Musi Online | Kawal Kebijakan Kapolri, Polda Sumsel Catat Lonjakan Signifikan Lahan Ketahanan Pangan Saat Panen Jagung di OKU Selatan
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Kawal Kebijakan Kapolri, Polda Sumsel Catat Lonjakan Signifikan Lahan Ketahanan Pangan Saat Panen Jagung di OKU Selatan

Musi Online
https://musionline.co.id 17 May 2026 @15:36
Kawal Kebijakan Kapolri, Polda Sumsel Catat Lonjakan Signifikan Lahan Ketahanan Pangan Saat Panen Jagung di OKU Selatan
Kawal Kebijakan Kapolri, Polda Sumsel Catat Lonjakan Signifikan Lahan Ketahanan Pangan Saat Panen Jagung di OKU Selatan.

Musionline.co.id, OKU Selatan - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program strategis nasional di sektor ketahanan pangan. 
Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Polda Sumsel melampaui target tanam jagung tahun 2026 sekaligus mencatat peningkatan signifikan luas lahan pertanian jagung di wilayah Sumatera Selatan.
Keberhasilan tersebut diumumkan dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal kedua tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sabtu, 16 Mei 2026.
Kegiatan panen raya itu juga terhubung secara virtual bersama Prabowo Subianto dan diikuti secara serentak oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri. 
Momentum tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, kelompok tani, hingga masyarakat dalam memperkuat fondasi swasembada pangan nasional tahun 2026.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Sumsel merupakan bentuk implementasi langsung dari kebijakan Kapolri dalam mendukung visi pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan sosial masyarakat, dan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman di tengah berbagai tantangan global.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel tidak hanya berperan sebagai pengawas keamanan, tetapi juga aktif melakukan pendampingan pertanian bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. 
Pendampingan tersebut meliputi optimalisasi lahan produktif, monitoring proses tanam, distribusi pupuk, hingga pengawalan penyerapan hasil panen agar harga tetap stabil di tingkat petani.
Hasilnya, data verifikasi tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan luas lahan jagung di Sumatera Selatan. Potensi luas lahan jagung tercatat mencapai 31.891,74 hektare, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya berada di angka 25.551,49 hektare.
Tidak hanya itu, realisasi tanam jagung pada kuartal kedua tahun 2026 juga berhasil melampaui target. Dari target awal seluas 7.796,35 hektare, realisasi penanaman hingga pertengahan Mei 2026 mencapai 8.421,48 hektare atau setara 108,02 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor yang dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani berjalan sangat efektif. Keberhasilan ini juga menjadi indikator positif bahwa Sumatera Selatan mampu menjadi salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan nasional.
Karo SDM Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo menjelaskan bahwa hingga saat ini total luas lahan jagung yang telah dipanen oleh seluruh jajaran Polda Sumsel mencapai 11.867,81 hektare dengan total produksi sebesar 66.938,22 ton jagung.
Menurutnya, hasil panen tersebut langsung terserap oleh berbagai sektor industri dan kebutuhan masyarakat, mulai dari Perum Bulog, pabrik pakan ternak, hingga pasar lokal di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
“Hasil panen ini langsung terserap oleh Perum Bulog, pabrik pakan ternak, dan pasar lokal di berbagai daerah. Melihat tingginya produktivitas tersebut, panen raya serentak kuartal kedua untuk wilayah Sumatera Selatan dipusatkan di Kabupaten OKU Selatan,” ujar Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo.
Dipilihnya Kabupaten OKU Selatan sebagai pusat panen raya bukan tanpa alasan. Wilayah hukum Polres OKU Selatan dinilai menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program ketahanan pangan jagung di Sumatera Selatan.
Data di lapangan menunjukkan bahwa luas lahan siap panen di wilayah tersebut mencapai 113 hektare dengan estimasi produksi sekitar 678 ton jagung. Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian di OKU Selatan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sentra produksi pangan daerah.
Menariknya, proses panen di lokasi utama juga telah memanfaatkan teknologi modern berupa Corn Combine Harvester. Penggunaan alat pertanian modern tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mempercepat proses panen dalam skala besar.
Pemanfaatan teknologi modern dalam sektor pertanian menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian nasional menuju sistem yang lebih maju dan produktif. Selain meningkatkan hasil produksi, penggunaan teknologi juga membantu menekan biaya operasional dan mengurangi potensi kehilangan hasil panen.
Sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pasokan pangan, Polda Sumsel bersama instansi terkait turut melepas distribusi 30 ton jagung menggunakan tiga unit truk menuju gudang Bulog OKU Timur. Distribusi tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan stok jagung tetap aman sekaligus menjaga kepastian harga di pasar.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa keberhasilan melampaui target tanam jagung hingga lebih dari 108 persen menjadi representasi nyata keseriusan Polri dalam mendukung program prioritas nasional.
“Keberhasilan Polda Sumsel melampaui target tanam jagung hingga lebih dari 108 persen menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor berjalan sangat progresif. Dipusatkannya panen raya di OKU Selatan menjadi simbol keseriusan kami dalam mendorong sentra pertanian lokal agar semakin produktif demi tercapainya swasembada pangan nasional tahun 2026,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumsel memastikan program ketahanan pangan akan terus dikawal secara berkelanjutan melalui pendampingan intensif terhadap petani, penguatan distribusi hasil panen, hingga optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Langkah tersebut sejalan dengan konsep Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga mendukung pembangunan nasional serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Keberhasilan program ketahanan pangan jagung di Sumatera Selatan juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan nasional.
Dengan capaian positif yang terus meningkat, Sumatera Selatan kini semakin memperlihatkan potensinya sebagai salah satu daerah strategis dalam mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026. 
Sinergi antara pemerintah, kepolisian, petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program tersebut demi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top