang kehilangan kendali. Saat tag boat melakukan pengisian BBM, tongkang diketahui sedang dalam posisi bersandar di sekitar lokasi.
Namun, tali pengikat diduga tidak mampu menahan kuatnya arus sehingga terlepas dan membuat tongkang hanyut. Dalam kondisi tersebut, tongkang akhirnya bergerak mengikuti arus dan menyenggol tiang fender jembatan.
Meski tidak sampai menyebabkan kerusakan parah pada struktur utama jembatan, kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum karena Jembatan Sungai Lilin merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Kabupaten Musi Banyuasin.
Selain menjadi jalur penghubung utama kendaraan, kawasan Sungai Lilin juga dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas angkutan sungai yang cukup padat, termasuk lalu lintas tongkang batubara.
Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di sekitar jembatan dinilai perlu diperketat untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.
Aktivitas Lalu Lintas Masih Normal
Hingga saat ini, kondisi lalu lintas di atas Jembatan Sungai Lilin masih terpantau normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas seperti biasa tanpa hambatan berarti.
Aktivitas pelayaran di sekitar lokasi juga tetap berjalan, meski petugas melakukan pengawasan lebih intensif di area sekitar jembatan.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait kini fokus melakukan evaluasi serta pengawasan teknis terhadap kondisi fender jembatan.
Perusahaan terkait juga disebut siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk segera melakukan perbaikan agar fungsi pelindung jembatan kembali optimal.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya standar keamanan dalam aktivitas transportasi sungai, khususnya bagi tongkang pengangkut batubara yang rutin melintasi wilayah perairan Musi Banyuasin.
Dengan adanya langkah cepat dari pemerintah, kepolisian, dan pihak perusahaan, masyarakat diharapkan tetap tenang karena kondisi jembatan masih aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari. (***)
0 Komentar