
Musionline.co.id, Kayuagung - Malang nian nasib menimpa Budi Sadmoko (34), warga Desa Wana Makmur, Kecamatan Semendawai, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Ia tewas ditembak begal motor saat melintas di Jalan perbatasan Desa Cahya Bumi-Cahya Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (25/1/2022), pukul 06.15 WIB.
Mirisnya lagi, Budi tewas ditembak kawanan begal ini, tepat dihadapan istri dan anaknya yang masih berusia sekira 6 tahun.
Peristiwa nahas itu, bermula ketika Budi mengantar istrinya hendak mengurus berkas ke Martapura, lantaran sang istri lulus seleksi PPPK di Lampung.
Informasi yang diperoleh, Budi bersama istri dan anaknya mengendarai sepeda motor jenis NMax. Rupanya para pelaku sudah membuntuti korban sedari Desa Cahya Maju.
Mengetahui dirinya dibuntuti pengendara motor lain yang mencurigakan, Budi pun bermaksud untuk putar arah, namun pelaku mengejar korban dan sempat mengarahkan senjata api (senpi) ke atas. Kejadian selanjutnya, senpi digenggaman pelaku diarah ke tubuh korban dan ditembakkan tepat mengenai bahu korban.
Tak ayal, tubuh korban langsung bersimbah darah. Para pelaku pun berhasil merampas motor yang dibawa korban dan langsung melarikan diri mengarah OKU Timur.
Diketahui, jika ciri-ciri pelaku, satu berpostur badan tinggi dan seorang lagi bertubuh gempal. Keduanya membawa senpi dan berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Trail.
Seorang masyarakat setempat berinisial IM mengungkapkan, dalam pekan ini sudah dua kali terjadi aksi begal. Kini masyarakat sekitar takut untuk beraktifitas, apalagi mengendarai motor.
Kapolres OKI AKBP Dili Yanto SIK SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya pun masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP Apromico, juga membenarkan informasi tersebut. Namun, dikatakannya Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadi di wilayah hukum Polres OKI, tepatnya di BK 30 Lempuing OKI, sementara korban memang warga OKU Timur.
Menurutnya, meskipun TKP bukan di wilayah hukum OKU Timur, pihaknya tetap menerjunkan tim guna mempersempit ruang gerak pelaku. (***)