Musi Online | Perkelahian Dua Warga di Sekayu Berakhir Damai, Satu Meninggal Dunia dan Satu Masih Dirawat
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Perkelahian Dua Warga di Sekayu Berakhir Damai, Satu Meninggal Dunia dan Satu Masih Dirawat

Musi Online
https://musionline.co.id 12 June 2026 @18:56
Perkelahian Dua Warga di Sekayu Berakhir Damai, Satu Meninggal Dunia dan Satu Masih Dirawat
Perkelahian Dua Warga di Sekayu Berakhir Damai, Satu Meninggal Dunia dan Satu Masih Dirawat.

Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Peristiwa perkelahian yang melibatkan dua warga Dusun VIII Lumba Jaya, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada Kamis pagi (11/6/2026), berakhir damai setelah kedua keluarga sepakat menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum.
Insiden yang sempat menggegerkan warga setempat itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka serius. 
Korban berinisial MP saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Sekayu akibat luka bacok di kedua tangannya.
Sementara AI, warga yang juga terlibat dalam peristiwa tersebut, dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Polisi Bergerak Cepat Setelah Terima Laporan Warga
Peristiwa bermula sekitar pukul 06.40 WIB ketika masyarakat melaporkan adanya seorang pria yang mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis parang di wilayah Dusun VIII Lumba Jaya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Sekayu IPTU Dicky HM, SE., C.PHR., bersama personel Polsek Sekayu segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP Hutahaean yang mewakili Kapolsek Sekayu menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi, petugas mendapati AI sedang mengamuk dan berulang kali mengejar serta mengancam warga sekitar menggunakan senjata tajam.
“Petugas telah memberikan imbauan dan peringatan agar yang bersangkutan menghentikan tindakannya. Bahkan anggota Polsek Sekayu sempat melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa ke udara, namun tidak diindahkan,” ujar AKP Hutahaean.
Meski telah diberikan peringatan, AI tetap bertindak agresif dan kembali melakukan penyerangan terhadap warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Korban MP Membela Diri Saat Diserang
Dalam situasi yang semakin berbahaya tersebut, AI diketahui menyerang MP yang saat itu hendak berangkat ke sawah. MP yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian menjadi sasaran serangan.
Bacokan yang dilakukan AI mengenai kedua tangan MP. Saat itu MP juga membawa parang yang biasa digunakan untuk aktivitas di kebun dan sawah. Karena mendapat serangan secara langsung, MP berusaha mempertahankan diri.
Perlawanan tersebut kemudian memicu perkelahian antara keduanya. Bahkan keduanya sempat terlibat pergulatan sebelum akhirnya perkelahian berhenti.
Setelah kejadian itu berakhir, MP menjauh dari lokasi untuk menyelamatkan diri. Sementara AI kembali menuju rumahnya. Namun sebelum berhasil masuk ke dalam rumah, AI terjatuh akibat luka yang dideritanya.
Petugas yang berada di lokasi kemudian segera melakukan evakuasi terhadap kedua pihak untuk mendapatkan pertolongan medis.
MP terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Lumpatan sebelum dirujuk ke RSUD Sekayu karena mengalami luka cukup serius pada kedua tangannya. Sedangkan AI dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Sekayu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun dalam perjalanan penanganan tersebut, AI akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Satreskrim Polres Muba Lakukan Olah TKP
Pasca-kejadian, personel Satreskrim Polres Musi Banyuasin bersama anggota Samapta Polres Muba langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi guna mengetahui secara utuh kronologi kejadian.
Selain itu, polisi memasang garis polisi di area kejadian serta melakukan sterilisasi lokasi untuk kepentingan penyelidikan dan pengamanan.
Langkah cepat yang dilakukan aparat bertujuan menjaga situasi keamanan dan mencegah munculnya spekulasi maupun konflik lanjutan di tengah masyarakat.
Mediasi Berhasil, Kedua Keluarga Pilih Berdamai
Menyadari pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, Pemerintah Kecamatan Sekayu bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa segera memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak.
Mediasi dipimpin langsung oleh Camat Sekayu Edi Haryanto bersama Kapolsek Sekayu, perangkat kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga masing-masing.
Pihak keluarga AI diwakili oleh Armin dan Khoirul. Sementara keluarga MP diwakili oleh istrinya, Eka Marlina.
Setelah dilakukan musyawarah secara kekeluargaan, kedua pihak sepakat menerima peristiwa tersebut sebagai musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun.
Kesepakatan damai kemudian dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa kedua keluarga tidak akan saling menuntut ataupun mempermasalahkan kejadian tersebut di kemudian hari.
Keputusan damai tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menjaga ketenangan masyarakat dan mencegah munculnya konflik sosial yang lebih luas.
AI Disebut Mengalami Gangguan Kejiwaan
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dihimpun aparat, AI diketahui selama ini mengalami gangguan kejiwaan sejak berpisah dengan istrinya.
Warga sekitar menyebutkan bahwa AI beberapa kali membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya akibat perilaku yang sulit dikendalikan.
Bahkan sebelum kejadian yang menewaskan dirinya tersebut, AI juga diduga terlibat dalam kasus pembacokan terhadap seorang warga pada Minggu (8/6/2026).
Dalam peristiwa sebelumnya itu, korban mengalami luka serius pada bagian perut dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di RSUD Sekayu.
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Polres Musi Banyuasin dan masih dalam proses penanganan pihak kepolisian.
Informasi tersebut turut menjadi bagian dari bahan pendalaman aparat dalam memahami latar belakang kejadian yang terjadi di Dusun VIII Lumba Jaya.
Pemakaman Berlangsung Aman dan Kondusif
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah AI dimakamkan di Dusun VIII Lumba Jaya, Desa Lumpatan II.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan dihadiri langsung oleh Camat Sekayu, Kapolsek Sekayu beserta jajaran, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta keluarga almarhum.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap keluarga yang sedang berduka, Polsek Sekayu juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga almarhum AI bin Sahari.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Dusun VIII Lumba Jaya, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali.
Polres Musi Banyuasin bersama Polsek Sekayu terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap individu yang mengalami gangguan kejiwaan agar mendapatkan perhatian, pendampingan, dan penanganan yang tepat dari keluarga maupun pihak terkait, sehingga risiko terjadinya tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain dapat diminimalkan.
Melalui penyelesaian secara damai yang ditempuh kedua keluarga, masyarakat berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan kehidupan sosial di lingkungan Desa Lumpatan II dapat kembali berjalan normal, aman, serta harmonis. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top