
Musionline.co.id, Kayuagung - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Kayuagung menggugah para milenial untuk taat Protokol Kesehatan (Prokes) 6 M melalui lomba photo.
Kadis Kominfo OKI Alexander Bustomi mengatakan, pihaknya ingin menggugah para kaum milenial, khususnya untuk menjadi agen Prokes melalui lomba foto Prokes bersama Bank Sumsel Babel.
Dilanjutkan, sebelumnya pemerintah menambahkan perilaku hidup bersih guna menghindari penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 6M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi, terakhir menghindari makan bersama.
"Arahan ini untuk menekan laju penyebaran kasus Covid-19 khususnya bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) hingga anak-anak atau klaster keluarga," ujarnya, Selasa (29/6/2021).
Sementara Kepala Cabang BSB Kayuagung, RM Rozali Anton mengatakan, BSB turut mendukung pemerintah daerah dalam mensosialisasik Prokes kepada masyarakat seiring penerapan kebijakan PPKM Mikro.
"Kami terpanggil untuk bersama-sama pemerintah daerah mengimbau masyarakat taat Prokes, dengan cara melibatkan para milenial di flatform digital," katanya.
Selaku sponsor kegiatan, BSB menyiapkan hadiah bagi empat orang pemenang serta menjadi agen Laku Pandai, BSB Cash, BSB QRIS dan Tasbih.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Komunikasi Publik (PKP) Diskominfo OKI, Adi yanto menjelaskan, lomba foto dengan tema menerapkan Prokes 6 M ini terbuka untuk masyarakat OKI.
"Caranya, objek foto meliputi kampanye Prokes 6 M. Foto orisinil dikirim melalui tag (menandai) akun media sosial facebook dan instagram resmi Diskominfo OKI dan Ogan Komering Ilir Mandira," jelasnya.
Dilanjutkannya, lomba ini dimulai sejak tanggal 28 Juni hingga 12 Juli 2021. Pendaftaran gratis dan hadiah menarik. Link pendaftaran cek di akun media sosial resmi Diskominfo OKI dan Ogan Komering Ilir Mandira.
“Tujuan dari kegiatan ini untuk memasyarakatkan protokol kesehatan dengan melibatkan milenial sebagai agen digitalnya,” tutupnya. (***)